Sempat Memulasara Jenazah Tanpa Prokes, Dua RT Langsung Di-lockdown

Kompas.com - 01/08/2021, 09:08 WIB
Warga menutup kawasan masuk ke dua RT di Pedukuhan Tegiri 1, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSWarga menutup kawasan masuk ke dua RT di Pedukuhan Tegiri 1, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Sebanyak Dua RT di Kabupaten Kulon Progo masuk Zona Merah penyebaran Covid-19 setelah pemulasaraan warga.

Dua RT itu terletak di Pedukuhan Tegiri 1, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: 42 Persen Kematian akibat Covid-19 di Kulon Progo Berasal dari Pasien Isoman

Wilayah itu lantas kini di-lockdown. Ada pun jalan masuk tempat itu dipasang banner bertuliskan"Anda Memasuki Wilayah Zona Merah".

Panewu (Camat) Kokap, Yulianta Nugraha mengatakan, wilayahnya kini diperketat sejak warganya diketahui terpapar Covid-19.

Baca juga: Cerita Juliati, Relawan Perempuan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Gresik: Saya Terpanggil

“Isoman akan lebih ketat diawasi dan kita mengantisipasi keluar masuk orang. Intinya, tidak sembarangan orang keluar masuk (kawasan dua RT). Gugus tugas kalurahan dan pedukuhan yang mengawasi,” kata Yulianta Nugraha melalui telepon, Sabtu (31/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tegiri 1 sendiri berada wilayah pedesaan di dataran tinggi Bukit Menoreh Kulon Progo.

 

Terpapar setelah pemulasaraan

Awalnya, terdapat dua warga pedukuhan yang meninggal dunia pada minggu pertama Juli 2021 di Tegiri 1. Saat itu, pemulasaraan tidak dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Tak lama setelah kejadian, salah seorang istri dari warga yang meninggal dunia harus cuci darah di RSUD Wates.

Ia lantas menjalani pemeriksaan swab sebelum cuci darah dan diketahui hasil positif Covid-19. Tracing kontak erat dari pasien cuci darah ini lalu berkembang ke warga Tegiri 1.

Suaminya yang meninggal dunia dan tujuh orang yang memulasara jenazah saat itu menjadi kontak erat. Dari swab test, tujuh warga menunjukkan hasil positif Covid-19.

Penelusuran kontak erat pun kembali berlangsung. Sejumlah 39 kontak erat para pemulasara juga di-swab.

“Dari kontak erat itu sebanyak 24 orang dinyatakan positif,” kata Yulianta.

Yulianta mengungkapkan, sedikitnya ada 32 kasus dalam rangkaian penularan dalam kasus ini.

 

Sejumlah 20 kasus di antaranya tersebar dalam 16 rumah di dua RT, sehingga keduanya terpaksa lockdown. Sebanyak 12 lainnya tersebar di beberapa RT.

 

Tak sepenuhnya kooperatif

Yulianta menceritakan, tidak mudah melakukan penelusuran penularan di pedukuhan ini. Warga yang ditracing tidak sepenuhnya kooperatif.

“Satu saja dari tujuh (pemulasaraan) kontak erat awal yang mau datang ke puskesmas dan swab saat dipanggil. Yang enam lain tidak,” kata Yulianta.

Warga ada yang menolak. Padahal, pemerintah harus mengetahui kesehatan masyarakat menyeluruh.

Berbagai upaya dilakukan, seperti Gugus Tugas Kapanewon (kecamatan) sampai harus meminta bantuan polisi, juga bantuan kepala OPD tempat ASN yang juga ikut menolak.

Edukasi itu membuahkan hasil hingga kontak erat bisa didapat dan semakin banyak warga bisa dites.

“Banyak yang menganggap tidak punya gejala berarti tidak sakit. Ini yang justru berbahaya. Kita tidak pernah tahu kalau tidak swab,” kata Yulianta.

