Pengibaran Bendera Setengah Tiang karena Nakes Meninggal Berujung Permintaan Maaf

Kompas.com - 26/07/2021, 18:43 WIB
Bendera setengah tiang sempat berkibar di RSUD Tarakan. Bendera dikibarkan para nakes di RSUD Tarakan atas nama solidaritas dimana seorang Nakes disana meninggal akibat covid19 Dok.IstimewaBendera setengah tiang sempat berkibar di RSUD Tarakan. Bendera dikibarkan para nakes di RSUD Tarakan atas nama solidaritas dimana seorang Nakes disana meninggal akibat covid19

KOMPAS.com- Bendera Merah Putih berkibar setengah tiang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Kalimantan Utara, pada Jumat (23/7/2021).

Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan setelah ada seorang tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit itu yang meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Nakes yang tutup usia adalah Marisi Edenta Sinaga (39).

Baca juga: Bendera Dikibarkan Setengah Tiang di RSUD Tarakan, Plt Direktur Minta Maaf

Dia merupakan seorang analis Laboratorium Mikrobiologi RSUD Tarakan yang sudah mengabdi selama delapan tahun. Mendiang sudah dimakamkan pada Sabtu (24/7/2021).

Marisi Sinaga dikenal sebagai pribadi yang berakhlak baik.

Sosoknya ramah dalam bergaul dan punya kepedulian tinggi terhadap orang lain, sehingga dicintai para nakes di RSUD Tarakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Para nakes ini sangat solidaritas karena kehilangan teman yang disayangi. Akhirnya lupa bahwa lambang negara, Garuda Pancasila, dan bendera merah putih, tidak boleh diperlakukan sekehendak hati mereka," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Tarakan dr Franky Sientoro saat dihubungi, Senin (26/7/2021).

Franky Sientoro pun meminta maat atas adanya pengibaran bendera setengah tiang itu.

"Ini merupakan kekhilafan kami para nakes RSUD Tarakan karena kecintaan yang berlebihan kepada salah satu saudara kami yang meninggal dunia akibat Covid-19. Tidak ada maksud lain, semua pure karena rasa cinta yang berlebihan, sehingga menimbulkan kekhilafan yang berujung pada pengibaran bendera setengah tiang," kata Franky.

Baca juga: Pengusaha PO Bus di Salatiga Kibarkan Bendera Putih dan Aksi Lempar Kunci

Pengibaran bendera setengah tiang tersebut, kata Franky, dilakukan bukan atas perintah managemen RSUD Tarakan.

Namun, inisiatif para nakes yang spontan dan didasari rasa kehilangan.

"Apalagi Marisi Sinaga merupakan kasus pertama kematian nakes di Kaltara, tapi itu bukan alasan pembenaran atas berkibarnya bendera setengah tiang. Kami mengaku ini sebuah kekhilafan dan kami mohon maaf sebesar besarnya," sebut Franky.

Franky sepenuhnya menyadari, pengibaran bendera sebagai salah satu lambang negara memiliki aturan yang jelas.

Aturan tersebut memiliki makna, sejarah perjuangan yang kuat sehingga menjadi duka bagi bangsa Indonesia.

Ia juga tidak menampik berkibarnya bendera setengah tiang adalah lambang duka bangsa Indonesia, bagi mereka para pahlawan atau bagi peristiwa besar yang memiliki rentetan sejarah dalam peristiwa kemerdekaan.

Baca juga: RSUD Kota Pontianak Berduka, Satu Nakes Meninggal Terpapar Covid-19

"Saya sudah kumpulkan semua manajemen, saya juga sudah beri tahu bahwa lambang negara tidak bisa semudah itu dikibarkan. Bendera setengah tiang itu tidak dikibarkan pada 16 atau 17 agustus. Hanya dikibarkan saat 30 September, ketika mengenang sejarah kelam G30S/PKI dan 1 hari kemudian kita pasang bendera penuh," sebut Franky.

"Artinya pemasangan bendera setengah tiang benar benar harus atas indikasi yang benar dan harusnya atas instruksi Jakarta, bukan lokal," sambungnya.

 

Penulis: Kontributor Nunukan, Ahmad Dzulviqor

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu 2 Bocah Dideportasi Malaysia, Ditinggal Ibu Sejak Kecil, Ayah Meninggal dalam Tahanan Imigrasi

Kisah Pilu 2 Bocah Dideportasi Malaysia, Ditinggal Ibu Sejak Kecil, Ayah Meninggal dalam Tahanan Imigrasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2021

Regional
Buntut Kasus Dugaan Penganiayaan, Babinsa Balik Laporkan Lurah Asuhan

Buntut Kasus Dugaan Penganiayaan, Babinsa Balik Laporkan Lurah Asuhan

Regional
Vaksinasi Dosis Kedua di Rutan Gresik Belum 100 Persen, Ini Kendalanya...

Vaksinasi Dosis Kedua di Rutan Gresik Belum 100 Persen, Ini Kendalanya...

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 22 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2021

Regional
Sidang Kasus 11 Polisi 'Nakal' di Sumut, Kanit Narkoba Jual 5 Kg Sabu Hasil Tangkapan Rp 1 Miliar

Sidang Kasus 11 Polisi "Nakal" di Sumut, Kanit Narkoba Jual 5 Kg Sabu Hasil Tangkapan Rp 1 Miliar

Regional
Dinkes Riau: Masyarakat Jangan Takut Berobat ke Rumah Sakit

Dinkes Riau: Masyarakat Jangan Takut Berobat ke Rumah Sakit

Regional
8 Taman Kota di Surabaya Dibuka dengan Prokes Ketat, Mana Saja?

8 Taman Kota di Surabaya Dibuka dengan Prokes Ketat, Mana Saja?

Regional
Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya yang Digerebek Polisi Gunakan Ruko Lantai 3, Ini Lokasinya

Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya yang Digerebek Polisi Gunakan Ruko Lantai 3, Ini Lokasinya

Regional
Warga Blokir Jalan ke 'Waduk Jokowi', Pengerjaan Proyek Terhenti

Warga Blokir Jalan ke "Waduk Jokowi", Pengerjaan Proyek Terhenti

Regional
Syarat Perjalanan Terbaru Terbang ke Bali, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Syarat Perjalanan Terbaru Terbang ke Bali, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Regional
Wagub Bali Soroti Syarat Penerbangan Terbaru, Sebut Berdampak pada Jumlah Wisatawan

Wagub Bali Soroti Syarat Penerbangan Terbaru, Sebut Berdampak pada Jumlah Wisatawan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 22 Oktober 2021

Regional
Diduga Ada Pungli Berkedok Iuran Keamanan Pasar di Blora, Bakal Disidak Polisi

Diduga Ada Pungli Berkedok Iuran Keamanan Pasar di Blora, Bakal Disidak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.