Pemkab Karawang Akan Beri Beasiswa bagi Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Kompas.com - 31/07/2021, 23:41 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrchadiana dan Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh KOMPAS.COM/FARIDABupati Karawang Cellica Nurrchadiana dan Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bakal memberikan beasiswa kepada anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Beasiswa tersebut dimasukkan dalam program Beasiswa Karawang Cerdas yang telah diluncurkan sejak 2018.

"Ini kebijakan Bupati Karawang. Jadi tahun ini akan dimasukkan kuota untuk anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang Asep Junaedi saat dihubungi wartawan, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Pemkot Madiun Biayai Pendidikan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Dikatakan Aep, pendaftaran program beasiswa itu akan dilakukan kolektif bersama pihak kecamatan.

Adapun syaratnya yakni, harus warga asli Karawang dengan kondisi ekonomi tidak mampu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini kami masih mendata. Disdikpora Karawang bertugas membantu verifikasi," kata dia.

Bagi siswa SD, SMP, dan SMA tahun lalu besaran beasiswa Karawang Cerdas sekitar Rp 1,2 juta per tahun untuk yang tidak mampu.

Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi diperuntukkan bagi mahasiswa tidak mampu dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,0. Besaran beasiswa sebesar Rp 12 juta per tahun.

Baca juga: 4 Saudara Kandung di Kaltim Jadi Yatim Piatu, Ayah dan Ibunya Meninggal karena Covid-19

Diketahui, sejak 2018 Pemkab Karawang telah mengucurkan Rp 31 miliar untuk Beasiswa Karawang Cerdas.

"Karena tahun ini ada penambahan kuota, mungkin ada penurunan (besaran beasiswa) agar bisa dinikmati lebih banyak pelajar dan mahasiswa," kata dia.

Asep memperkirakan, program Beasiswa Karawang Cerdas akan dibuka sekitar September 2021 mendatang.

Pemkab Karawang saat ini akan membuat landasan hukumnya terlebih dahulu.

"Dengan beasiswa ini diharapkan anak-anak yang tidak mampu membayar biaya sekolah ataupun transport akan tertolong dan tidak drop out (DO)," ungkap Asep.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Remaja 14 Tahun Tewas di Tangan Kekasihnya, Mengaku Hamil, Dibujuk Minum Jamu Beracun oleh Pelaku

Kisah Remaja 14 Tahun Tewas di Tangan Kekasihnya, Mengaku Hamil, Dibujuk Minum Jamu Beracun oleh Pelaku

Regional
Kantor Bank Sinarmas Pontianak Ditembaki OTK, Polisi Pastikan Bukan dari Senpi

Kantor Bank Sinarmas Pontianak Ditembaki OTK, Polisi Pastikan Bukan dari Senpi

Regional
Puluhan Prajurit Kodam Pattimura Latihan Bersama Militer AS, Pangdam: Jaga Nama Baik TNI AD

Puluhan Prajurit Kodam Pattimura Latihan Bersama Militer AS, Pangdam: Jaga Nama Baik TNI AD

Regional
Menahan Tangis, Bupati Non-aktif Muara Enim Minta Rekening Keluarganya Dibuka, Merasa Dizalimi KPK

Menahan Tangis, Bupati Non-aktif Muara Enim Minta Rekening Keluarganya Dibuka, Merasa Dizalimi KPK

Regional
Heboh Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri yang Diduga Dilakukan Dosen Pembimbing Skripsi, Ini Kata Pihak Kampus

Heboh Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri yang Diduga Dilakukan Dosen Pembimbing Skripsi, Ini Kata Pihak Kampus

Regional
Investasi Fiktif Guru Madrasah di Bogor Tipu Korbannya hingga Rp 23 Miliar, Polisi: Rekening Tersangka Tinggal Rp 200 Ribu

Investasi Fiktif Guru Madrasah di Bogor Tipu Korbannya hingga Rp 23 Miliar, Polisi: Rekening Tersangka Tinggal Rp 200 Ribu

Regional
Kawah Lumpur Kesongo Blora Meletus, Ini Kronologinya

Kawah Lumpur Kesongo Blora Meletus, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Raju, Atlet Selancar yang Ditolak Masuk Tim PON NTT, Berhasil Raih 2 Medali di Papua

Cerita Raju, Atlet Selancar yang Ditolak Masuk Tim PON NTT, Berhasil Raih 2 Medali di Papua

Regional
Mobil Terios Terbalik, Pengemudi dan Penumpang Malah Kabur, Polisi: Sopirnya Mabuk

Mobil Terios Terbalik, Pengemudi dan Penumpang Malah Kabur, Polisi: Sopirnya Mabuk

Regional
Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Ketahuan Sang Ibu Saat Periksa ke Bidan

Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Ketahuan Sang Ibu Saat Periksa ke Bidan

Regional
Data Aplikasi Tidak Sinkron, Pemkab Landak Kalbar Mengaku Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Data Aplikasi Tidak Sinkron, Pemkab Landak Kalbar Mengaku Tak Dapat Jatah Vaksin Covid-19

Regional
Guru Honorer di Krayan Kaltara Bunuh Macan Tutul dan Unggah Fotonya di Medsos, Ini Alasannya

Guru Honorer di Krayan Kaltara Bunuh Macan Tutul dan Unggah Fotonya di Medsos, Ini Alasannya

Regional
Penembakan Kantor Bank Sinarmas Pontianak Sudah Terjadi Dua Kali

Penembakan Kantor Bank Sinarmas Pontianak Sudah Terjadi Dua Kali

Regional
Polisi Tangkap Kades di Sultra yang Perintahkan Warganya Bawa Bom Saat Demo

Polisi Tangkap Kades di Sultra yang Perintahkan Warganya Bawa Bom Saat Demo

Regional
Anak di Bawah 12 Tahun di Karawang Tak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Anak di Bawah 12 Tahun di Karawang Tak Boleh Masuk Tempat Wisata, Pengunjung Dibatasi 25 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.