Bendera Dikibarkan Setengah Tiang di RSUD Tarakan, Plt Direktur Minta Maaf

Kompas.com - 26/07/2021, 15:50 WIB
Bendera setengah tiang sempat berkibar di RSUD Tarakan. Bendera dikibarkan para nakes di RSUD Tarakan atas nama solidaritas dimana seorang Nakes disana meninggal akibat covid19 Dok.IstimewaBendera setengah tiang sempat berkibar di RSUD Tarakan. Bendera dikibarkan para nakes di RSUD Tarakan atas nama solidaritas dimana seorang Nakes disana meninggal akibat covid19

Franky sepenuhnya menyadari, pengibaran bendera sebagai salah satu lambang negara memiliki aturan yang jelas.

Aturan tersebut memiliki makna, sejarah perjuangan yang kuat sehingga menjadi duka bagi bangsa Indonesia.

Ia juga tidak menampik berkibarnya bendera setengah tiang adalah lambang duka bangsa Indonesia, bagi mereka para pahlawan atau bagi peristiwa besar yang memiliki rentetan sejarah dalam peristiwa kemerdekaan.

"Saya sudah kumpulkan semua manajemen, saya juga sudah beri tahu bahwa lambang negara tidak bisa semudah itu dikibarkan. Bendera setengah tiang itu tidak dikibarkan pada 16 atau 17 agustus. Hanya dikibarkan saat 30 September, ketika mengenang sejarah kelam G30 S PKI dan 1 hari kemudian kita pasang bendera penuh," sebut Franky.

Baca juga: Cerita Haji Momo Kumpulkan Tabung Oksigen Kosong di Sebatik, Sewa Kapal untuk Isi Ulang di Tarakan

"Artinya pemasangan bendera setengah tiang benar benar harus atas indikasi yang benar dan harusnya atas instruksi Jakarta, bukan lokal," sambungnya.

Terkait Marisi Sinaga yang meninggal karena Covid-19, Franky menyebut, memang dikenal sebagai pribadi yang berakhlak baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia ramah dalam bergaul dan punya kepedulian tinggi terhadap orang lain.

Baca juga: Papua Berduka, Pengibaran Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

Sosoknya yang rendah hati dan ramah, sehingga dicintai para nakes di RSUD Tarakan.

"Sekali lagi kami mohon maaf. Para nakes ini sangat solidaritas karena kehilangan teman yang disayangi. Akhirnya lupa bahwa lambang negara, Garuda Pancasila, dan bendera merah putih, tidak boleh diperlakukan sekehendak hati mereka," kata Franky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.