Syukur Deni Bertemu Kapolresta Malam Itu: Alhamdulillah, Ada Bekal buat Satu Minggu

Kompas.com - 26/07/2021, 14:26 WIB
Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan, membangunkan tukang kerupuk keliling yang tertidur kelelahan bersama anak perempuannya asal Ciamis, untuk diberi uang Rp 300.000 sekaligus memborong dagangannya di Jalan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/7/2021) dini hari. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Polresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan, membangunkan tukang kerupuk keliling yang tertidur kelelahan bersama anak perempuannya asal Ciamis, untuk diberi uang Rp 300.000 sekaligus memborong dagangannya di Jalan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/7/2021) dini hari.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Seorang pedagang kerupuk Sangsara asal Kabupaten Ciamis yang kisahnya viral karena dibangunkan Kapolrestas Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan saat tertidur di emperan trotoar Jalan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, bersama anak perempuannya itu diketahui berasal dari Ciamis.

Deni (50) dan anaknya setiap hari berjualan keliling kerupuk buatannya sendiri ke wilayah Kota Tasikmalaya dengan menaiki bus luar kota yang melewati Ciamis-Tasikmalaya.

Baca juga: Catat, Ini 13 Bansos yang Bisa Didapatkan Warga Jabar Saat PPKM Level 4

Adapun anak perempuannya selalu ingin ikut berdagang ke Kota Tasikmalaya untuk menemani dirinya.

"Selalu anak saya suka pingin ikut. Jadi dia suka seneng kalau ikut dagang keliling sama saya. Dari Ciamis saya belum pernah dapat bantuan sama sekali," ungkap Deni saat ditemui di tempatnya biasa jualan, pada Minggu (25/7/2021) malam.

Baca juga: Domisili Bermasalah dan Tak Dapat Bantuan, Suami Istri Jual Alat Rumah Tangga demi Kebutuhan Hidup

Deni selalu membawa 200 bungkus kerupuk Sangsara setiap harinya dengan per bungkusnya dihargai Rp 1.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pun demikian, tak selalu kerupuk dagangannya habis selama berdagang keliling di Kota Tasikmalaya.

Seringnya, hampir selalu ada sisa 20 sampai 30 bungkus dagangannya yang tak terjual dan dibawa kembali ke rumahnya.

"Makanya, alhamdulillah sekali kemarin Pak Kapolresta borong dagangan saya dan malah memberi uang lebih dan paket sembako. Alhamdulillah bisa ada bekal buat satu mingguan. Terima kasih," ungkap Deni.

 

Dapat rezeki nomplok

Deni tak mengira, ia akan mendapatkan rezeki nomplok saat usahanya selama ini sulit selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta karena selama ini mengimbau masyarakat dengan cara memberikan bantuan nyata.

"Saya terimakasih banyak ke Pak Polisi itu. Justru saya jadi sangat malu karena ketiduran di jalan dan dibangunkan sambil diberikan uang. Pak polisi itu orangnya baik, saat itu bilangnya bukan kasih uang, katanya dia beli kerupuk semuanya, tapi ngasih uangnya banyak. Saya bilang, Nggak segini bayarnya Pak, tapi kata dia, buat saya aja katanya," ungkapnya.

Baca juga: Tak Tampak Selama 3 Hari, Penghuni Kamar Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pintu Kontrakannya Didobrak Warga

Ia juga sempat mengira awalnya dibangunkan oleh Kapolresta itu hendak merazia para pedagang kaki lima (PKL) untuk penertiban saat PPKM diberlakukan.

"Saya malu Pak, ia saya jadi malu. Saya dibangunkan karena memang lagi ketiduran capek. Saya awalnya kaget sekali, saya kira mau razia saya. Tapi malah diberi sembako dan uang Rp 300.000," ungkapnya.

Dirinya mengaku sangat bahagia. Ia diberi uang Rp 300.000 dan paket sembako sambil meminta pulang ke rumahnya di Ciamis.

 

Bertemu saat pelaksanaan patroli

Cerita Deni hingga dibangunkan oleh Kapolresta Tasikmalaya itu bermula saat pelaksanaan patroli berskala besar penerapan PPKM Level 4 oleh Tim Gabungan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 di wilayah Kota Tasikmalaya pada Sabtu (24/7/2021) dini hari.

