Banyak Keluhan dari Masyarakat, Kabupaten Tangerang Tetap Wajibkan Bawa Fotokopi E-KTP untuk Vaksinasi

Kompas.com - 28/07/2021, 13:53 WIB
Ilustrasi vaksinasi. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi vaksinasi.

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten masih tetap dengan aturan harus menyertakan fotokopi e-KTP sebagai syarat untuk vaksinasi.

Padahal Kementerian Kesehatan tidak mewajibkan untuk membawa fotokopi e-KTP.  Aturan itu di media sosial juga ramai kritikan.

Sebelumnya, ada warga juga yang mengeluh karena diminta membawa fotokopi e-KTP saat mendaftar vaksinasi. Keluhan itu diceritakan dalam media sosial Twitter.

Baca juga: Vaksinasi di Kabupaten Tangerang Masih Diminta Bawa Fotokopi KTP, Ini Alasannya

Bahkan, beberapa warganet mengaku diminta pulang karena tidak membawa fotokopi e-KTP, meski mereka membawa e-KTP asli.

Juru Bicara Satuan Tugas (satgas) Penangangan Covid-19 Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmidzi mengatakan, hingga saat ini aturan itu masih sama dan belum diubah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya, untuk kebaikan yang divaksin, kalau salah input NIK bisa nggak dapat sertifikat vaksin, repot lagi," kata Tarmidzi dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: 3 Alasan Tolak Serahkan Fotokopi E-KTP untuk Vaksinasi Menurut Pakar

Hendra mengatakan, sebelumnya pernah ada kebijakan tidak perlu membawa fotokopi e-KTP. Namun yang terjadi adalah banyak NIK yang salah input sehingga berimbas pada tidak validnya sertifikat vaksin.

Karena itu, kata dia, masyarakat yang hendak vaksinasi di wilayah Kabupaten Tangerang wajib menyiapkan fotokopi KTP dari rumah supaya proses vaksinasi berjalan lancar.

 

Soal keamanan data dari e-KTP yang difotokopi, Hendra menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir.

"Fotocopy KTP dan dokumen blangko isian persyaratan vaksinasi menjadi arsip Puskesmas yang disimpan dan nantinya diberikan ke Dinas Perpustakaan dan arsip daerah. Setelah lima tahun sebagai arsip statis, baru dimusnahkan," ungkapnya.

Informasi soal wajib menyiapkan KTP dari rumah juga diunggah oleh akun Instagram resmi @pemkabtangerang, Rabu (28/7/2021).

Unggahan itu berupa flyer tersebut mengimbau warga untuk menyiapkan KTP dari rumah. Dalam unggahan itu disebutkan alasan kenapa warga harus menyiapkan fotokopi KTP.

Tertulis alasannya banyak ditemukan dokumen peserta vaksin tidak ditulis lengkap bahkan tidak benar.

Sehingga fotokopi e-KTP diminta untuk memudahkan verifikasi dengan lengkap dan benar oleh petugas. Jika data benar, maka sertifikat vaksin segera keluar.

"Karena itu, bantu kami. Kami tidak ingin menyulitkan siapapun, siapkan copy KTP dari rumah. Agar semua berjalan lancar! Terimakasih atas semua pengertiannya," tulis akun tersebut diakhir caption.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Regional
Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Regional
Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Regional
Buntut Banteng Vs Celeng, Ketua Seknas Ganjar Indonesia Diperingatkan DPP PDI-P

Buntut Banteng Vs Celeng, Ketua Seknas Ganjar Indonesia Diperingatkan DPP PDI-P

Regional
Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, 1 Orang Jadi DPO

Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, 1 Orang Jadi DPO

Regional
Soal Rencana Beli Klub Bola Asal Garut Persigar, Ini Kata Mulan Jameela

Soal Rencana Beli Klub Bola Asal Garut Persigar, Ini Kata Mulan Jameela

Regional
Yakin Berjaya Pada Pemilu 2024, PPP Targetkan 11 Juta Suara

Yakin Berjaya Pada Pemilu 2024, PPP Targetkan 11 Juta Suara

Regional
Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar, BKSDA Jatim: Pelaku Tak Kantongi Izin

Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar, BKSDA Jatim: Pelaku Tak Kantongi Izin

Regional
Seorang Remaja Hilang Saat Mendaki di Gunung Andong Magelang

Seorang Remaja Hilang Saat Mendaki di Gunung Andong Magelang

Regional
Pemilik Situs Judi Online di Pekanbaru Dapat Rp 20 Juta Sehari

Pemilik Situs Judi Online di Pekanbaru Dapat Rp 20 Juta Sehari

Regional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Lab PCR di RSUD Kardinah Tegal Dioperasikan

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Lab PCR di RSUD Kardinah Tegal Dioperasikan

Regional
Emil Dardak Temui Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Apa Saja yang Dibahas?

Emil Dardak Temui Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Apa Saja yang Dibahas?

Regional
Janjikan Bonus untuk Atlet PON, Gubernur NTB: Jangan Sampai Ada yang Menderita di Usia Tua

Janjikan Bonus untuk Atlet PON, Gubernur NTB: Jangan Sampai Ada yang Menderita di Usia Tua

Regional
Terkait Gempa Bali, Sandiaga Pastikan Fasilitas Wisata Tidak Terganggu

Terkait Gempa Bali, Sandiaga Pastikan Fasilitas Wisata Tidak Terganggu

Regional
Nenek di Kudus Diduga Jadi Korban Pencabulan Remaja 17 Tahun

Nenek di Kudus Diduga Jadi Korban Pencabulan Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.