 

Kasus Covid-19 di Kulon Progo

Kasus yang berkembang di dua RT itu menunjukkan bagaimana Covid-19 terus berkembang di pedesaan Kulon Progo.

Kasus aktif sebenarnya menyebar di 28 persen wilayah Kulon Progo atau sejumlah 1.290 RT. Sebanyak 10 RT di antaranya bahkan masuk dalam zona merah.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, TH Baning Rahayujati mengungkapkan, sudah terjadi total 16.880 kasus selama pandemi.

Sebanyak 5.427 kasus masih aktif saat ini. Kematian menembus 319 kasus.

“Hari ini saja positif Covid-19 bertambah 340 kasus, lima meninggal dunia dan 515 selesai isolasi,” kata Baning via pesan singkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang IRT Ditemukan Tewas di Rumah, Terungkap Pelakunya Tetangga Korban

Seorang IRT Ditemukan Tewas di Rumah, Terungkap Pelakunya Tetangga Korban

Regional
Gibran Minta Sekolah Aman dari Covid-19 Tetap Lanjutkan PTM Terbatas

Gibran Minta Sekolah Aman dari Covid-19 Tetap Lanjutkan PTM Terbatas

Regional
Trauma, Nakes Korban KKB di Kiwirok Minta Dipulangkan ke Kampung Halaman

Trauma, Nakes Korban KKB di Kiwirok Minta Dipulangkan ke Kampung Halaman

Regional
Kisah Mustakim, Penuhi Nazar Jalan Kaki 62 Km meski Sempat 9 Kali Keram

Kisah Mustakim, Penuhi Nazar Jalan Kaki 62 Km meski Sempat 9 Kali Keram

Regional
Merasa Ditelantarkan, Istri Siri Laporkan Oknum ASN Pemkab Madiun, Bawa Bukti Video Nikah ke Inspektorat

Merasa Ditelantarkan, Istri Siri Laporkan Oknum ASN Pemkab Madiun, Bawa Bukti Video Nikah ke Inspektorat

Regional
[POPULER NUSANTARA] 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak | Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

[POPULER NUSANTARA] 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak | Wisatawan Terjebak di Tengah Waduk Jatiluhur

Regional
Pemprov NTB Minta Pemulihan Terumbu Karang yang Rusak di Gili Kondo Segera Dilakukan

Pemprov NTB Minta Pemulihan Terumbu Karang yang Rusak di Gili Kondo Segera Dilakukan

Regional
Duduk Perkara Anak Korban Kekerasan Ayah Malah Jadi Tersangka, Pelapornya Perwira Polisi di Siantar Sumut

Duduk Perkara Anak Korban Kekerasan Ayah Malah Jadi Tersangka, Pelapornya Perwira Polisi di Siantar Sumut

Regional
Anthony Ginting Jadi Perbincangan, Ini Asal-usul Marga Ginting, Legenda, dan Arti Salam Mejuah-juah

Anthony Ginting Jadi Perbincangan, Ini Asal-usul Marga Ginting, Legenda, dan Arti Salam Mejuah-juah

Regional
Mejanya Dinaiki dan Dipakai Berjoget oleh Kepala Dusun, Kades: Kalau Ada Saya, Enggak Berani Dia

Mejanya Dinaiki dan Dipakai Berjoget oleh Kepala Dusun, Kades: Kalau Ada Saya, Enggak Berani Dia

Regional
Kepala Dusun yang Berjoget di Atas Meja Kades Dirumahkan, Harus Sumbangkan Gaji ke Fakir Miskin

Kepala Dusun yang Berjoget di Atas Meja Kades Dirumahkan, Harus Sumbangkan Gaji ke Fakir Miskin

Regional
Berkah Maulid Nabi, Perajin Kembang Telur di Banyuwangi Kebanjiran Pesanan

Berkah Maulid Nabi, Perajin Kembang Telur di Banyuwangi Kebanjiran Pesanan

Regional
Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Regional
Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Regional
Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.