Pemilik Batik Danar Hadi Solo Santosa Doellah Meninggal, Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Kompas.com - 02/08/2021, 22:11 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima buku 50 Tahun Perjalanan Batik Danar Hadi dari pemilik usaha batik Danar Hadi, Santosa Doellah (kanan) di Ndalem Wuryaningratan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/12). Acara tersebut digelar dalam rangka syukuran HUT ke- 50 Batik Danar Hadi. ANTARA FOTO/Maulana SuryaPresiden Joko Widodo (kiri) menerima buku 50 Tahun Perjalanan Batik Danar Hadi dari pemilik usaha batik Danar Hadi, Santosa Doellah (kanan) di Ndalem Wuryaningratan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/12). Acara tersebut digelar dalam rangka syukuran HUT ke- 50 Batik Danar Hadi.

SOLO, KOMPAS.com - Pemilik perusahaan Batik Danar Hadi Solo, Jawa Tengah, Santosa Doellah (79) meninggal dunia, Senin (2/8/2021) sekitar pukul 18.09 WIB.

Kabar meninggalnya empu batik itu dibenarkan oleh adik iparnya, Achmad Purnomo.

Mantan Wakil Wali Kota Solo ini mengatakan, dirinya mendapatkan kabar meninggalnya Santosa sekitar pukul 18.30 WIB.

"Leres (meninggal dunia)," kata Purnomo dihubungi wartawan, Senin malam.

Baca juga: Apriyani Rahayu Dapat Emas Olimpiade, Bupati Konawe Beri Hadiah Tanah, Rumah, dan 5 Ekor Sapi

Purnomo mengatakan, Santosa sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan.

"Sempat pulang, kemudian ada serangan lagi terus dibawa lagi ke rumah sakit," terang dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Santosa dan istri Danarsih awalnya sama-sama dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Namun, istrinya sudah sembuh dan negatif.

"Tadinya malah suami istri di rumah sakit. Bu Danar istrinya sudah negatif. Tinggal Pak Santosa karena punya penyakit lain tetap dirawat di rumah sakit. Ada beberapa komorbid gitu," katanya.

Purnomo mengaku, terakhir kali bertemu Santosa pada momen Lebaran. Ketika itu kegiatan halal bihalal digelar di rumahnya.

"Kira-kira pertengahan Syawal di rumah saya. Setelah itu pertemuannya lewat WhatsApp. Kan pandemi tidak boleh ada pertemuan," ungkap dia.

Baca juga: Tak Pernah Pakai Gaji untuk Pribadi, Gibran: Saya Jadi Wali Kota Bukan untuk Cari Uang

Karena tidak boleh ada pertemuan, Purnomo menjalin komunikasi dengan Santosa melalui WhatsApp.

Purnomo mengungkapkan dirinya terakhir kali berkomunikasi dengan kakak iparnya itu sekitar tiga pekan lalu.

"Terakhir ya tiga mingguan lalu. Pas pandemi ketemuannya lewat komunikasi. Beliau kan saudara yang paling sepuh. Senior sekali, tempat bertanya, tempat meminta nasihat dan sebagainya," tutur dia.

Santosa meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri Danarsih Santosa, tiga orang anak, dan delapan orang cucu.

Rencananya, jenazah Santosa akan dimakamkan secara protokol kesehatan (prokes) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimaloyo Makamhaji, Sukoharjo pada Selasa (3/8/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Regional
Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Regional
Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Regional
Buntut Banteng Vs Celeng, Ketua Seknas Ganjar Indonesia Diperingatkan DPP PDI-P

Buntut Banteng Vs Celeng, Ketua Seknas Ganjar Indonesia Diperingatkan DPP PDI-P

Regional
Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, 1 Orang Jadi DPO

Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, 1 Orang Jadi DPO

Regional
Soal Rencana Beli Klub Bola Asal Garut Persigar, Ini Kata Mulan Jameela

Soal Rencana Beli Klub Bola Asal Garut Persigar, Ini Kata Mulan Jameela

Regional
Yakin Berjaya Pada Pemilu 2024, PPP Targetkan 11 Juta Suara

Yakin Berjaya Pada Pemilu 2024, PPP Targetkan 11 Juta Suara

Regional
Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar, BKSDA Jatim: Pelaku Tak Kantongi Izin

Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar, BKSDA Jatim: Pelaku Tak Kantongi Izin

Regional
Seorang Remaja Hilang Saat Mendaki di Gunung Andong Magelang

Seorang Remaja Hilang Saat Mendaki di Gunung Andong Magelang

Regional
Pemilik Situs Judi Online di Pekanbaru Dapat Rp 20 Juta Sehari

Pemilik Situs Judi Online di Pekanbaru Dapat Rp 20 Juta Sehari

Regional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Lab PCR di RSUD Kardinah Tegal Dioperasikan

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Lab PCR di RSUD Kardinah Tegal Dioperasikan

Regional
Emil Dardak Temui Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Apa Saja yang Dibahas?

Emil Dardak Temui Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Apa Saja yang Dibahas?

Regional
Janjikan Bonus untuk Atlet PON, Gubernur NTB: Jangan Sampai Ada yang Menderita di Usia Tua

Janjikan Bonus untuk Atlet PON, Gubernur NTB: Jangan Sampai Ada yang Menderita di Usia Tua

Regional
Terkait Gempa Bali, Sandiaga Pastikan Fasilitas Wisata Tidak Terganggu

Terkait Gempa Bali, Sandiaga Pastikan Fasilitas Wisata Tidak Terganggu

Regional
Nenek di Kudus Diduga Jadi Korban Pencabulan Remaja 17 Tahun

Nenek di Kudus Diduga Jadi Korban Pencabulan Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.