Unand Lockdown Usai Guru Besar, Dosen, dan 2 Tenaga Kependidikan Meninggal karena Covid-19

Kompas.com - 24/07/2021, 15:22 WIB
Universitas Andalas Universitas AndalasUniversitas Andalas

PADANG, KOMPAS.com - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, memberlakukan kebijakan lockdown dengan menutup sementara semua kegiatan di kampus tersebut mulai 26-30 Juli 2021.

Hal itu dikarenakan adanya peningkatan kasus Covid-19 di lingkungan civitas akademika Unand yang menyebabkan empat orang meninggal dunia.

Baca juga: Duduk Perkara 167 Mahasiswa Unand Dikeluarkan Serentak dari Kampus, Bukan karena Tak Sanggup Bayar Kuliah

"Tindakan ini diambil sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan Unand," kata Rektor Unand Yuliandri yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Rektor Unand: 167 Mahasiswa Mengundurkan Diri

Yuliandri menjelaskan, empat orang civitas akademika Unand yang meninggal karena Covid-19 dalam sepekan terakhir adalah Prof Helmi Arifin, guru besar Fakultas Farmasi, Arif Rahmad yang merupakan dosen Fakultas Peternakan, Firdaus (tenaga kependidikan Fakultas Peternakan), dan M Fahrid (tenaga kependidikan Fakultas Teknik).

"Kebijakan lockdown ini juga karena kita dalam suasana berduka akibat kehilangan empat civitas akademika Unand," kata Yuliandri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Bogor Sediakan Layanan Mengurus Perizinan secara 'Drive-thru'

Pemkab Bogor Sediakan Layanan Mengurus Perizinan secara "Drive-thru"

Regional
Diduga Cemburu, Bripka MN Tembak Briptu HT hingga Tewas, Ponsel Istri Disita Penyidik, Ini Penjelasannya

Diduga Cemburu, Bripka MN Tembak Briptu HT hingga Tewas, Ponsel Istri Disita Penyidik, Ini Penjelasannya

Regional
Pemda Targetkan 445 ODGJ di Manggarai Barat Tervaksin

Pemda Targetkan 445 ODGJ di Manggarai Barat Tervaksin

Regional
21 Rumah di Banjarbaru Kalsel Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

21 Rumah di Banjarbaru Kalsel Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Ancam Sebar Foto Bugil Pacarnya, Sudah Dikirim ke Orangtua Korban

Polisi Tangkap Pria yang Ancam Sebar Foto Bugil Pacarnya, Sudah Dikirim ke Orangtua Korban

Regional
Kapal Cepat Tanjungpandan - Pangkalbalam Tambah Frekuensi

Kapal Cepat Tanjungpandan - Pangkalbalam Tambah Frekuensi

Regional
Kampus di Magelang Mulai Kuliah Tatap Muka, Hanya untuk Mahasiswa Tertentu

Kampus di Magelang Mulai Kuliah Tatap Muka, Hanya untuk Mahasiswa Tertentu

Regional
Waspada, 24 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Longsor

Waspada, 24 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Longsor

Regional
Mengenal Candisari, Desa Tertua di Lamongan yang Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu

Mengenal Candisari, Desa Tertua di Lamongan yang Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu

Regional
Buntut Meninggalnya Mahasiswa Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Bentuk Tim Evaluasi

Buntut Meninggalnya Mahasiswa Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Bentuk Tim Evaluasi

Regional
Dibantu Pemkab Ngawi Bangun Rumah, Sri Hartuti Akan Lebih Fokus Berantas Buta Huruf

Dibantu Pemkab Ngawi Bangun Rumah, Sri Hartuti Akan Lebih Fokus Berantas Buta Huruf

Regional
Pohon Tua Tumbang dan Menimpa Rumah Warga di Cianjur

Pohon Tua Tumbang dan Menimpa Rumah Warga di Cianjur

Regional
Tanggapan Adik Gus Yaqut soal Pernyataan Kemenag Hadiah Khusus untuk NU

Tanggapan Adik Gus Yaqut soal Pernyataan Kemenag Hadiah Khusus untuk NU

Regional
Educa, Studio Asal Salatiga yang Hasilkan Miliaran Rupiah dari Video Game dan Animasi

Educa, Studio Asal Salatiga yang Hasilkan Miliaran Rupiah dari Video Game dan Animasi

Regional
Petani di Gresik Mengaku Anggota Interpol dan Bergaji Rp 9 Juta, Ini Ceritanya

Petani di Gresik Mengaku Anggota Interpol dan Bergaji Rp 9 Juta, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.