Video Viral, Petugas PLN di Medan Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik

Kompas.com - 31/07/2021, 13:56 WIB
Tangkapan layar seorang perempuan petugas PLN di Medan diludahi pelanggan saat menagih tunggakan rekening listrik. Tangkapan LayarTangkapan layar seorang perempuan petugas PLN di Medan diludahi pelanggan saat menagih tunggakan rekening listrik.


MEDAN, KOMPAS.com - Seorang perempuan pegawai PLN di Medan, Sumatera Utara, mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pelanggan.

Pegawai PLN UP3 Medan bernama Ayu Miranda tersebut diludahi oleh pelanggan, saat dia hendak melakukan penagihan tunggakan rekening listrik kepada pelanggan tersebut.

Video dia diludahi bahkan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 12 detik itu menunjukkan pria yang menggunakan masker itu berada di samping mobil yang pintunya terbuka.

Baca juga: Oknum PNS Tendang dan Tampar 2 Warga Tak Bermasker, Pelaku Ngaku Atas Inisiatif Pribadi

Terdengar keributan antara pria di luar mobil dan pegawai PLN yang berada di dalam mobil.

Tak lama berselang, pria yang tak terima listriknya diputus sementara itu menurunkan maskernya dan meludahi perempuan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai meludahi, dia langsung menutup pintu mobil dengan keras.

Kejadian ini diketahui terjadi pada Kamis (29/7/2021) lalu, kira-kira pukul 15.00 WIB di kawasan Jalan Halat, Kota Medan.

Ayu Miranda, pegawai PLN yang diludahi pelanggan itu mengungkapkan kronologinya.

Dia menyebut, sejak awal, mereka sudah mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pelanggan berinisial MRSD itu.

Padahal, petugas PLN yang ke sana sudah dilengkapi dengan surat tugas. Mereka juga dengan cara sopan memberi tahu kepada pelanggan soal penyelesaian tunggakan itu.

"Lalu memang pada saat itu, dari awal kami menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dengan memaki dan mengusir kami. Padahal, kami sudah mengedukasi dan menjelaskan dengan baik kepada pelanggan dan memberikan pilihan, sebenarnya untuk dilunasi atau dilakukan pemutusan sementara," kata Ayu, saat dijumpai di tempat kerjanya, Sabtu (31/7/2021).

Namun, penjelasan dari petugas saat itu seolah-olah tak diterima pelanggan itu.

Sejak awal, kata Ayu, pelanggan itu sudah marah-marah dan mengusir petugas dari rumahnya.

Pelaku bahkan melontarkan makian dan kata-kata kasar kepada petugas, memukul mobil dan terakhir meludahi Ayu.

"Tetapi memang pada saat itu pelanggan memang sepertinya marah dan tidak terima, mengusir kami dan melakukan tindakan-tindakan yang saya rasa tindakan kekerasan dengan melempar batu, memaki dan terakhir saya diludahi. Karena saya akan mempertahankan handphone saya saat itu. Dia hendak merebut. Saya mempertahankan handphone saya dan saya akhirnya diludahi," ungkap Ayu.

Atas kejadian itu, Ayu dan rekan-rekannya langsung menuju Polsek Medan Kota untuk melaporkan tindakan yang mereka terima dari pelaku.

Informasi yang mereka terima, saat ini pelaku telah ditangkap untuk dimintai keterangan oleh polisi.

Baca juga: Oknum TNI Diduga Aniaya 2 Pelajar yang Langgar Prokes Covid-19 hingga Babak Belur

Ayu berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"Kami juga datang dengan sopan, mempermudah pelanggan untuk memenuhi kewajibanya. Setidaknya janganlah melakukan kekerasan karena kita sama-sama manusia," pungkas dia.

Tanggapan PLN

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara meresponss insiden serta perbuatan tidak menyenangkan yang dialami pegawai mereka saat menagih tunggakan rekening listrik kepada salah satu pelanggan di kawasan Jalan Halat, Kota Medan.

PLN bersikukuh menyelesaikan perkara itu melalui jalur hukum. PLN pun telah melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

 

"Karena pelanggan yang berperilaku seperti itu, berlaku kasar kepada petugas kami, tentu kami tidak akan tinggal diam. Dan kami akan melakukan langkah-langkah hukum agar ada efek jera yang diterima oleh pelanggan yang melakukan perilaku kasar. Apalagi, sampai meludah kepada petugas kami," kata Pelaksana tugas Manager Komunikasi PLN UIW Sumut, Yasmir Lukman saat dijumpai di kantornya, Sabtu (31/7/2021).

Dia menegaskan, langkah hukum akan tetap dilanjutkan agar ada efek jera kepada pelanggan yang berperilaku seperti itu. Dia sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi.

"Kejadian itu seharusnya tidak perlu terjadi. Karena petugas kami yang datang ke persil para pelanggan yang ada di Kota Medan ini sudah sesuai dengan prosedur dan SOP yang ada di PLN," ungkap dia.

Baca juga: Jokowi Minta Porang Tak Lagi Diekspor Dalam Bentuk Umbi, Ini Alasannya

Dia mengungkapkan, PT PLN (Persero) dalam menjalankan tugas pelayanan terhadap pelanggan, senantiasa mengedepankan sikap profesional dan kepatuhan terhadap prosedur serta aturan.

Hal ini menjadi bagian dari prinsip yang mesti dijalankan, termasuk oleh petugas di lapangan.

"PLN juga menyesalkan adanya kejadian ini dan mendukung sikap petugas yang taat aturan dan menempuh mekanisme hukum yang berlaku," kata Yasmir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Ada 8 Kasus Aktif Covid-19 di Kota Blitar, Tertinggi dalam 2 Pekan Terakhir

Regional
Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Peternak di Blitar Kehilangan Tas Berisi Uang Rp 427 Juta Saat Ganti Ban Mobil yang Kempes

Regional
Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Oknum Pegawai PMI Surabaya Jual Plasma Konvalesen, 1 Kantong Dijual hingga Rp 5 Juta

Regional
Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Hasil Otopsi ART yang Tewas di Madiun, Terdapat Bekas Pukulan Benda Tumpul di Kepala Korban

Regional
Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Regional
Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Langgar Aturan PPKM Level 1, Dua Kafe Bergengsi di Kota Semarang Disegel Polisi

Regional
Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur, Ditangkap Saat Akan Kabur dengan Kapal

Regional
Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Imigrasi Blitar Mulai Buka, Baru 50 Persen Kuota Layanan Terpakai

Regional
Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Gelar Aksi Peduli Lingkungan, PSDKP Ambon Tanam Mangrove hingga Lepas 1.500 Benih Ikan Kakap

Regional
Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Kronologi Vario Terjun ke Empang hingga Mengakibatkan Pasangan Muda-mudi Tewas di Tempat

Regional
Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Beri Izin Pelaksanaan CFD di Jalan Kembang Jepun Surabaya, Satgas Covid-19: Jika Ada Kerumunan, Bubarkan

Regional
Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Lima Anak Hanyut Saat Berenang di Muara Sungai, 1 Masih Hilang

Regional
Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Korban Diduga Keracunan Makanan di Nganjuk Jadi 45 Orang, Sampel Makanan Dibawa ke Lab Surabaya

Regional
Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Bangunan Sekolah Rusak karena Gempa, Siswa di Ambarawa Kembali Belajar Jarak Jauh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.