Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas, DPRD Mengaku Tak Diajak Rapat

Kompas.com - 29/07/2021, 11:09 WIB
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. Garda depan penanganan Covid-19. SHUTTERSTOCK/ELDAR NURKOVICIlustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. Garda depan penanganan Covid-19.

KOMPAS.com - Di tengah tugas berat penanganan Covid-19, insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono dan Nganjuk malah justru akan dialihkan untuk pembangunan Puskesmas.

Wakil Ketua II DPRD Nganjuk, Raditya Haria Yuangga, mengaku tidak tahu alasan Pemkab Nganjuk di era Bupati Novi Rahman Hidayat mengalihkan peruntukan 90 persen dana insentif nakes tersebut.

Angga, demikian dia disapa, merasa DPRD tak pernah diajak musyawarah mengenai kebijakan tersebut.

“Kebetulan waktu itu kita (DPRD) tidak pernah diajak rapat mengenai hal ini. Karena ini kan bukan masuk APBD Kabupaten Nganjuk, tapi kan langsung, yang transfer langsung dari kementerian,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Belum Dibayarkan, Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas

Pembangunan belum dieksekusi

Polisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu heran dengan pihak Pemkab yang ingin membangun Puskesmas di Kecamatan Gondang dan Lengkong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, gedung puskesmas itu tidak terlalu mendesak direnovasi karena masih cukup kokoh.

“Jadi saya rasa pengalihannya (dana insentif) kan dikarenakan hanya ambisi untuk memperbaiki gedungnya, tapi tidak berambisi untuk memperbaiki pelayanannya atau kesejahteraan bagi nakes tersebut,” tuturnya.

Apalagi sampai detik ini rencana tersebut menurutnya belum juga dieksekusi.

“Pada kenyataannya sampai dengan hari ini dana (insentif nakes) tersebut masih utuh, karena dari pihak Dinkes kan belum mengeksekusi satu rupiah pun,” ungkap Angga.

Baca juga: Insentif Nakes RSUD di Nganjuk Belum Dibayar sejak September 2020

 

.. .
Belum dibayar sejak September 2020

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, Heni Rochtanti, membenarkan informasi bahwa insentif nakes belum dibayarkan sejak tahun lalu.

“Kalau (insentif nakes) di rumah sakit itu infonya September sampai Desember (2020) yang belum,” jelas Heni saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/7/2021).

Namun Heni memastikan keterlambatan pembayaran ini hanya dialami nakes RSUD.

Sedangkan insentif nakes puskesmas tahun tahun 2020 sudah dibayarkan.

“Kalau kami di Dinkes, Puskemas Insya Allah sudah tidak masalah. Tapi yang di rumah sakit ini yang saya tidak tahu, sendiri-sendiri kan sekarang, tidak melalui kita. Rumah sakit mengajukan sendiri,” tutur Heni.

Selain bulan September-Desember 2020, insentif nakes dari Januari hingga Juli 2021 juga belum dibayar.

Menurut Heni, pembayaran insentif nakes pada bulan Januari-Juli 2021 masih dalam proses.

“2021 ini memang kita belum semua. Karena ini masih mengubah SK Bupati menyesuaikan dengan KMK (Keputusan Menteri Kesehatan),” papar Heni.

(KOMPAS.COM/Usman Hadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.