Jual Surat Rapid Antigen Covid-19 Palsu Seharga Rp 200 Ribu, Sopir Travel dan Honorer Pelabuhan Ditangkap

Kompas.com - 28/07/2021, 18:18 WIB
Dua pelaku pemalsu surat rapid antigen yang ditangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. KOMPAS.COM/Dok. Humas Polres Lampung SelatanDua pelaku pemalsu surat rapid antigen yang ditangkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Seorang sopir travel dan honorer outsourcing Pelabuhan Bakauheni ditangkap polisi lantaran memalsukan surat rapid antigen Covid-19.

Kedua pelaku yakni W (37) warga Pasar Minggu yang merupakan honorer outsourcing Pelabuhan Bakauheni dan D (29) warga Lampung Selatan yang bekerja sebagai sopir travel ilegal.

Baca juga: 7 Daerah di Lampung Jadi Zona Merah Covid-19

"Keduanya ditangkap di area Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu, 24 Juli 2021 sekitar pukul 04.00 WIB," kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

Penangkapan tersebut berawal dari laporan adanya pungli berkedok surat rapid test Antigen palsu pada saat operasi penyekatan PPKM di Pelabuhan Bakauheni.

Baca juga: Syarat Menyeberang Merak-Bakauheni Diperketat, Penumpang Wajib Bawa STRP Mulai 12 Juli

Menurut Edwin, kedua pelaku mencetak surat hasil rapid Antigen palsu kemudian meminta uang sebesar Rp 200.000 per surat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedua pelaku lalu menggunakan wewenangnya untuk memasukkan penumpang melalui jalur pintu keluar pelabuhan tanpa pemeriksaan rapid Antigen," kata Edwin.

Penangkapan itu dilakukan dengan metode undercover atau menyamar.

 

Aparat menyamar sebagai penumpang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak dan tidak memiliki surat rapid test antigen.

Pada saat itulah, petugas menangkap kedua pelaku yang melakukan tindak pidana pemerasan dan pemalsuan surat rapid test Antigen tersebut.

“Dari tangan kedua pelaku, diamankan barang bukti 16 lembar blangko kosong surat rapid test antigen palsu, uang tunai Rp 800 ribu, dua unit ponsel dan seperangkat alat komputer, scanner serta printer yang digunakan untuk membuat surat rapid test Antigen palsu,” kata Edwin.

Baca juga: Wanita Ber-APD Disebut Jual Surat Swab Seharga Rp 90.000 Dalam Bus, Ini Faktanya

Kedua pelaku saat ini masih mendekam di sel tahanan Mapolres Lampung Selatan.

Untuk pelaku W dipersangkakan Pasal 368 KUH Pidana dan atau Pasal 14 ayat (1) UU RI nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun.

Sedangkan pelaku D, dijerat Pasal 263 atau Pasal 266 KUH Pidana dan atau Pasal 14 ayat (1) dengan UU yang sama, dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Tragedi Susur Sungai: Pemancing Lihat 1 Orang Terpeleset, Seret Siswa Lainnya, Suasana Pun Berubah Panik

Detik-detik Tragedi Susur Sungai: Pemancing Lihat 1 Orang Terpeleset, Seret Siswa Lainnya, Suasana Pun Berubah Panik

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Madiun, 3 Rumah Roboh

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Madiun, 3 Rumah Roboh

Regional
Guru Honorer di NTB Tewas Gantung Diri di Ruang Tamu, Ini Dugaan Pemicunya

Guru Honorer di NTB Tewas Gantung Diri di Ruang Tamu, Ini Dugaan Pemicunya

Regional
Beredar Hoaks Pesawat Terbakar di Solo, Penyebarnya Diburu Polisi

Beredar Hoaks Pesawat Terbakar di Solo, Penyebarnya Diburu Polisi

Regional
Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Regional
Buntut 11 Siswa Tewas di Sungai Ciamis: Ridwan Kamil Larang Kegiatan Susur Sungai, PTM di MTs Harapan Pun Dihentikan

Buntut 11 Siswa Tewas di Sungai Ciamis: Ridwan Kamil Larang Kegiatan Susur Sungai, PTM di MTs Harapan Pun Dihentikan

Regional
Diteriaki Pemancing, Siswa MTs Ini Lolos dari Tragedi Susur Sungai di Ciamis

Diteriaki Pemancing, Siswa MTs Ini Lolos dari Tragedi Susur Sungai di Ciamis

Regional
Hadiri Munas Alim Ulama PPP di Semarang, Anies Ceritakan Pengalaman Bangun Jakarta

Hadiri Munas Alim Ulama PPP di Semarang, Anies Ceritakan Pengalaman Bangun Jakarta

Regional
Sederet Fakta 11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Saat Susur Sungai, Dugaan Polisi dan Instruksi Ridwan Kamil

Sederet Fakta 11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Saat Susur Sungai, Dugaan Polisi dan Instruksi Ridwan Kamil

Regional
Abaikan Nyinyiran, Wasil Sukses Modifikasi Mobil Manual agar Bisa Dikendarai Difabel

Abaikan Nyinyiran, Wasil Sukses Modifikasi Mobil Manual agar Bisa Dikendarai Difabel

Regional
Saat Anggota DPR Ajak Warga Ikut Vaksinasi, Malah Ditantang: 'Kalau Saya Sakit atau Mati, Ibu Mau Tanggungjawab?'

Saat Anggota DPR Ajak Warga Ikut Vaksinasi, Malah Ditantang: "Kalau Saya Sakit atau Mati, Ibu Mau Tanggungjawab?"

Regional
'Saya Baru Tahu, kalau di Kota Masuk Mal Harus Vaksin, di Kampung Belum Penting...'

"Saya Baru Tahu, kalau di Kota Masuk Mal Harus Vaksin, di Kampung Belum Penting..."

Regional
Kisah Duka Keluarga Siswa Mts Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis: Ini Mungkin Sudah Jalannya Allah...

Kisah Duka Keluarga Siswa Mts Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis: Ini Mungkin Sudah Jalannya Allah...

Regional
Sekelompok Pemuda Mabuk Keroyok Polisi, 6 Ditangkap, 2 Buron

Sekelompok Pemuda Mabuk Keroyok Polisi, 6 Ditangkap, 2 Buron

Regional
Tersetrum Kabel Lampu Saat Menonton Pertandingan Voli, Seorang Anak Tewas

Tersetrum Kabel Lampu Saat Menonton Pertandingan Voli, Seorang Anak Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.