Duduk Perkara Kapolda Sumsel Dipercaya untuk Bantuan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Berawal dari Kabar Kadinkes

Kompas.com - 06/08/2021, 07:18 WIB
Irjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan dari keluarga Akidi Tio yang disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021). DOK. HUMAS PEMPROV SUMSELIrjen Pol Eko Indra Heri menerima bantuan dari keluarga Akidi Tio yang disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Kadinkes Sumsel) Lesty Nuraini mendapatkan pesan WhatsApp dari Prof dr Hardi Darmawan, Jumat (23/7/2021).

Dalam pesan itu Hardi meminta nomor kontak Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

Keduanya sempat berbincang dan mengatakan bahwa keluarga dari almarhum Akidi Tio hendak menyumbangkan dana bantuan sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. 

Lesty pun lalu menghubungi Kapolda Sumsel untuk meminta izin memberikan nomor ponselnya kepada Hardi.

Eko yang tak menaruh kecurigaan pun langsung menyambut baik niat dari keluarga Akidi.

Baca juga: Apakah Harta Warisan Kena Pajak dan Wajib Dilaporkan di SPT?

Lesty dan Hardi lalu diundang ke ruangan Kapolda Sumsel untuk membahas rencana penyerahan bantuan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari pertemuan itu, Hardi menyarankan agar penyerahan bantuan itu dilakukan secara terbuka agar diketahui publik sebagai bentuk transparansi.

Seluruh pimpinan yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diundang untuk menghadiri acara simbolis di Mapolda Sumsel, termasuk para tokoh masyarakat dan Gubernur Sumsel Herman Deru.

"Pak Kapolda selalu mempunyai pikiran yang positif bahwa ini niat baik dari pada keluarga, di mana kita sedang menghadapi pandemi mengakibatkan efek tidak hanya kesehatan, tetapi juga ekonomi," kata Lesty saat di kantor Gubernur Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Lesty pun mengaku tak mengenal siapa keluarga Akidi maupun Heriyanti. Ia mengenal sosok Prof dr Hardi Darmawan yang merupakan senior di bidang kesehatan dan salah satu tim Satgas Covid-19.

"Jadi kami tidak ada menaruh curiga. Saya tidak mengenal keluarga Akidi, tetapi Prof Hardi tentunya (kenal)," ujarnya.

Baca juga: Kadinkes Sumsel Orang Pertama yang Hubungi Kapolda Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio

 

Acara simbolis di Mapolda Sumsel 

Prof dr Hardi Darmawan, dokter keluarga almarhum Akidi Tio mengatakan di Mapolda Sumsel pada Senin (26/7/2021), ia semula mendapatkan telepon dari salah satu anak Akidi.

Dalam sambungan telepon itu, ia diminta untuk memberikan bantuan sebesar Rp 2 triliun ke warga Sumsel.

Keluarga Akidi pun meminta agar dana itu diamanahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.

Sebab, jenderal bintang dua ini diketahui mengenal keluarga almarhum saat sedang bertugas di Aceh.

"Awalnya saya mengira telepon itu panggilan saya sebagai dokter. Karena sudah 48 tahun saya dokter keluarga almarhum bapak Akidi. Ternyata diminta untuk menyerahkan bantuan Rp 2 triliun ke Kapolda Sumsel untuk warga Sumsel yang terdampak PPKM," kata Hardi.

Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menjelaskan, semula ia mendapatkan kabar pemberian bantuan dari keluarga Akidi Tio itu dari Kadinkes Sumsel dan dokter pribadi keluarga Akidi. 

"Karena saya dengan ibu Kadinkes berada dari platform yang sama soal Covid-19 sehingga saya menerima untuk menyampaikan bantuan ini diberikan pribadi kepada saya. Sehingga saya tanyakan maksud dan tujuannya cuma hanya untuk penanganan Covid-19 masyarakat Sumsel. Bukan saya sebagai Kapolda (pemberian bantuan) tapi saya sebagai pribadi, yang penting amanahnya tersampaikan," ujar Eko, Kamis (5/8/2021). 

Selain itu, Eko pun mengakui jika ia mengenal almarhum Akidi dan seorang anaknya bernama Ahong saat bertugas di Aceh Timur.

Ia sendiri tak mengenal Heriyanti yang merupakan anak Akidi sebelumnya. 

"Saya tidak mengenal Heriyanti," ungkapnya.

Baca juga: Kapolda Kaget Keluarga Almarhum Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi


 

Bilyet giro tak bisa dicairkan 

Keluarga almarhum Akidi Tio keluar dari ruang pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan setelah dimintai keterangan terkait bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19, Senin (2/8/2021).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Keluarga almarhum Akidi Tio keluar dari ruang pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan setelah dimintai keterangan terkait bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19, Senin (2/8/2021).

Satu minggu setelah acara simbolis dilakukan, Heriyanti pun diundang penyidik ke Mapolda Sumsel pada Senin (2/8/2021).

Ia pun menjalani pemeriksaan selama delapan jam untuk dimintai keterangan terkait bilyet giro sebesar Rp 2 triliun yang tak bisa dicairkan, termasuk Prof dr Hardi Darmawan.

Dari hasil kroscek penyidik ke Bank Mandiri, saldo yang ada pada tabungan Heriyanti ternyata tak mencukupi. 

