Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jember Banyak yang Mundur, Ini Alasannya...

Kompas.com - 28/07/2021, 13:55 WIB
Rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Jember dengan Dinkes dan rumah sakit terkait penannganan Covid-19 Kompas.com/Bagus SupriadiRapat dengar pendapat Komisi D DPRD Jember dengan Dinkes dan rumah sakit terkait penannganan Covid-19

JEMBER, KOMPAS.com – Anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menyoroti sejumlah relawan pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang mundur. Dari 140 relawan, kini tersisa belasan orang.

“Dari jumlah awal yang terekrut sebanyak 140 orang, sekarang tinggal belasan,” kata Ardi dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Jember dengan Dinkes, BPBD dan rumah sakit pada Selasa (27/7/2021).

Ardi menyayangkan hal itu. Apalagi, para relawan sangat berperan dalam penanganan jenazah pasien Covid-19.

Ardi menyebut, salah satu alasan para relawan itu mengundurkan diri adalah tidak mendapat insentif selama bekerja.

Baca juga: Menyamar Jadi Pembeli, Tim Kejaksaan Tangkap Penjual Tabung Oksigen yang Patok Harga Tinggi di Surabaya

“Dulu ada honornya, namun sekarang tidak ada,” tegas dia.

Menurutnya, para relawan pemakaman memang bertugas karena panggilan kemanusiaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, mereka juga perlu mendapatkan insentif sebagai jerih payah melakukan pekerjaan yang tidak ringan.

Ia menyarankan BPBD Jember agar kembali melakukan rekrutmen. Jika diperlukan, DPRD Jember akan mendorong Satgas Covid-19 agar ikut melakukan rekrutmen.

Sementara itu, Plt kepala BPBD Jember M Djamil menjelaskan, mundurnya relawan pemakaman jenazah Covid-19 itu hal yang biasa. Sebab para relawan itu datang silih berganti.

”Setelah mundur, ada lagi yang datang,” aku dia.

 

Djamil menilai, para relawan mundur bukan karena mendapat perlakuan tak enak dari masyarakat. Mereka mundur karena pekerjaan yang cukup berat.

“Karena kerjanya berat, mereka juga tidak terikat,” tambah dia.

Ia menambahkan para relawan itu merupakan mitra kerja BPBD Jember. Jika mereka ada waktu, maka ikut membantu.

Baca juga: Dinkes Jember: Tempat Isolasi Terpusat Hotel Kebonagung Sudah Terisi 11 Orang

“Kalau mereka ikut kerja, ada uang saku untuk pengganti bensin dan makan,” papar dia.

Djamil mengaku tak terlalu khawatir dengan mundurnya ratusan relawan pemakaman tersebut. Sebab, masih tersedia relawan yang siap mengantarkan jenazah pasien Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Pakai Masker, Pengantin yang Akan ke KUA Terjaring Razia Protokol Kesehatan

Tak Pakai Masker, Pengantin yang Akan ke KUA Terjaring Razia Protokol Kesehatan

Regional
Potensi Bencana Alam di Jatim Tinggi, Gubernur Khofifah Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Potensi Bencana Alam di Jatim Tinggi, Gubernur Khofifah Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan

Regional
Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Grobogan Terungkap, Korban Dibunuh Pacarnya karena Cemburu

Kasus Mayat Terbungkus Plastik di Grobogan Terungkap, Korban Dibunuh Pacarnya karena Cemburu

Regional
Brigadir Kansep, Polisi Penembak Mati Buronan di Depan Anak dan Istri Korban Divonis 7 Tahun Penjara

Brigadir Kansep, Polisi Penembak Mati Buronan di Depan Anak dan Istri Korban Divonis 7 Tahun Penjara

Regional
Saksi Ahli Pastikan Ada Sianida di Sate Kiriman Nani

Saksi Ahli Pastikan Ada Sianida di Sate Kiriman Nani

Regional
Kelompok Zikir di Sumedang Diduga Melenceng dari Islam, Istri Disuruh Cerai dari Suami, Ini Duduk Perkaranya

Kelompok Zikir di Sumedang Diduga Melenceng dari Islam, Istri Disuruh Cerai dari Suami, Ini Duduk Perkaranya

Regional
2 LRT Jabodebek Rusak akibat Tabrakan, Dirut INKA: Setelah Investigasi Selesai, Kereta Itu Diperbaiki

2 LRT Jabodebek Rusak akibat Tabrakan, Dirut INKA: Setelah Investigasi Selesai, Kereta Itu Diperbaiki

Regional
Pura-pura ke ATM, Kopassus Gadungan Bawa Kabur Motor Warga di Semarang

Pura-pura ke ATM, Kopassus Gadungan Bawa Kabur Motor Warga di Semarang

Regional
Banyak Peziarah Buang Celana Dalam untuk Buang Sial di Gunung Sanggabuana, Ini Kata Kepala Disparbud Karawang

Banyak Peziarah Buang Celana Dalam untuk Buang Sial di Gunung Sanggabuana, Ini Kata Kepala Disparbud Karawang

Regional
Universitas Negeri Malang Mulai Kuliah Tatap Muka

Universitas Negeri Malang Mulai Kuliah Tatap Muka

Regional
Terduga Pencuri Dihakimi Warga Desa hingga Tewas, Jenazahnya Langsung Dikubur di Kaki Gunung Cikuray

Terduga Pencuri Dihakimi Warga Desa hingga Tewas, Jenazahnya Langsung Dikubur di Kaki Gunung Cikuray

Regional
Indeks Kemerdekaan Pers Jabar Peringkat 2 Se-Indonesia dari Sebelumnya Ranking 29

Indeks Kemerdekaan Pers Jabar Peringkat 2 Se-Indonesia dari Sebelumnya Ranking 29

Regional
Amarah 'Emak-emak' Saat Geruduk Kantor PDAM Cianjur, 'Tiga Bulan Air Ledeng Tersendat, Ini Gimana Susah Mandi...'

Amarah "Emak-emak" Saat Geruduk Kantor PDAM Cianjur, "Tiga Bulan Air Ledeng Tersendat, Ini Gimana Susah Mandi..."

Regional
Tabrakan LRT Jabodebek, Dirut INKA: Masinis Luka Ringan, Dirawat di RS dan Kondisinya Sadar

Tabrakan LRT Jabodebek, Dirut INKA: Masinis Luka Ringan, Dirawat di RS dan Kondisinya Sadar

Regional
Disdik Riau Kaji Penambahan Durasi PTM bagi Siswa SMA dan SMK

Disdik Riau Kaji Penambahan Durasi PTM bagi Siswa SMA dan SMK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.