Ayah Penganiaya Balita hingga Tewas Tampak Tak Menyesal, Polisi: Biasa Saja, Tidak Menangis, Wataknya Memang Kasar

Kompas.com - 26/07/2021, 10:37 WIB
Ilustrasi penganiayaan anak-anak. Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan anak-anak.

PADANG, KOMPAS.com - Tersangka IS (25), ayah yang menganiaya anak kandung sendiri, CA (3,5 tahun) tidak tampak menyesali perbuatan biadabnya.

Saat diperiksa dan ditahan di Mapolres Padang Panjang, Sumatera Barat, IS tidak tampak menyesali perbuatannya.

"Sepertinya tidak menyesal. Dia tidak menangis, tapi biasa-biasa saja," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto Pratama yang dihubungi Kompas.com, Minggu (25/7/2021) malam.

Ferlyanto menyebutkan IS sebelumnya pernah dipenjara dengan kasus pencurian dengan kekerasan.

"Dia residivis kasus curas. Selain itu wataknya memang kasar sehingga tega melakukan penganiayaan pada anak sendiri," kata Ferlyanto.

Baca juga: Balita Tewas Dianiaya Ayahnya gara-gara Merengek Ingin Pipis, Saksi: Watak Pelaku Kasar, Sering Pukul Anak

Saat ini, kata Ferlyanto pihaknya masih mengembangkan kasus. Sejumlah saksi sudah diperiksa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk ibu korban memang belum kita mintai keterangan sebab dalam masih suasana berduka. Nanti kita agendakan. Jika berkasnya sudah lengkap, segera kita limpahkan ke Kejaksaan," jelas Ferlyanto.

Sebelumnya diberitakan, gara-gara ingin pipis, seorang balita perempuan, CA (3,5 tahun) tewas dipukul ayah kandungnya.

Baca juga: Menangis Ingin Buang Air Kecil, Balita Usia 3,5 Tahun Dipukuli Ayahnya hingga Tewas

CA dipukul IS (25) di bagian punggung sebanyak tiga kali sehingga terbentur ke dinding rumahnya di Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (23/7/2021).

Sebelum pukul, CA sempat diceburkan kepalanya ke dalam ember berisi air.

 

Korban sempat dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (24/7/2021) pukul 01.00 WIB.

"Betul peristiwa terjadi sekitar pukul  15.30 WIB saat IS bersama anaknya berada berdua di rumahnya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, Ferlyanto Pratama yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/7/2021).

 

Berawal dari si anak balita menangis ingin pipis

Ferlyanto menceritakan kronologis peristiwa berawal dari CA menangis karena ingin buang air kecil.

Mereka tinggal berdua karena ibu CA sedang pergi bekerja.

Saat itu, IS terbangun dari tidurnya dan kemudian marah. IS kemudian memukul anaknya itu sebanyak 3 kali sehingga terhempas ke dinding dan tidak sadarkan diri.

Kemudian kakak ipar IS, Yosi yang mendengar peristiwa itu kemudian mendatangi rumah IS dan membawa CA keluar rumah.

"Jadi saat IS marah-marah, kakak iparnya datang melihat. Ternyata dia melihat CA sudah tidak sadar diri dan kemudian membawa keluar dan selanjutnya dibantu tetangga dibawa ke rumah sakit," jelas Ferlyanto.

Setelah itu Yosi membuat laporan polisi ke Polres Padang Panjang sehingga tidak berapa lama, IS berhasil ditangkap.

"Tersangka kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak pasal 80 ayat 1 jo pasal 76 c dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara," jelas Ferlyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Pengaduan Pinjol Ilegal Polda Jatim Telah Terima 45 Aduan

Satgas Pengaduan Pinjol Ilegal Polda Jatim Telah Terima 45 Aduan

Regional
Suami Bunuh Istri Keenam karena Enggan Membuat Kopi, Jenazah Korban Diikat dan Dimasukkan ke Karung

Suami Bunuh Istri Keenam karena Enggan Membuat Kopi, Jenazah Korban Diikat dan Dimasukkan ke Karung

Regional
Viral Video Dugaan Perundungan Siswa SD di Jepara, Berikut Penjelasan Dinas Pendidikan

Viral Video Dugaan Perundungan Siswa SD di Jepara, Berikut Penjelasan Dinas Pendidikan

Regional
Gedung SDN Rengasdengklok Selatan VI Ambruk

Gedung SDN Rengasdengklok Selatan VI Ambruk

Regional
Gerindra Jatim: Kami Berharap Pak Prabowo Kembali Bertarung di Pilpres 2024

Gerindra Jatim: Kami Berharap Pak Prabowo Kembali Bertarung di Pilpres 2024

Regional
Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi, 33 Ekor Burung Endemik Papua Diperdagangkan

Polisi Bongkar Jual Beli Satwa Dilindungi, 33 Ekor Burung Endemik Papua Diperdagangkan

Regional
Puluhan Siswa SD di Solo Positif Covid-19, Gibran: Semua Sekolah Wajib Laksanakan Testing

Puluhan Siswa SD di Solo Positif Covid-19, Gibran: Semua Sekolah Wajib Laksanakan Testing

Regional
Tak Ada Lagi Klaster Ponpes di Kebumen, Bupati: Catatan Ini Harus Kita Jaga

Tak Ada Lagi Klaster Ponpes di Kebumen, Bupati: Catatan Ini Harus Kita Jaga

Regional
3 Desa di OKU Terdampak Banjir Bandang, Rumah Warga Terendam

3 Desa di OKU Terdampak Banjir Bandang, Rumah Warga Terendam

Regional
Begini Cara Pemkot Surabaya Mengatasi Masalah Stunting

Begini Cara Pemkot Surabaya Mengatasi Masalah Stunting

Regional
Suami Bunuh Istri, lalu Jasadnya Dimasukkan Dalam Karung, Polisi: Direncanakan Sebelumnya

Suami Bunuh Istri, lalu Jasadnya Dimasukkan Dalam Karung, Polisi: Direncanakan Sebelumnya

Regional
Dua Makam Warga Tionghoa di Bojonegoro Dibongkar, Apa yang Diincar Pelaku?

Dua Makam Warga Tionghoa di Bojonegoro Dibongkar, Apa yang Diincar Pelaku?

Regional
Jateng Peringkat 6 PON XX Papua, KONI Pastikan Atlet Peraih Medali Tetap Dapat Bonus

Jateng Peringkat 6 PON XX Papua, KONI Pastikan Atlet Peraih Medali Tetap Dapat Bonus

Regional
Kapolsek di Sulteng Diduga Lecehkan Anak Tersangka dengan Imbalan Bebas

Kapolsek di Sulteng Diduga Lecehkan Anak Tersangka dengan Imbalan Bebas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 18 Oktober 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.