Cerita Ibu Rambu Berkeliling Salurkan Bantuan untuk Warga Isoman Saat Bayinya Sudah Tidur

Kompas.com - 26/07/2021, 19:31 WIB
Rambu Mbali Juli (kiri) dan suaminya bernama Kristoforus Maxi Bere (kanan) saat ditemui Kompas.com di kediamannya yang beralamat di Jalan Johar, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (26/7/2021) siang. KOMPAS.com/IGNASIUS SARARambu Mbali Juli (kiri) dan suaminya bernama Kristoforus Maxi Bere (kanan) saat ditemui Kompas.com di kediamannya yang beralamat di Jalan Johar, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (26/7/2021) siang.

WAINGAPU, KOMPAS.com - Senyum Rambu Mbali Juli (25) terlihat berseri di kediamannya pada Senin (26/7/2021).

Rambu sibuk menyiapkan bungkusan bantuan yang bertumpuk di ruang tamu rumah Rambu di Jalan Johar, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan itu disalurkan ke sejumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di Kota Waingapu, Sumba Timur.

"Ini disalurkan ke saudara-saudara yang sedang menjalani isoman. Jadi, ini berupa makanan, masker, dan vitamin," kata Rambu kepada Kompas.com, di rumahnya, Senin siang.

 

Bantu salurkan untuk pasien isoman

Rambu menceritakan, bantuan tersebut diberikan oleh Urban Company melalui seorang ibu bernama Maharani Kemala dari Provinsi Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awalnya, Maharani mengirimkan pesan lewat direct message (DM) melalui Instagram kepada kakak dari Rambu Mbali Juli.

Baca juga: Ada 822 Kasus Aktif Covid-19 di Sumba Timur, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab...

Adapun kakak dari Rambu tersebut bekerja di salah satu Bank BUMN di Sumba Timur, NTT.

Isi pesan dari Maharani adalah meminta tolong untuk menyalurkan bantuan bagi pasien isoman di wilayah itu.

"Karena kaka sibuk bekerja, jadi minta tolong saya untuk bantu membagikan informasi melalui sosial media bahwa akan ada penyaluran makanan dan vitamin (bagi pasien isoman)," ujar Rambu.

Rambu menyertakan nomor teleponnya pada informasi yang ia sebarkan di media sosial.

Ia mengungkapkan, para pasien yang ingin mendapatkan bantuan bisa menghubungi nomor telepon itu.

Persyaratannya adalah fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan hasil tes cepat antigen atau PCR dari pasien isoman.

 

Sejumlah berkas tersebut difoto dan dikirimkan kepada Rambu melalui aplikasi pengirim pesan WhatsApp.

Beli barang di Kota Waingapu

Rambu mengungkapkan, rencana awalnya adalah dikirim dalam bentuk barang dari pihak Urban Company.

Namun rencana tersebut diurungkan karena di Bali sudah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

"Takutnya barang tiba terlambat. Sementara orang di sini membutuhkan bantuan," ungkap Rambu.

Baca juga: Soal Warga Rampas Jenazah Pasien Covid-19 di Kupang, Keluarga Minta Maaf, Suami dan Anak Ikut Terpapar

Kemudian Maharani mengirimkan uang kepada kakak Rambu.

Setelah itu, Rambu dan kakaknya membelikan barang berupa makanan, vitamin, dan masker dari uang yang dikirimkan Maharani tersebut.

Ia menjelaskan, batas kuota pasien isoman yang terima bantuan kali ini adalah 100 orang.

Merasa tergerak untuk membantu

Rambu menjelaskan, saat ini ia memilik anak bayi yang berusia lima bulan.

Ia harus membagi waktu untuk mengurus anak, menyalurkan bantuan pasien isoman, dan beberapa urusan lainnya.

Rambu dibantu oleh adik-adiknya untuk mengemas paket bantuan.

 

Sementara untuk membawa bantuan sampai di depan halaman rumah beberapa pasien isoman, ia dibantu suaminya, Kristoforus Maxi Bere (29).

Rambu dan Kristoforus berkeliling untuk menyalurkan bantuan saat bayi mereka sudah tidur.

Selain itu, Rambu juga harus menunggu keluarga dari sebagian pasien isoman yang datang mengambil bantuan di rumah. Sebab, ia harus melakukan pengecekan.

Meski ada urusan di luar rumah yang harus diselesaikan, Rambu tetap setia menunggu keluarga pasien yang datang mengambil bantuan di rumahnya.

