Sekolah yang Nekat Gelar Tatap Muka Akan Dibubarkan dan Diberi Sanksi

Kompas.com - 03/08/2021, 07:15 WIB
Camat Siantar Barat, Pardomuan Nasution turun ke salah satu lokasi sekolah di Taman Pendidikan Islam [TPI] di Jalan Jawa, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar Senin (2/8/2021). Dok. Kecamatan Siantar BaratCamat Siantar Barat, Pardomuan Nasution turun ke salah satu lokasi sekolah di Taman Pendidikan Islam [TPI] di Jalan Jawa, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar Senin (2/8/2021).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Sejumlah sekolah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, dibubarkan karena menggelar belajar tatap muka dan beraktivitas dalam gedung sekolah, Senin (2/8/2021).

Tim Patroli Dinas Pendidikan (Disdik) bersama Satpol PP dan pihak kecamatan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Mereka menyuruh para pelajar meninggalkan gedung sekolah dan memastikan semuanya pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Bakal Tindak Sekolah yang Terbukti Menggelar Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Pematangsiantar, Lusamti Simamora mengatakan, sekolah yang melaksanakan proses belajar tatap muka, mayoritas berada di Kecamatan Siantar Barat.

Padahal, sebelumnya Disdik telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan lembaga terkait agar pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan dilakukan secara daring.

Hal itu juga ditegaskan melalui surat edaran gubernur dan surat edaran wali kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena penanganan pandemi ini kan dalam kewilayahan Kota Siantar, jadi ikut aturan yang ada di Pematangsiantar,” kata Lusamti saat dihubungi, Senin (2/8/2021) malam.

Baca juga: Koalisi Lapor Covid-19 Minta Kemendikbud Ristek Tunda Belajar Tatap Muka

Menurut Lusamti, sebagian sekolah nekat melakukan pembelajaran secara tatap muka lantaran adanya keinginan dari orangtua yang jenuh mendidik anak di rumah.

Lusamti pun meminta orangtua siswa lebih menahan diri, karena situasi pandemi Covid-19 belum berakhir.

Ia juga menegaskan bahwa proses belajar mengajar di Kota Siantar sampai saat ini masih berlangsung secara daring.

“Terkadang alasanya (pelajar) mengambil tugas, padahal sudah kita imbau yang mengambil tugas itu sebenarnya orangtua siswa. Kalau laporan dari teman-teman tadi, ada proses belajar mengajar tapi langsung dibubarkan tadi,” dia.

Pihaknya akan menindak sekolah yang menggelar tatap muka dengan mengeluarkan surat teguran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Antar Makanan ke Kebun Sawit, Seorang Istri Temukan Jasad Suaminya dalam Keadaan Hangus

Hendak Antar Makanan ke Kebun Sawit, Seorang Istri Temukan Jasad Suaminya dalam Keadaan Hangus

Regional
Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dimakamkan, Keluarga: Mohon Transparan Apa yang Terjadi

Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dimakamkan, Keluarga: Mohon Transparan Apa yang Terjadi

Regional
Puluhan Ibu Sosialita di Makassar Tertipu Investasi Bodong Bermodus Arisan Online, Kerugian Ratusan Juta

Puluhan Ibu Sosialita di Makassar Tertipu Investasi Bodong Bermodus Arisan Online, Kerugian Ratusan Juta

Regional
Tim SAR Perpanjang Pencarian 25 ABK KM Hentri yang Hilang di Laut Maluku

Tim SAR Perpanjang Pencarian 25 ABK KM Hentri yang Hilang di Laut Maluku

Regional
KTNA Klaten Minta Pemerintah Awasi Harga Jagung di Pasaran Agar Tak Dipermainkan Kartel

KTNA Klaten Minta Pemerintah Awasi Harga Jagung di Pasaran Agar Tak Dipermainkan Kartel

Regional
Pecah Ban, Terios Berpenumpang 9 Orang Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Tewas, Begini Kronologinya

Pecah Ban, Terios Berpenumpang 9 Orang Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Seorang Guru Positif Covid-19, PTM di SDN Sananwetan 3 Kota Blitar Dihentikan Sementara

Seorang Guru Positif Covid-19, PTM di SDN Sananwetan 3 Kota Blitar Dihentikan Sementara

Regional
Motif Pembobol Balai Kota Makassar karena Terdesak Biaya Nikah

Motif Pembobol Balai Kota Makassar karena Terdesak Biaya Nikah

Regional
Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Disebut Dikenai Tarif Rp 56.000, Ini Penjelasan Apindo

Vaksinasi Covid-19 di Balikpapan Disebut Dikenai Tarif Rp 56.000, Ini Penjelasan Apindo

Regional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Harta Kekayaan Alex Noerdin Mencapai Rp 28 M

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Harta Kekayaan Alex Noerdin Mencapai Rp 28 M

Regional
Rugikan Negara Rp 170 Miliar, Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Dijebloskan ke Penjara

Rugikan Negara Rp 170 Miliar, Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Dijebloskan ke Penjara

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 September 2021

Regional
Hendak Check In di Bandara YIA, Budi Bertemu Komplotan yang Menipunya dan Melapor ke Polisi

Hendak Check In di Bandara YIA, Budi Bertemu Komplotan yang Menipunya dan Melapor ke Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 September 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.