Saat itu, rombongan patroli pun melihat seorang pria paruh baya pedagang keliling kerupuk Sangsara atau camilan tradisional berbahan baku tepung kanji berwarna merah putih, sedang terlelap di trotoar emperan toko bersama anak perempuannya di Jalan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya.

Tiba-tiba Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan turun dari mobilnya langsung menghampiri ayah dan anak perempuannya itu yang terlelap dan terlihat sangat kelelahan.

Baca juga: Cerita Deni, Tertidur di Trotoar dan Dibangunkan Kapolresta, Sempat Dikira Akan Dirazia karena Dagang Kerupuk

Ia lalu duduk disamping pria paruh baya tersebut, sesekali membisik secara perlahan berupaya membangunkan dan hendak menanyakan alasan kenapa sampai tertidur di trotoar serta didepannya masih ada puluhan bungkusan kerupuk tersebut.

"Saya bangunkan, saya tanya, ternyata bapak itu bersama anaknya asal Ciamis yang setiap hari berdagang kerupuk tradisional gitu, Sangsara nama kerupuknya, keliling di Tasikmalaya. Mungkin karena kelelahan terlelap di trotoar emperan sama anak perempuannya. Karena sudah tengah malam mau subuh, saya beli dan beri ongkos buat pulang ke Ciamis, kasihan," ungkap Doni kepada Kompas.com di kantornya, Sabtu (24/7/2021).

(Penulis Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor I Kadek Wira Aditya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Perampok Mobil Mahasiswa Diduga Anggota Polisi

Regional
Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Atletnya Raih Medali di Pon XX Papua, Pemkot Madiun Beri Bonus, Biaya Kuliah, hingga Pekerjaan

Regional
Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Wali Kota Mohan: Kota Mataram Turun dari Level 2 Menjadi Level 1 PPKM...

Regional
Buntut Banteng Vs Celeng, Ketua Seknas Ganjar Indonesia Diperingatkan DPP PDI-P

Buntut Banteng Vs Celeng, Ketua Seknas Ganjar Indonesia Diperingatkan DPP PDI-P

Regional
Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, 1 Orang Jadi DPO

Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, 1 Orang Jadi DPO

Regional
Soal Rencana Beli Klub Bola Asal Garut Persigar, Ini Kata Mulan Jameela

Soal Rencana Beli Klub Bola Asal Garut Persigar, Ini Kata Mulan Jameela

Regional
Yakin Berjaya Pada Pemilu 2024, PPP Targetkan 11 Juta Suara

Yakin Berjaya Pada Pemilu 2024, PPP Targetkan 11 Juta Suara

Regional
Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar, BKSDA Jatim: Pelaku Tak Kantongi Izin

Perdagangan Satwa Dilindungi Terbongkar, BKSDA Jatim: Pelaku Tak Kantongi Izin

Regional
Seorang Remaja Hilang Saat Mendaki di Gunung Andong Magelang

Seorang Remaja Hilang Saat Mendaki di Gunung Andong Magelang

Regional
Pemilik Situs Judi Online di Pekanbaru Dapat Rp 20 Juta Sehari

Pemilik Situs Judi Online di Pekanbaru Dapat Rp 20 Juta Sehari

Regional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Lab PCR di RSUD Kardinah Tegal Dioperasikan

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Lab PCR di RSUD Kardinah Tegal Dioperasikan

Regional
Emil Dardak Temui Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Apa Saja yang Dibahas?

Emil Dardak Temui Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Apa Saja yang Dibahas?

Regional
Janjikan Bonus untuk Atlet PON, Gubernur NTB: Jangan Sampai Ada yang Menderita di Usia Tua

Janjikan Bonus untuk Atlet PON, Gubernur NTB: Jangan Sampai Ada yang Menderita di Usia Tua

Regional
Terkait Gempa Bali, Sandiaga Pastikan Fasilitas Wisata Tidak Terganggu

Terkait Gempa Bali, Sandiaga Pastikan Fasilitas Wisata Tidak Terganggu

Regional
Nenek di Kudus Diduga Jadi Korban Pencabulan Remaja 17 Tahun

Nenek di Kudus Diduga Jadi Korban Pencabulan Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.