Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Uang Rp 2 Triliun Akidi Tio, Tabungan Semasa Hidupnya, Wasiat ke Anak Disumbangkan Bantu Masyarakat Sumsel

Kompas.com - 29/07/2021, 16:20 WIB
I Kadek Wira Aditya

Editor

 

Sosok pengusaha sejak di Aceh Timur

Akidi Tio diketahui adalah sosok pengusaha yang bergerak di bidang kontraktor dan perkebunan.

Ia lahir dan merintis usahanya di Langsa, Aceh Timur. Kemudian, Akidi Tio pun pindah dan menetap di Palembang sampai akhir hayat serta memiliki tujuh orang anak.

Lima orang anak Akidi kini sudah menjadi pengusaha sukses dan menetap di Jakarta.

Kemudian, anak pertamanya bernama Johan alias Ahong di Langsa sudah meninggal sejak beberapa waktu silam setelah Akidi tutup usia pada 2009 lalu.

Sementara, Heriyanti, anak bungsu Akidi, kini menetap di Palembang dan juga sukses sebagai pengusaha di berbagai bidang.

"Semua anaknya pengusaha, mendiang bapak Akidi juga berpesan kepada anaknya jika sukses dalam bidang usaha apapun agar membantu orang miskin. Almarhum itu pengusaha di bidang perbesian dan kontainer," ungkap Prof dr Hardi Darmawan yang telah 48 tahun menjadi dokter keluarga Akidi.

Mulanya dalam penyerahan bantuan itu lima orang anak Akidi yang berada di Jakarta sempat ingin datang ke Palembang, bersama seorang notaris serta wakilan dari Bank Indonesia.

Namun, lantaran situasi Covid-19, niat itu batal dan hanya dihadiri oleh Heriyanti yang merupakan anak bungsu Akidi yang kini tinggal di Palembang.

Hardi mengatakan, ia semula mendapatkan telepon dari salah satu anak Akidi.

Baca juga: Terungkap, Uang Rp 2 Triliun Ternyata Tabungan Akidi Tio Semasa Hidup

Keluarga Akidi pun meminta agar dana itu dimanahkan melalui Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.

Jenderal bintang dua ini kebetulan mengenal keluarga almarhum Akidi saat sedang bertugas di Aceh.

"Dua hari sebelum penyerahan kemarin, anaknya ini menelpon saya. Awalnya saya kira minta bantuan saya sebagai dokter, rupanya meminta saya untuk menyerahkan bantuan itu Rp 2 Triliun, saya terkejut karena jumlahnya tidak sedikit," ungkap Hardi, kepada wartawan saat wawancara langsung secara virtual, Selasa (27/7/2021).

(Penulis Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor Aprillia Ika, Abba Gabrilin)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

'Crazy Rich' Grobogan Joko Suranto Daftar Bakal Cagub Jateng di PSI

"Crazy Rich" Grobogan Joko Suranto Daftar Bakal Cagub Jateng di PSI

Regional
Soal Dugaan Jual Beli Seragam di SMP Kendal, Ombudsman Jateng Buka Suara

Soal Dugaan Jual Beli Seragam di SMP Kendal, Ombudsman Jateng Buka Suara

Regional
Sakit Hati Dihina Anak Yatim Piatu, Pria di Jambi Bunuh dan Buang Jasad Temannya ke Sungai

Sakit Hati Dihina Anak Yatim Piatu, Pria di Jambi Bunuh dan Buang Jasad Temannya ke Sungai

Regional
Kepala BP2MI Pantau 3 Jalur yang Biasa Jadi Akses Calon PMI ilegal ke Malaysia

Kepala BP2MI Pantau 3 Jalur yang Biasa Jadi Akses Calon PMI ilegal ke Malaysia

Regional
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Bungo Jambi, Pelaku Pembunuhan Ditangkap

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Bungo Jambi, Pelaku Pembunuhan Ditangkap

Regional
Jadi Kurir Sabu, ASN di Riau Ditangkap dengan Selingkuhannya

Jadi Kurir Sabu, ASN di Riau Ditangkap dengan Selingkuhannya

Regional
4 Bulan Bergulir, Kematian Nasifa di Batanghari Jambi Tak Kunjung Terungkap

4 Bulan Bergulir, Kematian Nasifa di Batanghari Jambi Tak Kunjung Terungkap

Regional
825 Anak di Semarang Stunting, Wali Kota Minta Inovasi Berkelanjutan Tekan Kasus

825 Anak di Semarang Stunting, Wali Kota Minta Inovasi Berkelanjutan Tekan Kasus

Regional
Rumah Pelaku Pembunuh Wanita di Wonogiri Dibakar Warga, Penuh Coretan 'The Legend Of Biadab'

Rumah Pelaku Pembunuh Wanita di Wonogiri Dibakar Warga, Penuh Coretan "The Legend Of Biadab"

Regional
Pasutri Nelayan di Pulau Sebatik Tewas Tersetrum, Ada Luka Bakar di Tubuh Korban

Pasutri Nelayan di Pulau Sebatik Tewas Tersetrum, Ada Luka Bakar di Tubuh Korban

Regional
Balita Asal Selandia Baru Terjatuh di Kapal di Perairan Pulau Komodo

Balita Asal Selandia Baru Terjatuh di Kapal di Perairan Pulau Komodo

Regional
Perkosa Putri Kandung, Sopir Angkot di Maluku Tengah Divonis 13 Tahun Penjara

Perkosa Putri Kandung, Sopir Angkot di Maluku Tengah Divonis 13 Tahun Penjara

Regional
2.031 Peserta Lulus SNBT UTBK di Untidar Magelang, Peminat Terbanyak D3 Akuntansi

2.031 Peserta Lulus SNBT UTBK di Untidar Magelang, Peminat Terbanyak D3 Akuntansi

Regional
Gerindra, PAN, dan Golkar Bertemu Bahas Pilkada Jateng

Gerindra, PAN, dan Golkar Bertemu Bahas Pilkada Jateng

Regional
Aksesnya Sulit Buat Investor Enggan Kelola Stadion Internasional Banten

Aksesnya Sulit Buat Investor Enggan Kelola Stadion Internasional Banten

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com