Wanita Ber-APD Disebut Jual Surat Swab Seharga Rp 90.000 Dalam Bus, Ini Faktanya

Kompas.com - 28/07/2021, 14:18 WIB
Video viral petugas berbaju hazmat diduga jual hasil tes antigen Video viral petugas berbaju hazmat diduga jual hasil tes antigen

LAMPUNG, KOMPAS.com – Rekaman video berdurasi 1 menit 39 detik yang menyebutkan seorang perempuan tenaga kesehatan (nakes) ber-APD lengkap mengutip Rp 90.000 untuk surat bebas Covid-19 menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu juga disebutkan nakes tersebut mengutip uang untuk surat bebas Covid-19 di atas bus, di Jalan Tol Trans-Sumatera.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin mengonfirmasikan, kejadian yang terekam kamera penumpang itu terjadi di Rest Area Km 33 Jalan Tol Trans-Sumatera, Lampung Selatan.

Baca juga: Syarat Menyeberang Merak-Bakauheni Diperketat, Penumpang Wajib Bawa STRP Mulai 12 Juli

“Benar, itu yang direkam di rest area. Kejadiannya pada Jumat, 23 Juli 2021 kemarin,” kata Edwin saat dihubungi, Rabu (28/7/2021) siang.

Namun, Edwin mengatakan, video tersebut tidak menampilkan secara utuh kejadian yang sebenarnya pada hari itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada aktivitas yang terekam video dan beredar itu, kata Edwin, penumpang bus dari Payakumbuh hendak menyeberang ke Merak.

Baca juga: Viral, Video Wanita Ber-APD Bagikan Surat Bebas Covid-19 Seharga Rp 90.000 Dalam Bus, Ini Penjelasan Polisi

Menurut Edwin, lokasi rest area yang disebutkan itu memang tempat rapid test antigen mandiri (berbayar) yang disediakan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda).

“Lokasi rapid test itu sifatnya mandiri dan berbayar. Lokasi rapid test itu legal,” kata Edwin.

Rapid test mandiri ini, kata Edwin, dilakukan bekerja sama dengan Assalam Medical Center dan pengelola jalan tol, PT Hutama Karya.

 

Dari pemeriksaan terhadap sopir bus, kondektur dan petugas pelaksana rapid test, kata Edwin, kegiatan itu sudah sesuai prosedur dan menggunakan alat rapid test antigen yang disediakan oleh klinik.

“Awalnya, semua penumpang itu turun dari bus untuk rapid antigen. Sambil menunggu hasil rapid test, para penumpang naik kembali ke dalam bus,” kata Edwin.

Sebelum perempuan ber-APD itu terekam membagikan surat bebas Covid-19, kata Edwin, kondektur bus sempat diminta untuk mengambil surat itu dan menarik biaya secara kolektif kepada penumpang.

“Tapi kondektur bus tidak mau, sehingga petugas naik ke bus lalu membagikan surat dan menarik biaya rapid. Ini yang direkam oleh penumpang, lalu disebar,” kata Edwin.

Sementara itu, Penanggung Jawab (Pj.) Klinik AMC 3, dr Pipit Yuliarpan mengklarifikasi terkait viralnya video itu di media sosial.

Dalam keterangan tertulisnya, ia menyatakan bahwa tidaklah benar kejadian itu.

"Bahwa video tersebut tidak benar atau hoax dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Video tersebut hanya menunjukan proses akhir dari rangkaian alur pemeriksaan Antigen yang kami laksanakan, yaitu pendaftaran, pemeriksaan, pembayaran dan pembagian hasil," kata Pipit saat dihubungi, Rabu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gerebek Tempat Judi Online di Pekanbaru, 59 Orang Ditangkap

Polisi Gerebek Tempat Judi Online di Pekanbaru, 59 Orang Ditangkap

Regional
Atlet Pencak Silat Peraih Medali Emas PON Papua Tunaikan Nazar Jalan Kaki 62 Km

Atlet Pencak Silat Peraih Medali Emas PON Papua Tunaikan Nazar Jalan Kaki 62 Km

Regional
Video Viral Kepala Dusun Berjoget di Atas Meja Kades, Pelaku Dirumahkan 3 Bulan

Video Viral Kepala Dusun Berjoget di Atas Meja Kades, Pelaku Dirumahkan 3 Bulan

Regional
Petani Tewas Tersambar Petir, Diketahui Setelah Traktor Berjalan Sendiri

Petani Tewas Tersambar Petir, Diketahui Setelah Traktor Berjalan Sendiri

Regional
Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi Lakukan Transaksi di Bawah Jembatan Suramadu

Pelaku Jual Beli Satwa Dilindungi Lakukan Transaksi di Bawah Jembatan Suramadu

Regional
TKA Asal China Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tempat Kerjanya

TKA Asal China Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tempat Kerjanya

Regional
Mentan: Kabupaten dan Kota di Indonesia Harus Bisa Ekspor, Itu Perintah Presiden

Mentan: Kabupaten dan Kota di Indonesia Harus Bisa Ekspor, Itu Perintah Presiden

Regional
Ditemukan 30 Pohon Ganja di Tasikmalaya, Pemiliknya Sudah 2 Kali Panen

Ditemukan 30 Pohon Ganja di Tasikmalaya, Pemiliknya Sudah 2 Kali Panen

Regional
SD, SMP dan SMA di Kota Madiun Sudah PTM, TK Tunggu Zona Hijau

SD, SMP dan SMA di Kota Madiun Sudah PTM, TK Tunggu Zona Hijau

Regional
Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Sandiaga Uno: Proses dan Terapkan Hukum Seadil-adilnya

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Sandiaga Uno: Proses dan Terapkan Hukum Seadil-adilnya

Regional
Viral, Video Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, Ini Penjelasan BMKG

Viral, Video Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Someone Has To Die, Novel Bertema Terorisme di Indonesia Karya Warga AS

Someone Has To Die, Novel Bertema Terorisme di Indonesia Karya Warga AS

Regional
Kabupaten Puncak Jaya Berhasil Raih Opini WTP, Ini Kata Bupati

Kabupaten Puncak Jaya Berhasil Raih Opini WTP, Ini Kata Bupati

Regional
Cara Menggunakan E-Parking di Kota Medan dan Lokasi Berlaku Sistem Pembayaran Nontunai

Cara Menggunakan E-Parking di Kota Medan dan Lokasi Berlaku Sistem Pembayaran Nontunai

Regional
Selama 5 Bulan Dipenjara, Junaidi Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Oknum Polisi

Selama 5 Bulan Dipenjara, Junaidi Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.