Penuturan Nenek 2 Bocah Penghuni Panti Asuhan yang Diduga Dianiaya: Kami Orang Kecil, Kok Tega

Kompas.com - 06/08/2021, 05:57 WIB
Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi Polisi

 

Menurut informasi yang beredar, kedua korban ditengarai menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh M hingga mengalami luka di bagian betis, paha, punggung dan pelipis.

Keduanya mengalami luka memar usai diduga dipukul menggunakan kabel oleh pelaku.

Korban MFS bahkan sempat coba melarikan diri usai kejadian tersebut, namun bisa kembali tertangkap oleh pengurus panti asuhan.

Dilaporkan ke polisi

Tidak terima dengan perlakuan kekerasan tersebut, Iskandar Rasyid (40), salah seorang kerabat korban, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian bersama dengan orangtua korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih, kedua korban mendapatkan aksi kekerasan itu setelah melakukan tindakan yang bisa dibilang sepele.

Dari pengakuan Iskandar kepada pihak kepolisian, mereka berdua hanya mengambil hadiah dari mesin game pengambil boneka karena gagal berkali-kali memainkannya.

Mengetahui tindakan tersebut, M langsung memukul korban dengan sabetan kabel.

Saat itu kedua korban sudah menangis dan sempat meminta maaf, tapi pelaku tidak menggubris dan masih tetap saja menghajar kedua anak tersebut.

MFS bahkan sempat mencoba kabur, namun kembali tertangkap oleh pengurus panti asuhan yang mengejar.

"Benar, sedang kami tangani. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," tutur Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga saat dikonfirmasi.

Polres Gresik telah melayangkan surat pemanggilan kepada pihak pelapor, saksi maupun pihak terlapor, guna mengungkap dugaan tindak penganiayaan yang dialami kedua korban.

Dugaan penganiayaan ditengarai terjadi pada akhir Juli 2021, namun baru dilaporkan oleh pihak keluarga korban pada awal Agustus 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istri Tepergok Selingkuh Saat Suami Kerja, Dihukum Adat Serahkan 3 Truk Pasir

Istri Tepergok Selingkuh Saat Suami Kerja, Dihukum Adat Serahkan 3 Truk Pasir

Regional
Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Desa di Cilacap Rawan Banjir dan Longsor

Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Desa di Cilacap Rawan Banjir dan Longsor

Regional
Cerita Windu Merta Dikeroyok 3 Pria Saat Transaksi Mobil di Bali, Sempat Damai, Lalu Pilih Lapor Polisi

Cerita Windu Merta Dikeroyok 3 Pria Saat Transaksi Mobil di Bali, Sempat Damai, Lalu Pilih Lapor Polisi

Regional
5 Hari Operasi Kancil Toba, 34 Kasus Pencurian Kendaraan di Sumut Terungkap

5 Hari Operasi Kancil Toba, 34 Kasus Pencurian Kendaraan di Sumut Terungkap

Regional
Pemkot Blitar Beri Hadiah Uang Tunai Rp 25 Juta bagi Atlet Peraih Medali Emas PON Papua

Pemkot Blitar Beri Hadiah Uang Tunai Rp 25 Juta bagi Atlet Peraih Medali Emas PON Papua

Regional
Tiga Daerah di Jambi Nol Kasus Covid-19

Tiga Daerah di Jambi Nol Kasus Covid-19

Regional
Polisi Selidiki Penyebar Hoaks Pemalakan terhadap Kapolsek di Sulut

Polisi Selidiki Penyebar Hoaks Pemalakan terhadap Kapolsek di Sulut

Regional
Selain Raih Bonus Uang, Atlet Peraih Medali PON di Tuban Diberi Peluang Jadi Pegawai Pemkab

Selain Raih Bonus Uang, Atlet Peraih Medali PON di Tuban Diberi Peluang Jadi Pegawai Pemkab

Regional
Penerbangan Komersial Perdana ke Ngloram Tak Sesuai Rencana, Bupati Blora Minta Maaf

Penerbangan Komersial Perdana ke Ngloram Tak Sesuai Rencana, Bupati Blora Minta Maaf

Regional
Kasus Covid-19 di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul Bertambah 12 Orang

Kasus Covid-19 di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul Bertambah 12 Orang

Regional
Intensitas Gempa di Kabupaten Semarang Menurun, Warga Kembali Tidur di Rumah

Intensitas Gempa di Kabupaten Semarang Menurun, Warga Kembali Tidur di Rumah

Regional
Banjir Bandang dan Longsor Melanda Cilacap, Ratusan KK Terdampak

Banjir Bandang dan Longsor Melanda Cilacap, Ratusan KK Terdampak

Regional
Hasil Otopsi Jenazah Siswa yang Diduga Dianiaya Guru Diketahui Pekan Depan

Hasil Otopsi Jenazah Siswa yang Diduga Dianiaya Guru Diketahui Pekan Depan

Regional
Pemkot Surabaya Beri Keringanan Pajak BPHTB hingga 50 Persen, Berlaku sampai 31 Desember 2021

Pemkot Surabaya Beri Keringanan Pajak BPHTB hingga 50 Persen, Berlaku sampai 31 Desember 2021

Regional
Tak Tahu-menahu soal Kedatangan KPK, Bupati Tabanan: Saya Kan Baru...

Tak Tahu-menahu soal Kedatangan KPK, Bupati Tabanan: Saya Kan Baru...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.