Kompas.com - 25/07/2021, 08:33 WIB
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANLifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg.


BANDUNG, KOMPAS.com - Windy Cantika Aisah menjadi atlet yang menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2020.

Perempuan asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ini meraih medali perunggu lewat cabang olahraga angkat besi kelas 49 kilogram putri.

Dia sukses mengangkat beban total 194 kilogram dengan rincian 84 kilogram snatch dan 110 kilogram clean and jerk.

"Cantik gabung latihan di Kabupaten Bandung sejak usia 11 tahun. Dari dulu, anaknya emang beda dibanding yang lain," ujar pelatih angkat besi Kabupaten Bandung dan Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Barat Dewi Nuranis saat dihubungi Kompas.com, Sabu (24/7/2021).

Baca juga: Windy Cantika Besar di Keluarga Atlet, Begini Cerita Orangtuanya

Menurut Dewi, sejak kecil Cantika memang lebih disiplin dan penurut.

Cantika dinilai memiliki kesadaran untuk latihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu mungkin terinspirasi dari Ibunya yang juga atlet angkat besi.

Dewi menceritakan, saat teman-teman Cantika selesai latihan dan memilih pulang ke asrama, Cantika kerap meminta latihan tambahan.

Biasanya pelatih akan memberikan latihan penunjang selama 30 menit, sesuai kondisi Cantika.

Adakalanya pelatih meminta Cantika tidak pulang Sabtu-Minggu, agar kondisi badannya fit saat latihan pada Senin.

"Dan ia penurut, dia banyak menghabiskan waktu bareng saya. Yang lain main, nongkrong ke mal, Cantik habiskan waktu di rumah saya. Dia juga anaknya jarang mengeluh," ucap Dewi.

Baca juga: Tangis Bahagia Orangtua Windy Cantika, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020: Sempat Enggak Percaya

Biasanya, Dewi mengajak Cantik jalan-jalan ketika waktu latihan agak longgar.

Ketika ditanya pengalaman menarik bersama Cantika, Dewi mengaku sempat ribut dengan anak didiknya itu.

Sebab, dulu dia pernah melarang Cantika pacaran untuk sementara, agar tidak mengganggu latihan.

Awalnya Cantika marah. Namun kemudian ia menyadari apa yang disampaikan pelatihnya itu betul.

Saat ini, Dewi mendengar bahwa kini Cantika sedang dekat dengan seseorang di Pelatnas dan Dewi pun merestui itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bupati Kendal Dico Ganinduto 'Ditodong' Pasien Gangguan Jiwa

Saat Bupati Kendal Dico Ganinduto "Ditodong" Pasien Gangguan Jiwa

Regional
UMK 5 Daerah di Jatim Tak Ikuti PP 36 Tahun 2021, Ini Penjelasan Khofifah

UMK 5 Daerah di Jatim Tak Ikuti PP 36 Tahun 2021, Ini Penjelasan Khofifah

Regional
Bupati Cirebon Ancam Bikin Malu ASN yang Tidak Kembalikan Bansos

Bupati Cirebon Ancam Bikin Malu ASN yang Tidak Kembalikan Bansos

Regional
Terjadi Aksi Lempar Batu, Demo Mahasiswa Papua di Bali Berujung Bentrok dengan Ormas PGN

Terjadi Aksi Lempar Batu, Demo Mahasiswa Papua di Bali Berujung Bentrok dengan Ormas PGN

Regional
Sosialisasikan Aturan Cukai kepada Masyarakat, Ini Tujuan Disperindag Nganjuk

Sosialisasikan Aturan Cukai kepada Masyarakat, Ini Tujuan Disperindag Nganjuk

Regional
Kasus Pembakaran Kantor Manajemen PSS Sleman, 2 Orang Serahkan Diri

Kasus Pembakaran Kantor Manajemen PSS Sleman, 2 Orang Serahkan Diri

Regional
Sopir Angkutan Barang di Medan Tewas Dianiaya

Sopir Angkutan Barang di Medan Tewas Dianiaya

Regional
Cerita Guru di NTT Racik Obat Herbal karena Terinspirasi Jokowi, Kini Usahanya Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Guru di NTT Racik Obat Herbal karena Terinspirasi Jokowi, Kini Usahanya Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Kasus Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, Kejari: Sudah 60 Saksi Diperiksa

Kasus Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, Kejari: Sudah 60 Saksi Diperiksa

Regional
Kecewa UMK Karawang 2022 Batal Naik, Buruh Siapkan Gugatan

Kecewa UMK Karawang 2022 Batal Naik, Buruh Siapkan Gugatan

Regional
Viral, Video Pasangan Muda-mudi 'Freestyle' di Lintasan Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan ITDC

Viral, Video Pasangan Muda-mudi "Freestyle" di Lintasan Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan ITDC

Regional
Tiga 'Debt Collector' Diduga Aniaya Wanita, Korban Coba Halangi Pelaku yang Akan Ambil Mobil

Tiga "Debt Collector" Diduga Aniaya Wanita, Korban Coba Halangi Pelaku yang Akan Ambil Mobil

Regional
Bendera Bintang Kejora Berkibar di Tower BTS, Ini Kata Bupati Teluk Bintuni

Bendera Bintang Kejora Berkibar di Tower BTS, Ini Kata Bupati Teluk Bintuni

Regional
Bentrok Brimob dan Kopasus di Tembagapura, Panglima TNI: 4 Orang Sudah Diperiksa

Bentrok Brimob dan Kopasus di Tembagapura, Panglima TNI: 4 Orang Sudah Diperiksa

Regional
Tanah Bergerak Sepanjang 70 Meter di Lebak, 2 Rumah Rusak Berat

Tanah Bergerak Sepanjang 70 Meter di Lebak, 2 Rumah Rusak Berat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.