Soal Wanita Ber-APD Bagikan Surat Hasil Swab di Bus, Klinik Sebut untuk Penumpang yang Sudah Tes Antigen

Kompas.com - 28/07/2021, 16:26 WIB
Video viral petugas berbaju hazmat diduga jual hasil tes antigen Video viral petugas berbaju hazmat diduga jual hasil tes antigen
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam seorang perempuan mengenakan APD membagikan surat hasil rapid tes antigen di bus, viral di media sosial.

Ia memanggil satu per satu nama penumpang lalu membagikan surat bebas Covid-19. Saat ditanya perekam, ia menjawab harga yang harus dibayar untuk surat itu adalah Rp 90.000.

Perempuan itu juga menyebut surat bebas Covid-19 itu berlaku satu kali 24 jam. Saat mengetahui dirinya sedang direkam, perempuan tersebut terlihat tidak suka.

"Bapak kalau gambar saya diviralin saya enggak ikhlas ya," kata wanita itu.

Baca juga: Wanita Ber-APD Disebut Jual Surat Swab Seharga Rp 90 Ribu Dalam Bus, Ini Faktanya

Klinik klaim penumpang sudah lakukan tes antigen

Video tersebut direkam di dalam bus jurusan Padang-Pariaman-Bukittinggi-Padang Panjang-Payakumbuh, Sumatera Barat pada Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 11.30.

Saat itu bus berada di Kilometer 33 Rest Area Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan bus tersebut hendak menyeberang ke Merak melalui Pelabuhan Bakauheni.

Baca juga: Viral, Video Wanita Ber-APD Bagikan Surat Bebas Covid-19 Seharga Rp 90.000 Dalam Bus, Ini Penjelasan Polisi

"Dari informasi yang saya terima dari kepolisian di Lampung Selatan, video direkam pada 23 Juli 2021 sekitar pukul 11.30 WIB," kata Satake yang dihubungi Kompas.com, Selasa (27/7/2021).

Ia mengatakan perempuan yang menggunakan APD adalah petugas dari Klinik Assalam Medical Center (AMC) 3.

Pihak klinik mengaku para penumpan bus sudah melakukan rapid antigen. Setelah tes mereka naik bus sembari menunggu hasil tes keluar.

Baca juga: Video Viral Diduga Penjualan Surat Hasil Swab Antigen di Bus, Ini Faktanya

Petugas klinik kemudian membagikan surat kepada penumpang yang nonreaktif sekaligus meminta biaya pemeriksaan.

Menurut Satake, jika ada penumpang yang reaktif akan diarahkan untuk tidak melanjutkan perjalanan.

"Apabila para penumpang reaktif maka penumpang tersebut dipanggil dan diarahkan oleh petugas agar tidak melanjutkan perjalanan. Begitu informasi dari Lampung Selatan," jelas Satake.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Perdana Putra | Editor : Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Gibran Usai Terima Gelar Bangsawan dari Keraton Solo

Kata Gibran Usai Terima Gelar Bangsawan dari Keraton Solo

Regional
Siswa SMA Sudah Divaksin tapi PTM Tak Kunjung Digelar, Ini Kata Bupati Wonogiri

Siswa SMA Sudah Divaksin tapi PTM Tak Kunjung Digelar, Ini Kata Bupati Wonogiri

Regional
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bupati Nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat Cs

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Bupati Nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat Cs

Regional
Menara Masjid Raya Baiturrahman Semarang Terbakar, Diduga Korsleting

Menara Masjid Raya Baiturrahman Semarang Terbakar, Diduga Korsleting

Regional
Gubernur Viktor: NTT Punya Sumber Energi Baru Terbarukan yang Sangat Melimpah

Gubernur Viktor: NTT Punya Sumber Energi Baru Terbarukan yang Sangat Melimpah

Regional
Mahasiswa di Nganjuk Dikeroyok di Jalan, 3 Pelaku Masih Berstatus Pelajar

Mahasiswa di Nganjuk Dikeroyok di Jalan, 3 Pelaku Masih Berstatus Pelajar

Regional
Satpol PP Banjarnegara Temukan 2 Rumah Warga Disewakan Jadi Tempat Prostitusi, Tarifnya Rp 20.000

Satpol PP Banjarnegara Temukan 2 Rumah Warga Disewakan Jadi Tempat Prostitusi, Tarifnya Rp 20.000

Regional
Saat Nelayan hingga Warga Pesisir di Kuta Mandalika Divaksin

Saat Nelayan hingga Warga Pesisir di Kuta Mandalika Divaksin

Regional
Perbaiki Jebakan Tikus, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Aliran Listrik

Perbaiki Jebakan Tikus, Petani di Ngawi Tewas Tersengat Aliran Listrik

Regional
Bupati Tapanuli Utara Menanggapi Teguran Jokowi soal APBD

Bupati Tapanuli Utara Menanggapi Teguran Jokowi soal APBD

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 September 2021

Regional
Bupati Cianjur Sebut Ganjil Genap Bukan Solusi Utama Kemacetan di Puncak

Bupati Cianjur Sebut Ganjil Genap Bukan Solusi Utama Kemacetan di Puncak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 September 2021

Regional
Jumlah Kasus Covid-19 di Riau Menurun, Ini Pesan Gubernur

Jumlah Kasus Covid-19 di Riau Menurun, Ini Pesan Gubernur

Regional
Soal Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Penjelasan Sekda

Soal Rombongan Wali Kota Malang Gowes ke Pantai Kondang Merak, Ini Penjelasan Sekda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.