Pecatan Polisi di Kupang Jadi Komplotan Pencuri Ternak Sapi

Kompas.com - 28/07/2021, 15:39 WIB
Ilustrasi daging sapi segar. SHUTTERSTOCK/vitalsIlustrasi daging sapi segar.


Tim Resmob membuntuti YS alias Je'u (35), mulai dari depan Rumah Sakit Umum Undana (Undana Lama), Jalan Jenderal Soeharto, Kelurahan Naikoten I Kota Kupang.

Saat itu Je'u menumpangi mobil angkutan kota dan menuju ke arah Kelurahan Sikumana, Kota Kupang.

Ternyata mobil angkutan kota yang ditumpangi Je'u berhenti di depan rumah milik PL dan memuat beberapa karung dan plastik.

Polisi kemudian menghentikan mobil angkutan kota tersebut dan menemukan daging sapi yang siap dibawa ke Pasar Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang untuk dijual.

Kepada polisi, Je'u mengaku kalau ia bagian dari komplotan PL.

Polisi kemudian mengamankan PL di rumahnya di Kelurahan Sikumana.

Dari hasil interogasi polisi terhadap Je'u dan PL, polisi mengamankan KAN alias Anton (34), selaku pengepul daging sapi hasil curian di pasar Oeba.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Heboh Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ini Faktanya

Selain mengamankan ketiga komplotan pencuri ternak sapi ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa daging sapi segar sebanyak 180 kilogram, parang, pisau, handphone dan timbangan daging.

Dalam pengakuannya, Je'u mengakui kalau daging sapi tersebut diangkut dari rumah PL.

Rencananya daging sapi ini akan dibawa ke Anton, pengempul daging di pasar Oeba Kota Kupang.

Anton sendiri mengaku kalau daging sapi tersebut dibeli dari PL seharga Rp 65.000 per kilogram.

Baca juga: Di Balik Aksi Sukarela Bejo Semprotkan Disinfektan Gratis, Prihatin Rekan dan Kerabat Meninggal karena Covid-19

Sedangkan PL mengakui, daging sapi tersebut merupakan hasil curian dari Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

"PL mengaku, mencuri dua ekor sapi," ujar Krisna.

Aksi pencurian ia lakukan bersama, O, H, R, A dan N.

Polisi kemudian mengembangkan pemeriksaan dan mengamankan anggota sindikat pencurian ternak sapi ini yakni O, H, R, A dan N di rumah mereka masing-masing di wilayah Kota Kupang.

"Saat ini, para pelaku sudah ditahan di Mapolda untuk proses hukum lebih lanjut," kata Krisna. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinggal Keluarga ke Luar Kota, Seorang Remaja Tega Perkosa Adik Kandungnya

Ditinggal Keluarga ke Luar Kota, Seorang Remaja Tega Perkosa Adik Kandungnya

Regional
184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

Regional
Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Regional
Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Regional
Kota Padang Berlaku PPKM Level 2, Ini Aturan yang Baru

Kota Padang Berlaku PPKM Level 2, Ini Aturan yang Baru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Dituduh Mencuri, Pria di Bangkalan Tewas Dibakar Massa | Bos Judi Online Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel

[POPULER NUSANTARA] Dituduh Mencuri, Pria di Bangkalan Tewas Dibakar Massa | Bos Judi Online Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel

Regional
Ganteng-ganteng Koruptor: Kisah 'Serigala' dari Kuansing

Ganteng-ganteng Koruptor: Kisah "Serigala" dari Kuansing

Regional
Kota Blitar Bertahan di PPKM Level 1, Wali Kota Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Akhir Tahun

Kota Blitar Bertahan di PPKM Level 1, Wali Kota Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Akhir Tahun

Regional
Kisah Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Petugas Kependudukan Sempat Tak Percaya

Kisah Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Petugas Kependudukan Sempat Tak Percaya

Regional
Bupati Jember Menyanyi di Pesta Pernikahan, Video Viral hingga Minta Maaf

Bupati Jember Menyanyi di Pesta Pernikahan, Video Viral hingga Minta Maaf

Regional
21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

Regional
Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Regional
2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

Regional
Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Regional
427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.