Kisah Ketua RT di Surabaya yang Bekerja Keras Memutus Penyebaran Covid-19 di Wilayahnya...

Kompas.com - 07/08/2021, 06:15 WIB
Pemimpin di tingkat RT di Surabaya saat mengantarkan warganya yang terinfeksi Covid-19 di salah satu rumah sakit di Kota Pahlawan. DOK. ISTIMEWAPemimpin di tingkat RT di Surabaya saat mengantarkan warganya yang terinfeksi Covid-19 di salah satu rumah sakit di Kota Pahlawan.

SURABAYA, KOMPAS.com - Penanganan pandemi Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, tidak lepas dari kerja keras dan peran seluruh elemen masyarakat, salah satunya perangkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

Dalam menangani lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan, RT/RW memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran kasus di masing-masing wilayahnya.

Bahkan, pengorbanan dan kerja keras mereka demi menyelamatkan dan melindungi warga sudah tidak perlu diragukan lagi.

Seperti yang dialami oleh Ketua RT 02, RW 08, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Syahri.

Bagi dia, suka duka menjadi RT selama bertahun-tahun baru dirasakannya sejak pandemi Covid-19.

Kini, setiap pagi, ia bersama dengan anggota Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di tingkat RT memiliki kegiatan rutin yang tidak bisa ditinggalkan.

Kegiatan itu ialah memanggil warga agar keluar rumah untuk berjemur.

"Itu menjadi kewajiban sebagai salah satu ikhtiar kami. Lalu kami juga bantu sembako bagi warga yang terpapar. Ada yang mencarikan obat maupun vitamin secara swadaya. Seluruh masyarakat di wilayah RT saya ikut berperan apabila ada tetangganya yang terpapar," kata Syahri saat dikonfirmasi, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Jeritan PKL yang Tak Diberdayakan Bantu Warga Isoman di Madiun, Sepi Pembeli dan Berharap Bantuan

Syahri memaparkan, untuk memutus laju penyebaran di wilayahnya, ada strategi khusus yang dilakukan.

Ia mengatakan, salah satu anggota Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo ada yang berprofesi sebagai perawat.

Jika ada warga yang merasa badannya tidak fit, perawat tersebut langsung mengambil sampel warga untuk tes cepat antigen.

Setelah itu, jika positif maka langsung dilaporkan kepada puskesmas terdekat.

"Kami urunan beli swab antigennya. Lalu apabila warga itu positif kami langsung lapor ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Jadi ini upaya kami juga untuk mempercepat deteksi dini, alhamdulillah warga sangat suportif," tutur dia.

Kini, di RT 02 yang terdiri dari 75 Kartu Keluarga (KK) itu, tidak ada satu pun yang terkonfirmasi positif alias nol kasus.

"Alhamdulillah kondisi saat ini sudah kondusif. Dahulu sempat saat awal pandemi tahun 2020 saya pernah mengejar warga yang positif sampai ke pasar. Dan akhirnya saya minta untuk pulang, waktu itu isolasinya masih di rumah bagi warga yang tanpa gejala. Itu yang tidak pernah saya lupakan," tutur dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebijakan HET Minyak Goreng 1 Februari 2022, Pemkot Solo Tunggu Juklak dari Pusat

Kebijakan HET Minyak Goreng 1 Februari 2022, Pemkot Solo Tunggu Juklak dari Pusat

Regional
Curi Susu Formula, Rokok, dan Uang Tunai, Komplotan Spesialis Pembobol Minimarket Ditangkap

Curi Susu Formula, Rokok, dan Uang Tunai, Komplotan Spesialis Pembobol Minimarket Ditangkap

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap di Hutan Mamasa Beserta Motor Curiannya

Remaja 15 Tahun Ditangkap di Hutan Mamasa Beserta Motor Curiannya

Regional
2 Pencuri Besi Bekas Rel Kereta Api Rangkasbitung-Merak Diringkus

2 Pencuri Besi Bekas Rel Kereta Api Rangkasbitung-Merak Diringkus

Regional
Viral Curhatan Aksi Begal Payudara di Sukoharjo, Kapolres Minta Korban Segara Lapor

Viral Curhatan Aksi Begal Payudara di Sukoharjo, Kapolres Minta Korban Segara Lapor

Regional
Denda ETLE di Palembang Mulai Berlaku pada Awal Februari

Denda ETLE di Palembang Mulai Berlaku pada Awal Februari

Regional
Fakta Guru Honorer Bakar Gedung Sekolah, Berawal Honor Rp 6 Juta Tak Dibayar Selama 24 Tahun, Ditangkap lalu Dibebaskan

Fakta Guru Honorer Bakar Gedung Sekolah, Berawal Honor Rp 6 Juta Tak Dibayar Selama 24 Tahun, Ditangkap lalu Dibebaskan

Regional
Bocah 3 Tahun Tewas Ditabrak Truk Air di Karimun Kepri

Bocah 3 Tahun Tewas Ditabrak Truk Air di Karimun Kepri

Regional
Jika Bripka BT Pemerkosa Mahasiswi Tak Dipecat, Kapolresta Banjarmasin Siap Lepas Jabatan

Jika Bripka BT Pemerkosa Mahasiswi Tak Dipecat, Kapolresta Banjarmasin Siap Lepas Jabatan

Regional
Aniaya Siswa SMK Penerbangan Batam, Seorang Oknum Polisi Jadi Tersangka

Aniaya Siswa SMK Penerbangan Batam, Seorang Oknum Polisi Jadi Tersangka

Regional
Polisi Tangkap 9 Pelaku Pembakaran Double O Sorong, Ini Perannya

Polisi Tangkap 9 Pelaku Pembakaran Double O Sorong, Ini Perannya

Regional
Covid-19 Varian Omicron Mulai Masuk Salatiga, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Mulai Masuk Salatiga, 2 Orang Positif

Regional
Daftar Bahasa Daerah 34 Provinsi di Indonesia

Daftar Bahasa Daerah 34 Provinsi di Indonesia

Regional
Jumlah Kapal Terbakar di Pelabuhan Tegal Bertambah Jadi 17 Unit

Jumlah Kapal Terbakar di Pelabuhan Tegal Bertambah Jadi 17 Unit

Regional
1 Rumah di Mamasa Habis Terbakar Hanya dalam Waktu 2 Jam

1 Rumah di Mamasa Habis Terbakar Hanya dalam Waktu 2 Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.