Dapat Order Fiktif Saat PPKM, Pedagang Ini Jualannya Malah Diborong Warga, Begini Ceritanya

Kompas.com - 26/07/2021, 15:05 WIB
Sebuah video yang menunjukkan warga tengah memborong dagangan pedagang yang tertipu order fiktif. Tangkapan layar videoSebuah video yang menunjukkan warga tengah memborong dagangan pedagang yang tertipu order fiktif.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Warga di Bandar Lampung urunan memborong dagangan penjual makanan online yang terkena penipuan order fiktif.

Penipuan itu baru diketahui setelah sang pedagang menangis tersedu-sedu di lokasi COD (cash on delivery), dan tak bertemu konsumennya.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/7/2021) siang di Kampung Kebon Kelapa, Kelurahan Kupang Kota, Teluk Betung Utara.

Baca juga: Puluhan Warga Makan Bersama di Jalan hingga Polisi Turun Tangan, Begini Ceritanya

Video saat warga memborong dagangan pedagang tersebut viral dan beredar di jejaring WhatsApp.

Dalam video yang diterima Kompas.com terdengar narasi perekam video bahwa warga Kampung Kebon Kelapa memborong barang dagangan dua orang pedagang makanan.

Pada video itu juga disebutkan, kedua pedagang mengalami penipuan berupa order fiktif oleh seseorang yang mengaku bernama Husein.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Syukur Deni Bertemu Kapolresta Malam Itu: Alhamdulillah, Ada Bekal Buat Satu Minggu

"Kasihan banget, Bang. Kemaren dua pedagang itu datang ke kampung sini. Katanya titik lokasi di sini. Tapi ternyata kena tipu," kata Elin (38) warga setempat, Senin (26/7/2021).

Elin mengatakan, satu pedagang membawa nasi kotak ayam penyet sebanyak 180 kotak.

Sedangkan satu pedagang lain membawa pempek sebanyak 150 kotak.

"Memang ada yang namanya Husein di sini. Tapi bukan orang yang pesan itu. Nomornya (ponsel) juga beda," kata Elin.

Elin menambahkan, pedagang yang membawa nasi kotak itu menangis di lokasi lantaran baru mengetahui ternyata dia kena tipu.

"Ditelepon nomornya diblokir," kata Elin.

Akhirnya, karena merasa iba, kata Elin, warga setempat urunan memborong dagangan kedua pedagang tersebut.

"Jadi satu kampung ini borong semua dagangannya," kata Elin.

 

Pelaku langsung blok nomor kontak

Tangkapan layar video warga memborong dagangan pedagang yang tertipu order fiktif.KOMPAS.COM/Capture video Tangkapan layar video warga memborong dagangan pedagang yang tertipu order fiktif.

Pedagang nasi kotak yang tertipu order fiktif, Umi (27) mengaku mendapatkan order dari orang yang mengaku bernama Husein itu.

Pemesanan yang banyak membuat Umi semangat. Karena di saat PPKM ini, pesanan menurun drastis.

Bahkan, dia pun meminjam uang ke tetangganya untuk modal membuat pesanan itu.

"Tapi sampai di lokasi, nomor saya diblok," kata Umi saat dihubungi.

Evi (28) pedagang pempek yang juga mendapat order fiktif itu mengatakan, nomor pemesan yang menghubunginya sama dengan yang memesan nasi kotak Umi.

"Alamatnya juga sama. Saya juga diblok," kata Evi.

Menurut Evi, pelaku order fiktif itu tega berbuat seperti itu. Karena saat ini pesanan sedang turun.

"Ya tega banget, ini kita lagi susah malah dikerjain, ditipu gini," kata Evi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Omicron Muncul di Sejumlah Negara, Koster Imbau Warga Bali Perketat Prokes

Varian Omicron Muncul di Sejumlah Negara, Koster Imbau Warga Bali Perketat Prokes

Regional
Terungkap, 3 Orang di Sumut Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong Gading di Media Sosial

Terungkap, 3 Orang di Sumut Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong Gading di Media Sosial

Regional
14 Awak Kapal Kargo Terombang-ambing di Laut Jawa

14 Awak Kapal Kargo Terombang-ambing di Laut Jawa

Regional
Update Pembunuhan di Subang, Polisi Evaluasi Bukti dan Periksa 7 Saksi

Update Pembunuhan di Subang, Polisi Evaluasi Bukti dan Periksa 7 Saksi

Regional
Berkas Rampung, Polisi Limpahkan Kasus Siswi SMP yang 12 Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Berkas Rampung, Polisi Limpahkan Kasus Siswi SMP yang 12 Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Regional
Kronologi Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Ponorogo, Terjatuh ke Sungai Saat Turun dari Sepeda

Kronologi Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Ponorogo, Terjatuh ke Sungai Saat Turun dari Sepeda

Regional
Nani Pengirim Sate Sianida Mohon Diringankan Hukuman, Curhat Ingin Berkeluarga

Nani Pengirim Sate Sianida Mohon Diringankan Hukuman, Curhat Ingin Berkeluarga

Regional
Korban Banjir Bandang Garut Dievakuasi, Dapur Umum Dibangun

Korban Banjir Bandang Garut Dievakuasi, Dapur Umum Dibangun

Regional
Hendak Selundupkan Ribuan Kayu Ilegal ke Malaysia, 4 Warga Riau Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Ribuan Kayu Ilegal ke Malaysia, 4 Warga Riau Ditangkap Polisi

Regional
Banjir Rendam 7 Kecamatan di HST Kalsel, 2.208 Jiwa Mengungsi

Banjir Rendam 7 Kecamatan di HST Kalsel, 2.208 Jiwa Mengungsi

Regional
Muncul Varian Omicron, Koster Minta Pelaku Pariwisata di Bali Bersabar Sambut Kedatangan Wisman

Muncul Varian Omicron, Koster Minta Pelaku Pariwisata di Bali Bersabar Sambut Kedatangan Wisman

Regional
Gunung Api Ile Werung di Lembata Meletus, Air Laut Sempat Naik Sekitar 1 Meter

Gunung Api Ile Werung di Lembata Meletus, Air Laut Sempat Naik Sekitar 1 Meter

Regional
4 Daerah di Jambi Tanpa Kasus Aktif Covid-19

4 Daerah di Jambi Tanpa Kasus Aktif Covid-19

Regional
Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Regional
DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.