Mantan Sekda Riau Yan Prana Jaya Divonis 3 Tahun Penjara

Kompas.com - 29/07/2021, 18:46 WIB
Sidang vonis kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Yan Prana Jaya selaku mantan Sekda Riau di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (29/7/2021). KOMPAS.com/IDONSidang vonis kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Yan Prana Jaya selaku mantan Sekda Riau di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Kamis (29/7/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau, Kamis (29/7/2021).

Yan Prana terbukti terlibat korupsi anggaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak, Riau, pada 2013-2017.

Yan terbukti merugikan negara Rp 1,8 miliar.

Baca juga: Sekda Riau Yan Prana Ditahan Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Rp 1,8 Miliar

Vonis terhadap Yan Prana Jaya dibacakan oleh Hakim Ketua Lilin Herlina, didampingi hakim anggota, Darlina dan Iwan Irawan.

Yan Prana mengikuti sidang secara daring dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Yan Prana terlihat mengenakan baju batik putih coklat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wajahnya tampak murung menyimak putusan majelis hakim.

Sementara pengacara Yan Prana dan jaksa mengikuti sidang putusan secara langsung di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Baca juga: Sudah Sebulan, Hasil Uji Sampel Varian Delta di Riau Belum Juga Keluar

Hakim menyatakan, terdakwa bersalah melanggar Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Menyatakan Yan Prana Jaya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dipotong masa tahanan, dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara kurungan selama 3 bulan,” kata Lilin Herlina.

Yan Prana dan jaksa sama-sama mengajukan waktu untuk berpikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya atas putusan tersebut.

“Terhadap putusan ini, terdakwa maupun penuntut umum punya hak yang sama. Bisa menerima, menyatakan banding, atau pikir-pikir dalam waktu 7 hari,” kata Lilin.

 

Lebih ringan dari tuntutan

Vonis terhadap Yan Prana lebih ringan dari tuntutan jaksa Kejaksaan Tinggi Riau.

Sebelumnya, jaksa menuntut agar hakim menjatuhkan vonis 7,5 tahun penjara.

Jaksa juga menuntut terdakwa Yan Prana dengan denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tidak hanya itu, Yan Prana juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,8 miliar.

Dalam surat dakwaan jaksa, kasus korupsi yang dilakukan Yan Prana Jaya pada saat dia menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Siak.

Yan didakwa bersama-sama dengan Donna Fitria, Ade Kusendang dan Erita.

Menurut jaksa, ada tiga anggaran kegiatan yang diduga dikelola secara melawan hukum, yakni anggaran perjalanan dinas, anggaran pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan pengelolaan anggaran makan minum.

Yan Prana Jaya ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Desember 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Orang Sopir hingga Kernet Truk Ditangkap, Diduga Bawa Kayu Ilegal Berasal dari Hutan Lindung di Riau

5 Orang Sopir hingga Kernet Truk Ditangkap, Diduga Bawa Kayu Ilegal Berasal dari Hutan Lindung di Riau

Regional
Gempa M 5,3 Guncang Keerom, Getarannya Terasa hingga Jayapura

Gempa M 5,3 Guncang Keerom, Getarannya Terasa hingga Jayapura

Regional
Kasus Aktif Covid-19 di Kulon Progo Tersisa 23 Orang

Kasus Aktif Covid-19 di Kulon Progo Tersisa 23 Orang

Regional
Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Jenazah Gilang Diotopsi

Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Jenazah Gilang Diotopsi

Regional
Kunjungi Guru yang Tinggal bersama Kambing, Wabup Ngawi Rencanakan Bantu Pembangunan Rumah

Kunjungi Guru yang Tinggal bersama Kambing, Wabup Ngawi Rencanakan Bantu Pembangunan Rumah

Regional
Tagih Utang Rp 500.000, Pria Ini Malah Dibakar

Tagih Utang Rp 500.000, Pria Ini Malah Dibakar

Regional
Mahasiswa yang Meninggal Saat Diklat Menwa UNS Sempat Keluhkan Keram Kaki

Mahasiswa yang Meninggal Saat Diklat Menwa UNS Sempat Keluhkan Keram Kaki

Regional
2 Perusahaan Penyedia 'Debt Collector' yang Digerebek di Surabaya Kerja Sama dengan 36 Pinjol, Hanya 1 yang Legal

2 Perusahaan Penyedia "Debt Collector" yang Digerebek di Surabaya Kerja Sama dengan 36 Pinjol, Hanya 1 yang Legal

Regional
Seorang Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Panitia Acara Diperiksa Polisi

Seorang Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa UNS, Panitia Acara Diperiksa Polisi

Regional
Cerita Dimas, Peraih Medali Emas PON Asal Lamongan, Terinspirasi Perjuangan Sang Ibu sebagai Orangtua Tunggal

Cerita Dimas, Peraih Medali Emas PON Asal Lamongan, Terinspirasi Perjuangan Sang Ibu sebagai Orangtua Tunggal

Regional
Seorang Ustaz di Lampung Pura-pura Dibegal demi Konten YouTube

Seorang Ustaz di Lampung Pura-pura Dibegal demi Konten YouTube

Regional
Gaya Kasual Menteri Nadiem Saat Meninjau PTM Terbatas di Medan

Gaya Kasual Menteri Nadiem Saat Meninjau PTM Terbatas di Medan

Regional
Diduga Viralkan Videonya Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Diperiksa

Diduga Viralkan Videonya Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Diperiksa

Regional
Bos Besar Penyedia 'Debt Collector' Pinjol di Surabaya Kabur ke Luar Negeri, Polisi: Dia WNI...

Bos Besar Penyedia "Debt Collector" Pinjol di Surabaya Kabur ke Luar Negeri, Polisi: Dia WNI...

Regional
Wilayah Tegalbuleud Sukabumi Terendam Banjir Luapan Sungai

Wilayah Tegalbuleud Sukabumi Terendam Banjir Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.