Bukan Jemput Paksa Jenazah, Ini Alasan Massa Datangi RSUD Mataram

Kompas.com - 01/08/2021, 16:33 WIB
Ratusan warga Sekarbela, Kota Mataram, berdatangan ke RSUD Kota Mataram, Sabtu (31/7/2021) dini hari. KOMPAS.com/FITRI RRatusan warga Sekarbela, Kota Mataram, berdatangan ke RSUD Kota Mataram, Sabtu (31/7/2021) dini hari.

MATARAM, KOMPAS.com - Sebuah video memperlihatkan massa mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Mataram, Sabtu (31/7/2021) dini hari.

Video tersebut menyebar dan viral di media sosial.

Awalnya, diduga kedatangan warga itu untuk mengambil jenazah pasien yang diduga positif Covid-19.

Baca juga: Ratusan Orang Menerobos RSUD Kota Mataram untuk Jemput Paksa Jenazah Diduga Covid-19

Namun, Kapolresta Mataram Kombes Heri Wahyudi mengatakan, tidak ada upaya jemput paksa jenazah dari rumah sakit.

Menurut Heri, terjadi kesalahpahaman saat jenazah pasien sedang ditangani oleh tim medis.

Kepada wartawan, Heri Wahyudi menjelaskan, kepolisian mendapatkan laporan bahwa ada warga mendatangi rumah sakit sekitar pukul 24.00 Wita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah dicek oleh polisi, menurut Heri, massa yang datang hanya ingin melihat tuan guru atau ulama mereka yang meninggal dunia di RSUD Kota Mataram pada Sabtu malam.

Tuan guru berinisial HF (74) tersebut merupakan tokoh agama yang cukup dihormati dan disegani masyarakat setempat.

Salah satu dokter di RSUD Mataram juga merupakan anak dari almarhum HF.

Baca juga: Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Awal mula salah paham

Menurut Heri, proses penanganan jenazah awalnya tidak ada masalah.

Tetapi, terjadi kesalahpahaman saat warga ingin membawa pulang jenazah tersebut.

Salah paham bermula saat pihak keluarga atau anak pasien yang juga dokter RSUD Kota Mataram meminta dilakukan tes cepat molekuler (TCM) kepada jenazah.

Tes tersebut membutuhkan waktu.

Namun, karena melihat situasi tidak kondusif, TCM tidak memungkinkan dilakukan.

 

Akhirnya diputuskan, manajemen rumah sakit akan mengantar jenazah pasien ke rumahnya di wilayah Sekarbela.

"Jadi di sini saya tekankan, tidak ada penjemputan secara paksa. Tetapi yang terjadi adalah pengantaran masyarakat yang merasa kehilangan. Alhmarhum adalah tuan guru di Sekarbela," kata Heri seperti dikutip dari Tribun, Minggu (1/8/2021).

Menurut Heri, akhirnya petugas yang mengantar jenazah tetap dari rumah sakit menggunakan ambulans dan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Bahkan ada 10 APD untuk keluarga almarhum," kata dia.

Semua proses tersebut tetap menggunakan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Meski demikian, pihak kepolisian tidak dapat memastikan apakah jenazah pasien itu positif atau negatif Covid-19.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Tribunnews dengan judul:Bukan Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Warga Datangi RSUD Mataram karena Merasa Kehilangan Tuan Guru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Oktober 2021

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Teramati Ada 5 Kali Letusan

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Teramati Ada 5 Kali Letusan

Regional
Hendak Hadiri Pesta Nikah, Pria Ini Ditemukan Tewas di Atas Kapal Feri

Hendak Hadiri Pesta Nikah, Pria Ini Ditemukan Tewas di Atas Kapal Feri

Regional
Ratapan Ibu di Depan Jasad Anaknya Korban Susur Sungai: Bangun, Buka Matanya, Ini Uang Buat Jajan, De'

Ratapan Ibu di Depan Jasad Anaknya Korban Susur Sungai: Bangun, Buka Matanya, Ini Uang Buat Jajan, De"

Regional
Cabor Senam Raih Prestasi di PON Papua, KONI Lampung Cari Bibit Atlet di Daerah

Cabor Senam Raih Prestasi di PON Papua, KONI Lampung Cari Bibit Atlet di Daerah

Regional
Peluk Ridwan Kamil, Orangtua Korban Susur Sungai Ciamis Menangis

Peluk Ridwan Kamil, Orangtua Korban Susur Sungai Ciamis Menangis

Regional
Seorang Seniman Hampir Kabur Saat Akan Divaksin, Akhirnya Disuntik Sambil Peluk Kapolres

Seorang Seniman Hampir Kabur Saat Akan Divaksin, Akhirnya Disuntik Sambil Peluk Kapolres

Regional
Angin Kencang Rusak 18 Rumah di Kabupaten Pinrang

Angin Kencang Rusak 18 Rumah di Kabupaten Pinrang

Regional
Kenang Sastrawan Besar Indonesia, Buku 'Panggil Saya Budi Darma' Diluncurkan

Kenang Sastrawan Besar Indonesia, Buku "Panggil Saya Budi Darma" Diluncurkan

Regional
Teguran dari Seorang Pemancing Membuat Farhan Selamat dari Tragedi Susur Sungai Ciamis

Teguran dari Seorang Pemancing Membuat Farhan Selamat dari Tragedi Susur Sungai Ciamis

Regional
Warga Heran, Sehari Sebelum Tragedi Susur Sungai Banyak Ikan Besar Terpancing di Sungai Cileueur

Warga Heran, Sehari Sebelum Tragedi Susur Sungai Banyak Ikan Besar Terpancing di Sungai Cileueur

Regional
Jelang Muktamar NU Ke-34, Gus Yahya: Insyaalah Dukungan Hampir 80 Persen

Jelang Muktamar NU Ke-34, Gus Yahya: Insyaalah Dukungan Hampir 80 Persen

Regional
Pelajar di Surabaya Akan Diswab Rutin 2 Pekan Sekali

Pelajar di Surabaya Akan Diswab Rutin 2 Pekan Sekali

Regional
Cerita Farhan, Selamat dari Tragedi Susur Sungai Ciamis, Pilih Kabur karena Rasakan Firasat Tak Enak

Cerita Farhan, Selamat dari Tragedi Susur Sungai Ciamis, Pilih Kabur karena Rasakan Firasat Tak Enak

Regional
Begal Pembacok Ibu dan Anak Ditangkap, Satu Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Begal Pembacok Ibu dan Anak Ditangkap, Satu Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.