Pemkot Sorong Dapat Bantuan Kapal untuk Tempat Isolasi Terpusat, Bisa Tampung 179 Orang

Kompas.com - 10/08/2021, 15:36 WIB
Wali Kota Sorong Usai Rapat Bahas kapal Pelni tempat isolasi Maichel KOMPAS.comWali Kota Sorong Usai Rapat Bahas kapal Pelni tempat isolasi

SORONG, KOMPAS.com - Wali Kota Sorong Lambert Jitmau berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan terkait bantuan tempat isolasi terpusat untuk merawat pasien Covid-19.

Kementerian Perhubungan akan mengirimkan kapal milik PT Pelni, KM Sangiang, dari Bitung. Kapal yang diperkirakan tiba pada 13 Agustus itu akan dijadikan tempat isolasi terpusat.

Baca juga: Cerita Sedih di Balik Semangkuk Soto Gratis di Sorong, Adik Ipar Meninggal karena Covid-19

Pemerintah Kota Sorong bersama PT Pelni, Pelindo, dan KSOP Sorong menggelar rapat dan rencana MoU kerja sama antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Sorong.

"Puji dan syukur kepada Tuhan dan secara khusus buat bapak Menteri Perhubungan atas pemberian fasilitas kapal Pelni untuk dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19 untuk dirawat. Berita gembira itu saya dapatkan setelah video confrence bersama Pak Menteri Perhubungan," kata Lambert Jitmau di Kantor Wali Kota Sorong, Selasa (10/8/2021).

Kementerian Perhubungan menyiapkan kapal Pelni sebagai fasilitas tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 di empat wilayah yakni, Bitung, Bandar Lampung, Medan, dan Kota Sorong.

Lambert menyebutkan, Kemenhub hanya menyiapkan kapal. Sementara fasilitas penunjang untuk isolasi mandiri disiapkan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Recana pendatanganan MoU bersama PT Pelindo dan KSOP kami akan menindaklanjuti dengan proposal kepada kementerian terkait dalam kebutuhan penanganan kepada pasien Covid-19 selama satu bulan," kata Lambert.

Setelah fasilitas tersebut tersedia, Lambert meminta rumah sakit memindahkan pasien Covid-19 ke tempat isolasi terpusat tersebut.

Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Sorong Muhamad Lutfi Israr Sultan mengatakan, KM Siangiang memiliki kapasitas 500 orang.

Baca juga: Kisah Ketua RT di Surabaya yang Bekerja Keras Memutus Penyebaran Covid-19 di Wilayahnya...

Jika social distancing diterapkan, kapal itu bisa menampung 179 orang.

Menurutnya,jika jumlah orang pasien yang dikarantina melebihi kapasitas, PT Pelni akan mendatangkan KM Sirimau yang kapasitasnya lebih besar di atas 200 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Regional
Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Regional
Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Regional
Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Regional
Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang 'Framing'

Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang "Framing"

Regional
Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Regional
Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Regional
Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Regional
Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Regional
2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

Regional
Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Regional
Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Regional
Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri Serta Bayinya

Randi Datangi Polisi dan Mengakui Bunuh Astri Serta Bayinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.