Nekat Bakar Lahan untuk Tanam Sawit dan Jagung, 2 Pelaku Karhutla di Rokan Hilir Ditangkap

Kompas.com - 24/07/2021, 14:56 WIB
Ilustrasi kebakaran PREEFIXIlustrasi kebakaran

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hilir (Rohil) menangkap dua orang pria pelaku pembakar hutan dan lahan (Karhutla).

Warga tersebut ditangkap karena masih nekat membuka lahan dengan cara membakarnya

Baca juga: Cerita Nakes Penyintas Covid-19 Ramai-ramai Berdonor Plasma Konvalesen, Buat Grup hingga Donasikan Gratis

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto kepada Kompas.com mengatakan, kedua pelaku ditangkap di lokasi kebakaran yang berbeda.

Saat ini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Satu pelaku karhutla kita tangkap di Kepenghuluan Sei Bakau, Kecamatan Sinaboi. Pelaku berinisial IS alias Pak Epa, ditangkap pada Kamis (17/6/2021) lalu," kata Nurhadi melalui pesan WhatsApps, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Warga Bali yang Kesulitan Pangan Saat PPKM Cukup Kibarkan Bendera Putih

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan bertanam jagung

Dia menjelaskan, pelaku IS alias Pak Epa menggarap lahan seluas 40 hektar milik seorang pria berinisial GS.

Pelaku menumpang untuk menggarap lahan yang akan ditanami jagung.

Namun, pelaku malah membersihkan lahan dengan cara dibakar. Padahal, lahan itu tanah gambut yang sangat rentan terbakar di kala kemarau.

"Luas lahan yang sudah dibakar sekitar 12 hektar dari 40 hektar yang mau dibuka pelaku. Pelaku membakar lahan dengan cara memerun kayu palas kering dengan menggunakan chainsaw dan parang," kata Nurhadi.

Baca juga: Suami Istri Rela Jual Tas Koleksi demi Aksi Cantol Sembako, Bantu Warga Terdampak Pandemi

 

Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.
Dia melanjutkan, penangkapan pelaku karhutla kedua dilakukan di kawasan Kepenghuluan Sei Panji-Panji, Kecamatan Kubu Babussalam, pada Rabu (21/7/2021).

Seorang pria yang ditangkap berinisial Ismail alias Siis (36).

"Pelaku kedua ini membakar lahannya untuk ditanami sawit. Luas lahan terbakar 1 hektar dari 4 hektar yang mau dibuka pelaku," sebut Nurhadi.

Dari penangkapan pelaku, sambung dia, petugas menyita barang bukti kayu bekas terbakar, bibit sawit dan mancis.

Nurhadi menuturkan, selain menangkap pelaku, pihaknya juga telah melakukan pemadaman terhadap karhutla.

"Upaya pemadaman sudah dilakukan dan saat ini api sudah padam," kata Nurhadi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang ingin membuka lahan, agar tidak membakarnya secara sembarangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Bali Tegur Pengelola Bar dan Restoran yang Langgar Prokes, Wagub: Jangan Sampai Kita Disorot Terus Sama Pusat

Pemprov Bali Tegur Pengelola Bar dan Restoran yang Langgar Prokes, Wagub: Jangan Sampai Kita Disorot Terus Sama Pusat

Regional
Camat Dimintai Sumbangan oleh Menantu Bupati Jember, DPRD: Penyalahgunaan Kekuasaan

Camat Dimintai Sumbangan oleh Menantu Bupati Jember, DPRD: Penyalahgunaan Kekuasaan

Regional
Wali Kota Blitar Bantah Menghindari Ganjar di Makam Bung Karno

Wali Kota Blitar Bantah Menghindari Ganjar di Makam Bung Karno

Regional
Ikuti Aturan Pusat, Armuji Pastikan Tarif Tes PCR di Surabaya Paling Mahal Rp 275.000

Ikuti Aturan Pusat, Armuji Pastikan Tarif Tes PCR di Surabaya Paling Mahal Rp 275.000

Regional
Folklor Panji, Etos Masyarakat Majapahit...

Folklor Panji, Etos Masyarakat Majapahit...

Regional
Polemik Penolakan Sampah dari Tangsel, Wali Kota Serang: Kalau Ini Mudarat, Kita Setop

Polemik Penolakan Sampah dari Tangsel, Wali Kota Serang: Kalau Ini Mudarat, Kita Setop

Regional
Menantu Bupati Jember Minta Sumbangan pada Camat untuk Kemajuan Sepak Bola, Gunakan Rekening Aosiasi

Menantu Bupati Jember Minta Sumbangan pada Camat untuk Kemajuan Sepak Bola, Gunakan Rekening Aosiasi

Regional
Kasus Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi Periksa 23 Saksi dan Sita Barbuk Elektronik

Kasus Mahasiswa UNS Solo Tewas Saat Diklatsar Menwa, Polisi Periksa 23 Saksi dan Sita Barbuk Elektronik

Regional
Dilimpahkan ke Kejari, WN Rusia yang Peras Pengusaha Asal Uzbekistan di Bali Segera Disidang

Dilimpahkan ke Kejari, WN Rusia yang Peras Pengusaha Asal Uzbekistan di Bali Segera Disidang

Regional
Seorang WN China Jadi Salah Satu Tersangka Kasus Pinjol di Kalsel, Ini Perannya

Seorang WN China Jadi Salah Satu Tersangka Kasus Pinjol di Kalsel, Ini Perannya

Regional
Pembunuh Sadis yang Sempat Bawa Kepala Korban di Lembata Ditangkap Polisi

Pembunuh Sadis yang Sempat Bawa Kepala Korban di Lembata Ditangkap Polisi

Regional
Edarkan Narkoba, Buruh Pabrik di Sidoarjo Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba, Buruh Pabrik di Sidoarjo Ditangkap Polisi

Regional
Diperiksa Jadi Saksi Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Mantan Dirut: Nggak Ngerti Aku

Diperiksa Jadi Saksi Dugaan Korupsi Honor THL PDAM Madiun, Mantan Dirut: Nggak Ngerti Aku

Regional
Istri Tepergok Selingkuh Saat Suami Kerja, Dihukum Adat Serahkan 3 Truk Pasir

Istri Tepergok Selingkuh Saat Suami Kerja, Dihukum Adat Serahkan 3 Truk Pasir

Regional
Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Desa di Cilacap Rawan Banjir dan Longsor

Waspada Cuaca Ekstrem, Ratusan Desa di Cilacap Rawan Banjir dan Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.