Kompas.com - 02/08/2021, 11:48 WIB
Kepala Puskesmas Nggoa, Desa Makamenggit, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sirilus Gang (55) berfoto di jalan masuk menuju lobi utama gedung puskesmas tersebut yang diapiti batu lempeng, Minggu (1/8/2021). KOMPAS.com/IGNASIUS SARAKepala Puskesmas Nggoa, Desa Makamenggit, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sirilus Gang (55) berfoto di jalan masuk menuju lobi utama gedung puskesmas tersebut yang diapiti batu lempeng, Minggu (1/8/2021).

Cerita menata taman

Sirilus mengisahkan, ia bertugas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Nggoa sejak bulan Desember 2004.

Kemudian, ia menjabat sebagai kepala puskesmas itu sejak 27 Februari 2012 hingga saat ini.

Sirilus memanfaatkan batu-batu lempeng yang berukuran besar untuk ditata menjadi pagar indah di kompleks puskesmas sejak tahun 2013.

Batu-batu tersebut diambil di beberapa tempat yang tersebar di wilayah Kecamatan Nggaha Ori Angu, Sumba Timur.

Sirilus, para nakes, masyarakat sekitar, dan karyawan puskesmas berjibaku menata kawasan itu menjadi hijau.

Mereka memakai jatah air tangki untuk menyiram tanaman. Sebab, wilayah itu tidak memiliki sumber air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kan di sini susah air. Tapi di puskemas ini kan ada air tangki. Ada jatah memang. Sebagiannya (digunakan untuk) minum dan sebagian untuk (menyiram) tanaman, sehingga tanaman tetap hijau," kata Sirilus.

Baca juga: Viral, Video Emak-emak Bawa Motor Masuk IGD di Situbondo, Ini Penjelasan RS

Ia menjelaskan, ada seorang donatur bernama Rambu Anna (36) yang membantu pembuatan taman di Puskesmas Nggoa.

Saat ini, beberapa bagian taman sementara dilakukan pembenahan.

Seorang warga Desa Makamenggit bernama Yanti Hada Rewa (25) mengungkapkan kekagumannya terkait penataan areal Puskesmas Nggoa.

"Kami ikut merawat dan tertarik dengan penataan taman Puskesmas Nggoa. Ini menjadi sebuah kenangan (dari kepala puskesmas) sampai kapan pun bagi kami masyarakat Desa Makamenggit. (Karya yang indah) ini yang tidak bisa dilupakan oleh kami sebagai masyarakat biasa," tutur Yanti.

Sementara itu, seorang perawat bernama Yuniarti Risni Ndapakamang (26) memuji ide dan kreativitas dari Sirilus.

Yuniarti merupakan perawat magang yang bertugas di puskesmas tersebut sejak Januari 2019 lalu.

"Saya saja sebagai perempuan tidak punya ilmunya untuk menata taman. Nah, kok bapak ada. Saya baru lihat laki-laki yang seperti ini," kata Yuniarti.

"Jarang ada laki-laki yang seperti bapak (Kepala Puskesmas Nggoa). Biasanya kan mama-mama yang urus bunga. Mungkin jiwa seninya itu lebih nampak daripada kami," ujar Yuniarti lagi.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Rambu M R K U Djima membenarkan bahwa Puskesmas Nggoa menjadi salah satu puskesmas yang terakreditasi madya di daerah tersebut.

Rambu mengapresiasi kerja keras Kepala Puskesmas Nggoa yang menghijaukan areal puskesmas di tengah wilayah yang tandus.

"Di daerah itu, setahu saya dulu itu tandus sekali. Jadi, kalau menurut saya itu tergantung dari pemimpin (puskesmas). Kalau namanya sejuk kan, orang datang jadinya senang. Melihat keindahan. Setidaknya pikiran mereka menjadi tenang kan," ujar Rambu.

Terkait akreditasi paripurna, kata Rambu, harus dipersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Sebab, ada tim survei independen dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan menilai.

Adapun hal yang harus dipersiapkan antara lain kekompakan para medis, manajemen yang bagus, tertib administrasi, dan pelayanan yang baik dari puskesmas bersangkutan.

"Jadi, banyak hal yang harus dipersiapkan. Harus disesuaikan juga dengan kondisi yang sekarang. Kan sekarang sudah adaptasi kebiasaan baru," tutur Rambu.

Penyesuaian dengan adaptasi kebiasaan baru berarti terus mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Adapun tingkatan akreditasi sebuah puskesmas adalah akreditasi dasar, madya, utama, dan paripurna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 3 Pria Kepergok Mencuri Sarang Burung Walet, Pelaku Kabur ke Semak-semak, 2 Ditangkap, 1 Menyerahkan Diri

Kronologi 3 Pria Kepergok Mencuri Sarang Burung Walet, Pelaku Kabur ke Semak-semak, 2 Ditangkap, 1 Menyerahkan Diri

Regional
Ganjar Pranowo soal Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus: Saya Setuju Banget

Ganjar Pranowo soal Cuti Bersama Natal dan Tahun Baru Dihapus: Saya Setuju Banget

Regional
Buntut Meninggalnya Mahasiswa Peserta Diklasar, Rektorat UNS Bekukan Sementara Menwa

Buntut Meninggalnya Mahasiswa Peserta Diklasar, Rektorat UNS Bekukan Sementara Menwa

Regional
WN Ukraina Jadi Korban Pencurian di Bali, Uang 1.500 Dollar AS Digasak Maling

WN Ukraina Jadi Korban Pencurian di Bali, Uang 1.500 Dollar AS Digasak Maling

Regional
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap, 29 Gram Sabu Disita

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Surabaya, 3 Pelaku Ditangkap, 29 Gram Sabu Disita

Regional
Satu Korban Meninggal Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Mengidap Penyakit Jantung

Satu Korban Meninggal Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Mengidap Penyakit Jantung

Regional
Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Beberapa Pukulan di Kepala

Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi: Ada Beberapa Pukulan di Kepala

Regional
Identitas Korban Tewas Laka Maut Kereta Vs Avanza, 2 di Antaranya Bapak dan Anak

Identitas Korban Tewas Laka Maut Kereta Vs Avanza, 2 di Antaranya Bapak dan Anak

Regional
Libur Akhir Tahun, Pemprov Banten Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Seperti Singapura

Libur Akhir Tahun, Pemprov Banten Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Seperti Singapura

Regional
Kejar PTM Terbatas, 21.000 Pelajar di Kaltim Jalani Vaksinasi Covid-19

Kejar PTM Terbatas, 21.000 Pelajar di Kaltim Jalani Vaksinasi Covid-19

Regional
PPKM Level 2, PTM Jenjang PAUD di Banyumas Dibuka Secara Bertahap

PPKM Level 2, PTM Jenjang PAUD di Banyumas Dibuka Secara Bertahap

Regional
Kapal Kargo Tabrak Karang di Sorong Saat Hindari Tabrakan dengan KM Gunung Dempo

Kapal Kargo Tabrak Karang di Sorong Saat Hindari Tabrakan dengan KM Gunung Dempo

Regional
 Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000, Ganjar: Lebih Baik jika Turun Lagi

Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000, Ganjar: Lebih Baik jika Turun Lagi

Regional
Seorang Napi di Lapas Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Seorang Napi di Lapas Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Bakal Ada Tes Covid-19 Acak untuk Siswa dan Guru di DIY

Muncul Klaster Sekolah, Bakal Ada Tes Covid-19 Acak untuk Siswa dan Guru di DIY

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.