Baca juga: Ambulans Sibuk Bawa Jenazah Covid-19, Mobil Tahanan Kejari Dikerahkan Angkut Tabung Oksigen Medis

"Saya berpikir, yah kalau bukan kita yang sehat, mau siapa lagi yang membantu (pasien isoman) di Kota Waingapu. Dari hati nuraninya saya bilang, kalau bantu menyalurkan saja itu tidak susah," kata Rambu.

Menurut Rambu, banyak orang yang enggan membantu pasien isoman karena takut terpapar virus corona.

Ia pun menyalurkan bantuan untuk beberapa pasien isoman itu dengan ikhlas dan sepenuh hati karena berbela rasa dengan mereka.

"Semoga saudara kita yang sedang isoman bisa sehat. Harus lebih berpikir yang positif supaya virus corona bisa lenyap dari diri kita," kata Rambu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Bandang dan Longsor Terjadi di Bandung Barat

Banjir Bandang dan Longsor Terjadi di Bandung Barat

Regional
Soal Sopir Truk Kontainer Terlibat Kecelakaan dan Tewaskan Bos Indomaret, Polisi: Identitasnya Sudah Ada

Soal Sopir Truk Kontainer Terlibat Kecelakaan dan Tewaskan Bos Indomaret, Polisi: Identitasnya Sudah Ada

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 2 Kelurahan di Bangkalan, Warga Lari Berhamburan

Angin Puting Beliung Terjang 2 Kelurahan di Bangkalan, Warga Lari Berhamburan

Regional
Ikut Vaksinasi Massal, Pelajar SMP dan SMA di Kendari Diantar Jemput Pete-pete

Ikut Vaksinasi Massal, Pelajar SMP dan SMA di Kendari Diantar Jemput Pete-pete

Regional
WN Amerika Tewas Gantung Diri di Kawasan Monkey Forest Ubud, Tinggalkan Surat Wasiat di Penginapan

WN Amerika Tewas Gantung Diri di Kawasan Monkey Forest Ubud, Tinggalkan Surat Wasiat di Penginapan

Regional
Juru Parkir di Medan Demo Lagi, Bobby Nasution Kaji Ulang E-Parking

Juru Parkir di Medan Demo Lagi, Bobby Nasution Kaji Ulang E-Parking

Regional
Kerja di Pinjol Ilegal, Ancaman Hukumannya Mulai dari 9 Tahun Penjara

Kerja di Pinjol Ilegal, Ancaman Hukumannya Mulai dari 9 Tahun Penjara

Regional
Cerita Wagub Lampung Diteror Debt Collector Pinjol, Balas Chat: 'Jangan Hubungi Saya Lagi...'

Cerita Wagub Lampung Diteror Debt Collector Pinjol, Balas Chat: "Jangan Hubungi Saya Lagi..."

Regional
Kisah Junaidi Dipenjara 5 Bulan karena Dituduh Curi Sawit, Bebas Setelah Tak Terbukti Bersalah

Kisah Junaidi Dipenjara 5 Bulan karena Dituduh Curi Sawit, Bebas Setelah Tak Terbukti Bersalah

Regional
Aksara Lampung Disiapkan Menuju Pembakuan Digital

Aksara Lampung Disiapkan Menuju Pembakuan Digital

Regional
Kronologi Seorang Anak Aniaya Ayah Kandungnya, Ini Penyebabnya

Kronologi Seorang Anak Aniaya Ayah Kandungnya, Ini Penyebabnya

Regional
Ditelantarkan Usai Nikah Siri, Perempuan Ini Laporkan Oknum ASN Pemkab Madiun ke Inspektorat

Ditelantarkan Usai Nikah Siri, Perempuan Ini Laporkan Oknum ASN Pemkab Madiun ke Inspektorat

Regional
Protes Banjir Rob Bertahun-tahun, Warga Belawan Mandi Air Laut di Depan Kantor Gubernur Sumut

Protes Banjir Rob Bertahun-tahun, Warga Belawan Mandi Air Laut di Depan Kantor Gubernur Sumut

Regional
Tolak Pilkades Serentak, Massa Blokade Jalur Trans Sulawesi dan Ricuh di Dinas Sosial

Tolak Pilkades Serentak, Massa Blokade Jalur Trans Sulawesi dan Ricuh di Dinas Sosial

Regional
Curi Baterai Tower, 3 Pria di Kupang Ditangkap Polisi

Curi Baterai Tower, 3 Pria di Kupang Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.