"Hasil koordinasi pengecekan ke Bank Mandiri sesuai dengan bilyet giro kemarin, klarifikasi bank bahwa saldo di rekening tersebut tidak cukup (Rp 2 triliun)," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat menggelar pers rilis di Mapolda Sumsel, Selasa (3/8/2021). 

Supriadi menjelaskan, saldo bilyet giro tersebut rencananya akan ditransfer ke rekening milik Kepala Bidang Keuangan Polda Sumsel. 

"Penerimanya dibukakan rekening Mandiri atas nama Kabid Keuangan, sesuai yang ada di bilyet gironya," kata Supriyadi.

"Bisa dipastikan saldo yang ada di rekening bilyet giro Heryanti, itu saldonya tidak cukup," tambahnya.

Baca juga: Diperiksa 8 Jam di Polda Sumsel gara-gara Bantuan Rp 2 Triliun, Dokter Keluarga Akidi Tio: Saya Capek

 

Permohonan maaf Kapolda Sumsel 

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri bersama Kabid Humas Polda Sumsel memberikan keterangan pers terkait bantuan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio, Kamis (5/8/2021).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri bersama Kabid Humas Polda Sumsel memberikan keterangan pers terkait bantuan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio, Kamis (5/8/2021).

Atas kejadian itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia maupun Kapolri.

Ia mengaku bahwa kejadian ini akibat dirinya yang kurang teliti sebelum menerima bantuan tersebut.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia, Kapolri, para anggota polri se-Indonesia, juga masyarakat Sumsel terutama tokoh masyarakat Sumsel kepada Forkopimda, Gubernur, Pangdam, Danrem dan yang lain juga langsung dilibatkan dalam acara kemarin, sebagai pribadi dan Kapolda Sumsel saya mohon maaf atas kegaduhan ini," kata Eko saat menggelar konferensi pers di Mapolda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Selain itu, Eko pun mengaku memaafkan keluarga Akidi Tio meskipun sampai saat ini uang bantuan itu masih belum dipastikan cair atau tidak.

"Terlepas ada atau tidaknya dana itu nantinya, saya sudah memaafkan keluarga besar Akidi maupun pihak lain yang menghujat maupun berempati kepada saya, saya juga berterima kasih. Saya sudah memaafkan semuanya dan terima kasih. Walaupun dana itu nanti ada atau tidaknya," kata Eko.

Baca juga: Meski Dimaafkan Kapolda Sumsel, Kasus Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio Tetap Berlanjut 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyuwangi Bakal Jadi Satu-satunya Tempat Pendidikan Pilot Seaplane di Asia Tenggara

Banyuwangi Bakal Jadi Satu-satunya Tempat Pendidikan Pilot Seaplane di Asia Tenggara

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 18 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Oktober 2021

Regional
Fakta Kecelakaan Truk Kontainer Terbalik di Tol Cipularang yang Menewaskan Bos Indomaret, Sopir Kabur dan Diburu Polisi

Fakta Kecelakaan Truk Kontainer Terbalik di Tol Cipularang yang Menewaskan Bos Indomaret, Sopir Kabur dan Diburu Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Oktober 2021

Regional
Tak sampai Semenit, Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Bangkalan

Tak sampai Semenit, Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Bangkalan

Regional
Viral, Video Pemotor Masuk Tol Pasteur sampai Dikejar PJR, Ternyata Kesasar gara-gara Google Maps

Viral, Video Pemotor Masuk Tol Pasteur sampai Dikejar PJR, Ternyata Kesasar gara-gara Google Maps

Regional
Tangkap Terduga Pembunuh Bocah 3 Tahun, Polres Poso Dibanjiri Karangan Bunga

Tangkap Terduga Pembunuh Bocah 3 Tahun, Polres Poso Dibanjiri Karangan Bunga

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 Oktober 2021

Regional
Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia Akan Dibangun di Kawasan Puncak Bogor

Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia Akan Dibangun di Kawasan Puncak Bogor

Regional
Pengakuan Suami Bunuh Istri dan Jasadnya Dimasukkan Dalam Karung: Saya Tidak Terima, Sakit Hati

Pengakuan Suami Bunuh Istri dan Jasadnya Dimasukkan Dalam Karung: Saya Tidak Terima, Sakit Hati

Regional
Pengakuan Pelatih Voli di Demak yang Diduga Cabuli Belasan Muridnya, Polisi Ungkap Modusnya

Pengakuan Pelatih Voli di Demak yang Diduga Cabuli Belasan Muridnya, Polisi Ungkap Modusnya

Regional
Detik-detik Pencuri Truk Boks di Tanah Abang Tertangkap di Tol Cipali

Detik-detik Pencuri Truk Boks di Tanah Abang Tertangkap di Tol Cipali

Regional
E-Parking di Medan Berlaku Hari Ini, Bobby Sindir Jukir Ninja: Datang Tak Terlihat, Pulang Tampak

E-Parking di Medan Berlaku Hari Ini, Bobby Sindir Jukir Ninja: Datang Tak Terlihat, Pulang Tampak

Regional
Wagub Lampung Diteror 2 Debt Collector Pinjol, Ini Kata Polisi

Wagub Lampung Diteror 2 Debt Collector Pinjol, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.