Kisah Bagas, Atlet Panahan Asal Klaten di Olimpiade Tokyo, Warisi Bakat dari Ibu

Kompas.com - 29/07/2021, 21:24 WIB
Alviyanto Bagas Prasetyadi (19), pemuda asal Klaten yang menjadi kontingen Indonesia cabor penahan dalam Olimpiade Tokyo 2020. IstimewaAlviyanto Bagas Prasetyadi (19), pemuda asal Klaten yang menjadi kontingen Indonesia cabor penahan dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Kusmiyati mengatakan, Bagas pertama kali ikut lomba panahan ketika masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD).

"Pertama keluar langsung dapat juara. SMP dia selalu masuk di PPLP Jateng. Di PPLP bisa dapat juara," terang dia.

Kusmiyati menceritakan tidak mudah bagi anak semata wayangnya untuk bisa lolos menjadi kontingen Indonesia dalam Olimpiade Takyo 2020.

Baca juga: Windy Cantika Besar di Keluarga Atlet, Begini Cerita Orangtuanya

Banyak cobaan yang harus dihadapi Bagas sampai akhirnya bisa mendapatkan tiket maju ke Olimpiade Tokyo 2020.

"Sampai ke Olimpiade Takyo 2020 jalannya Bagas tidak mudah. Banyak sekali rintangan dan cobaan. Pulang dari tes Asian Games di Jakarta 2018. Pulang dari tes event sempat turun grafiknya. Dampaknya di Pra PON 2019 kemarin dia belum bisa lolos," ungkap dia.

"Bagas tidak lolos di Pra PON tapi dia dapat tiket berangkat ke PON Papua 2021. Soalnya dia ikut di Pelatnas. Jadi, otomatis dia sudah dapat tiket PON," tambah Kusmiyati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakan Kusmiyati, Bagas sempat beberapa kali mengikuti seleksi di Jakarta sebelum akhirnya lolos berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Cerita Pelatih soal Windy Cantika, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020: Sejak Kecil Sudah Beda

Bagas berangkat ke Paris bersama dengan rekannya Riau Ega Agatha dan Arif Dwi Pangestu untuk mengukuti World Cup Paris pada Juni 2021.

Bagas dan rekannya berhasil meraih medali perak beregu putra.

"Habis ke Paris persiapan kurang lebih satu bulan terus berangkat Olimpiade Tokyo 2020. Tapi belum beruntung," tutur Kusmiyati.

Kusmiyati punya cara sendiri dalam memberikan semangat anaknya sehingga bisa menjadi atlet panahan tingkat internasional.

"Kalau dia semangatnya tinggi. Dari kecil sudah tertanam manah (memanah) itu enak. Mungkin dalam pikiran dia termotivasi harus bisa seperti itu. Kebetulan dari lingkungan ada omnya karena dari kecil ikut momong bantu jadi tambah semangat," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Petugas Kependudukan Sempat Tak Percaya

Kisah Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Petugas Kependudukan Sempat Tak Percaya

Regional
Bupati Jember Menyanyi di Pesta Pernikahan, Video Viral hingga Minta Maaf

Bupati Jember Menyanyi di Pesta Pernikahan, Video Viral hingga Minta Maaf

Regional
21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

Regional
Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Regional
2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

Regional
Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Regional
427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Regional
Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Ditangkap, Sempat Tinggalkan Mobil di SPBU

Regional
Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Kasus Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Satu Pegawai Ditarget Dapat 15-20 Nasabah Sehari

Regional
Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

Regional
Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Regional
Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.