Kapal Kandas, 587 Penumpang KM Tidar Tujuan Ambon Dievakuasi

Kompas.com - 27/07/2021, 16:19 WIB
Sebanyak 587 penumpang KM Tidar dievakuasi dari atas kapal tersebut, Selasa (27/7/22021). Evakuasi ratusan penumpang kapal ini melibatkan 50 personel gabungan yang terdiri dari Polairnud Pulau Buru, Basarnas, KPLP, dan TNI/Polri setempat KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSebanyak 587 penumpang KM Tidar dievakuasi dari atas kapal tersebut, Selasa (27/7/22021). Evakuasi ratusan penumpang kapal ini melibatkan 50 personel gabungan yang terdiri dari Polairnud Pulau Buru, Basarnas, KPLP, dan TNI/Polri setempat

AMBON, KOMPAS.com- Kapal milik PT. Pelni, KM Tidar yang hendak berlayar dengan rute tujuan Pelabuhan Ambon hingga Selasa (27/7/2021) sore, masih kandas di perairan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.

“Kapal sampai sore ini masih kandas di Namlea,” kata Kepala Operasional PT Pelni Cabang Ambon, Muhamad Assagaff kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Selasa sore.

Baca juga: Mahasiswa dan Polisi Bentrok dalam Demo Lanjutan Tolak PPKM di Ambon

Ratusan penumpang dievakuasi

Pihaknya telah mengambil keputusan untuk mengevakuasi 587 penumpang yang ada di atas kapal tersebut.

Proses evakuasi ratusan penumpang kapal ini dilakukan dengan melibatkan 50 personel gabungan yang terdiri dari Polairnud Pulau Buru, Basarnas, KPLP, dan TNI/Polri setempat.

“Hari ini semua penumpang sudah berhasil dievakuasi ke Namlea,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Izin Tinggal Habis dan Resahkan Warga, WNA Asal Denmark di Bali Dideportasi

Dari 587 penumpang yang dievakuasi, sebanyak 46 penumpang naik dari pelabuhan Namlea. Sedangkan 541 penumpang merupakan penumpang lanjutan dari daerah lainnya.

“46 Penumpang dari Namlea dan 541 penumpang merupakan penumpang lanjutan, hari ini semuanya sudah berhasil dievakuasi dari atas kapal,” ujarnya.

 

Dia mengatakan ratusan penumpang yang dievaluasi itu nantinya akan diangkut dengan KM Pangorango milik PT Pelni.

Sesuai jadwal, kapal itu akan tiba di Pelabuhan Namlea sore ini.

“Nanti jam 5 sore ini ada (kapal) Pangrango yang masuk nanti penumpang yang dievakuasi itu akan dibawa dengan kapal ini. Nanti penumpang dibawah ke Ambon ke Tual, Dobo, Kainama, Fak-Fak dan Sorong,” ujarnya.

Penyebab kapal kandas

Saat disinggung soal penyebab hingga kapal tersebut kandas, Assagaff mengaku faktor alam menjadi penyebab utamanya.

“Penyebabnya karena faktor alam, angin kencang meniup kapal hingga posisi kapal berpindah dari rute dan kandas,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan KM Tidar kandas saat berlayar dari Pelabuhan Namlea menuju Pelabuhan Ambon pada , Senin (26/7/2021).

Kapal tersebut kandas tak jauh dari peraiaran di sekitar pelabuhan Namlea. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Kades di Riau Minta Rp 2 Juta Tiap Bantu Pembuatan Surat Tanah

Seorang Kades di Riau Minta Rp 2 Juta Tiap Bantu Pembuatan Surat Tanah

Regional
Bentrok Warga dengan Simpatisan Perguruan Silat di Lamongan, 3 Orang Luka, Situasi Diklaim Sudah Terkendali

Bentrok Warga dengan Simpatisan Perguruan Silat di Lamongan, 3 Orang Luka, Situasi Diklaim Sudah Terkendali

Regional
Kalbar Masuk 4 Besar Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Kadinkes: Semua Harus Hati-hati

Kalbar Masuk 4 Besar Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Kadinkes: Semua Harus Hati-hati

Regional
Aniaya Warga yang Hendak Jual Tanah dengan Parang, Pria Ini Ditangkap Polisi

Aniaya Warga yang Hendak Jual Tanah dengan Parang, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Cerita Nasi Soto Ayam Murah Rp 2.000 Per Porsi Milik Yus, Pelanggannya Ojol hingga Bermobil

Cerita Nasi Soto Ayam Murah Rp 2.000 Per Porsi Milik Yus, Pelanggannya Ojol hingga Bermobil

Regional
94 Anak Kehilangan Orangtua akibat Covid-19 di Sulsel Dapat Santunan Rp 2,5 Juta

94 Anak Kehilangan Orangtua akibat Covid-19 di Sulsel Dapat Santunan Rp 2,5 Juta

Regional
Ridwan Kamil Semringah, Jokowi Teken Perpres Pengembangan Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Semringah, Jokowi Teken Perpres Pengembangan Jabar Utara dan Selatan

Regional
Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Diperiksa Inspektorat

Oknum ASN Pemkab Madiun yang Diduga Telantarkan Istri Siri Diperiksa Inspektorat

Regional
Tak Setuju Ganjil Genap di Tempat Wisata, Bupati Banyumas: Sepi, Enggak Ada yang Lewat

Tak Setuju Ganjil Genap di Tempat Wisata, Bupati Banyumas: Sepi, Enggak Ada yang Lewat

Regional
Kisah Pencuri Kirim Surat dan Kembalikan Barang Curian Lewat Ojek Online, Mengaku Terjerat Pinjol

Kisah Pencuri Kirim Surat dan Kembalikan Barang Curian Lewat Ojek Online, Mengaku Terjerat Pinjol

Regional
PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

PPKM di Sumut Kembali Diperpanjang, Begini Penjelasan Edy Rahmayadi

Regional
Polisi dan ASN Jadi Dalang Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolres Bandar Lampung: Mereka Sengaja Keliling Cari Target

Polisi dan ASN Jadi Dalang Perampokan Mobil Mahasiswa, Kapolres Bandar Lampung: Mereka Sengaja Keliling Cari Target

Regional
Tersisa 4 Daerah di Pekanbaru Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota: Jangan Abaikan Prokes

Tersisa 4 Daerah di Pekanbaru Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota: Jangan Abaikan Prokes

Regional
Di Tanah Bumbu Kalsel, Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Pertama di Kalimantan

Di Tanah Bumbu Kalsel, Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel Pertama di Kalimantan

Regional
Warga Serang Adang Truk Sampah dari Tangsel, Protes: 'Baunya Luar Biasa 24 Jam, Sampai Enggak Nafsu Makan...'

Warga Serang Adang Truk Sampah dari Tangsel, Protes: "Baunya Luar Biasa 24 Jam, Sampai Enggak Nafsu Makan..."

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.