Kompas.com - 08/08/2021, 20:36 WIB

Pedagang di warung Pos I, Paimin (62) yang akrab disapa Mbah Sulis berjualan di depan gapura Basecamp Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar lantaran jalur pendakian ditutup sementara karena PPKM, Minggu (8/8/2021). tribunnews Pedagang di warung Pos I, Paimin (62) yang akrab disapa Mbah Sulis berjualan di depan gapura Basecamp Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar lantaran jalur pendakian ditutup sementara karena PPKM, Minggu (8/8/2021).

KOMPAS.com - Paimin (62) atau akrab disapa Mbah Sulis tampak termangu di depan barang dagangannya di depan gerbang Basecamp Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (8/8/2021). 

Saat ditemui Tribunnews, kakek warga Desa Tengklik itu mengaku tak tahu jika jalur pendakian masih ditutup karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Namun demikian, Mbah Sulis memilih tetap berjualan karena sudah terlanjur membeli dagangan.

Baca juga: Pendaki yang Nekat Naik Gunung Lawu di Masa PPKM Darurat Akan Dipaksa Turun

"Tidak tahu kalau tutup, karena sudah kulakan (belanja) ya jualan di sini. Tadi pinjam meja di basecamp," katanya kepada Tribunjateng.com.

Baca juga: Pendakian Gunung Lawu Ditutup Selama PPKM Darurat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat bulan tak berjualan

Mbah Sulis menceritakan, selama pandemi melanda dirinya sudah tak berjualan selama empat bulan.

Lalu, hari ini dirinya sudah mengumpulkan niat untuk kembali mengais rezeki di lereng Gunung Lawu.  Sayangnya, ketika tiba di Cemoro Kandang, jalur pendakian masih ditutup sementara. 

"Niatnya hari ini mau jualan tapi ternyata jalur pendakian tutup," jelasnya. 

Baca juga: Kakek Penjual Balon di Singkawang Cabuli Anak 6 Tahun di Toilet SD

 

Dekat dengan pendaki

Mbah Sulis dikenal akrab dengan para pendaki. Sejumlah pendaki kadang menyempatkan diri untuk menikmati gorengan atau sekedar minum. 

Momen tersebut, diakui Mbah Sulis, membuat dirinya rela naik ke Pos 1 sambil membawa dagangannya. 

"Senang jualan, saget guyon (bisa bercanda dengan pendaki). Biasanya itu (para pendaki) manggilnya, Mbah Sulis," terangnya.

Hal itu diakui salah satu relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Budi Santoso. Sosok Mbah Sulis memang dikenal dekat dengan pendaki. 

Budi mengatakan, Mbah Sulis biasanya berjualan di Pos I di akhir pekan. Selama pandemi, Mbah Sulis dan beberapa pedagang memilih tak berjualan.  

"Ya selama pandemi memang tak semua pedagang bisa berjualan lagi, salah satunya Mbah Sulis. Penutupan jalur pendakian memang sudah sesuai dengan aturan pemerintah," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul: Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup, Kakek Ini Tetap Jualan di Gerbang Basecamp Cemoro Kandang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Penangkapan Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA

Detik-detik Penangkapan Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA

Regional
WNA Belanda di Bali Mengamuk dan Rusak Pintu Kaca Sebuah Toko

WNA Belanda di Bali Mengamuk dan Rusak Pintu Kaca Sebuah Toko

Regional
Walhi Sumbar Minta Kasus Perambahan 35 Hektar Hutan Suaka Margasatwa Pasaman Diusut Tuntas

Walhi Sumbar Minta Kasus Perambahan 35 Hektar Hutan Suaka Margasatwa Pasaman Diusut Tuntas

Regional
Cerita Korban Erupsi Semeru Mengais Barang-barang dari Rumah yang Tertimbun Abu Vulkanik

Cerita Korban Erupsi Semeru Mengais Barang-barang dari Rumah yang Tertimbun Abu Vulkanik

Regional
Banjir Terjang Sejumlah Daerah, BMKG Ingatkan soal Potensi Cuaca Ekstrem hingga 9 Desember

Banjir Terjang Sejumlah Daerah, BMKG Ingatkan soal Potensi Cuaca Ekstrem hingga 9 Desember

Regional
Pengakuan Ibu Muda, Ternyata Diperkosa 4 Pria Berkali-kali, Termasuk Teman Suami: Saya Diancam Diam atau Anak Dibunuh

Pengakuan Ibu Muda, Ternyata Diperkosa 4 Pria Berkali-kali, Termasuk Teman Suami: Saya Diancam Diam atau Anak Dibunuh

Regional
Polisi dan Warga di Maluku Tengah Terlibat Bentrok, Sejumlah Orang Terluka

Polisi dan Warga di Maluku Tengah Terlibat Bentrok, Sejumlah Orang Terluka

Regional
Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 di Bangka Belitung Akan Kedaluwarsa

Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 di Bangka Belitung Akan Kedaluwarsa

Regional
4 Mobil Polres Maluku Tengah Rusak Imbas Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow

4 Mobil Polres Maluku Tengah Rusak Imbas Bentrok Warga dan Polisi di Desa Tamilow

Regional
12 Ruko di Sintang Kalbar Terbakar, Satu Orang Terjebak dan Tewas

12 Ruko di Sintang Kalbar Terbakar, Satu Orang Terjebak dan Tewas

Regional
Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Kecewa Hasil Pilkades, Warga di Sumut Rekayasa Teror Peti Mati, Begini Ceritanya

Regional
Jokowi: Rakyat Indonesia Berduka atas Meninggalnya Korban akibat Letusan Gunung Semeru

Jokowi: Rakyat Indonesia Berduka atas Meninggalnya Korban akibat Letusan Gunung Semeru

Regional
Banjir Rob Masih Berpotensi Landa Banyuwangi Sampai 9 Desember

Banjir Rob Masih Berpotensi Landa Banyuwangi Sampai 9 Desember

Regional
Sistem Drainase, Pompa, dan Kondisi Kanal Jadi sebab Makassar Banjir

Sistem Drainase, Pompa, dan Kondisi Kanal Jadi sebab Makassar Banjir

Regional
Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Bambu, Ada Luka Bacok di Punggung

Pelajar SMK Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Bambu, Ada Luka Bacok di Punggung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.