Tradisi Tale, Ritual Doa dan Pantun Melepas Warga Pergi Haji di Kerinci

Kompas.com - 23/07/2021, 11:11 WIB
Para jamaah haji yang akan menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada abad 19 Dok Deky SyaputraPara jamaah haji yang akan menunaikan ibadah haji ke Mekkah pada abad 19

JAMBI, KOMPAS.com - Masyarakat Kerinci memiliki tradisi yang luhur untuk mengantar seseorang yang akan pergi menunaikan ibadah haji di Mekkah.

Calon jamaah haji dahulu kala, menempuh perjalanan berat dengan berjalan kaki mendaki Bukit Barisan, menunggang kuda untuk sampai ke pelabuhan dan membutuhkan waktu tiga bulan untuk sampai ke Mekkah dengan menumpang kapal.

Ibadah haji adalah peristiwa luar biasa bagi masyarakat Kerinci ratusan tahun lalu. Oleh karena itu, mereka melakukan doa-doa sebelum keberangkatan haji.

Prosesi doa yang diawali kenduri dan kumpulnya pemuka adat serta kerabat ini dinamakan tale naik haji.

"Tidak ada catatan yang jelas, kapan tradisi tale dimulai. Yang jelas masyarakat Kerinci sudah melaksanakan ibadah haji, jauh sebelum kolonial Belanda," kata Dosen Sejarah Universitas Batanghari, Deki Syaputra melalui pesan singkat, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Tradisi Ramah Lingkungan Warga Kulon Progo, Gunakan Daun Kelapa Bungkus Daging Kurban

Ia mengatakan seorang pejuang dari Kerinci yang memerangi Belanda pada 1901-1906 bernama Ismail, telah menyandang gelar haji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat melakukan ibadah haji, masyarakat Kerinci pergi ke pelabuhan di Bengkulu, Indrapura dan Sumatera Barat dengan berjalan kaki atau menunggang kuda.

Bukti masyarakat Kerinci telah melaksanakan ibadah haji jauh sebelum kolonial Belanda adalah tersimpan peta kota Mekkah dan Madinah sebagai benda pusaka.

"Benda-benda pusaka di Kerinci usianya sudah ratusan tahun. Salah satu pusaka orang Kerinci adalah peta Kota Mekkah dan Madinah tempo dulu," kata Deki menjelaskan.

Baca juga: Lestarikan Tradisi, Desa Kelayu di Lombok Timur Potong 50 Sapi Kurban

Sementara itu, Nuzmi Sasferi dalam Jurnal Islamika, Volume 16 Nomor 1 Tahun 2016 mengatakan prosesi tradisi tale naik haji dimulai dengan kenduri untuk mengumumkan niat ibadah haji seseorang kepada keluarga dan tetangga.

Setelah kenduri dilakukan, maka secara bergiliran dari keluarga mengundang seseorang yang ingin berangkat haji, untuk mengikuti prosesi tale naik haji atau ditalekan.

"Tale ini dilakukan terus menerus sampai keberangkatan. Saat waktu keberangkatan tiba, semua keluarga dan tetangga akan berkumpul di masjid untuk melepas kepergian, biasanya dihadiri pemuka adat seperti Depati dan Ninik Mamak," tulis Sasferi.

Setelah pelepasan resmi dilakukan, semua orang turut mengiringi seseorang yang ingin berangkat haji dengan lantunan syair tale.

 

Syair Tale Naik Haji

Berikut petikan lantunan syair tale yang jamak digunakan.

Raski Allah kinilahtibea (Rezki Allah kinilah tiba)

Labbaikallah la tbe pulo (Labbaikallah telah datang pula)

Lurus niak benne palangkah (Luruskan niat betulkan langkah)

Jangie ranok cameh kamai mulangkah (Jangan anak cemas kami melangkah)

Kapado Tuhan kito balindung (Kepada tuhan kita berlindung)

Kapado Allah kito basarrahdihi (Kepada Allah Kita berserah diri)

Nyampe takdir kamai tinggah di Makkah (Jika takdir kami tinggal di Mekkah) Kuteklah sarine tuloh dingan due (Bunyikan serine tolong dengan doa)

Samo kito basabar jangie lah rusuh (Sama-sama kita bersabar janganlah rusuh)

Mudahan-mudahan di surgea kito busuo (Mudah-mudahan di surga kita bersua)

(Kehadapan Allah kami bersyukur) Sagalu rahmat lah ditarimo (Segala rahmat telah diterima) Nikmak dunia lah diraso (Nikmat dunia telah dirasa)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

37 Daerah di Jatim Beralih ke Zona Kuning, Khofifah: Positivity Rate Terendah Selama Pandemi

37 Daerah di Jatim Beralih ke Zona Kuning, Khofifah: Positivity Rate Terendah Selama Pandemi

Regional
Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE Sumsel, Begini Respons Gubernur Herman Deru

Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi PDPDE Sumsel, Begini Respons Gubernur Herman Deru

Regional
243 Warga di Kota Tegal Pilih Tak Dapat Bansos Beras ketimbang Divaksin

243 Warga di Kota Tegal Pilih Tak Dapat Bansos Beras ketimbang Divaksin

Regional
9 Peserta SKD CPNS di Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dijadwalkan Tes Ulang

9 Peserta SKD CPNS di Yogyakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dijadwalkan Tes Ulang

Regional
Sempat Jalani Rehabilitasi 10 Tahun Lalu, Seorang Oknum PNS di Pangkalpinang Kembali Terlibat Kasus Narkoba

Sempat Jalani Rehabilitasi 10 Tahun Lalu, Seorang Oknum PNS di Pangkalpinang Kembali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Soal MC Perempuan Dilarang Tampil, LBH Desak Ombudsman Panggil Gubernur Bali

Soal MC Perempuan Dilarang Tampil, LBH Desak Ombudsman Panggil Gubernur Bali

Regional
Mobil Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Penumpang Tewas

Mobil Terguling di Jalan Tol Lampung, 3 Penumpang Tewas

Regional
Kembali Konsumsi Sabu-sabu Usai Bebas dari Penjara, 2 Pria di Lamongan Dibekuk Polisi

Kembali Konsumsi Sabu-sabu Usai Bebas dari Penjara, 2 Pria di Lamongan Dibekuk Polisi

Regional
Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Regional
Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Destinasi Wisata Dibuka Bertahap, Sandiaga Uno: Sabar

Regional
Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Persiapan Gelar PTM, 8.000 Guru di Magetan Jalani Rapid Test Antigen

Regional
Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Ini Daerah dengan Tingkat BOR Tertinggi di Jabar

Regional
2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

2 Pembobol Balai Kota Makassar Ditangkap, Pelaku merupakan Pegawai Kontrak

Regional
Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Pelajar SMK di Jember Dicabuli Kenalan di Facebook, Pelaku Ancam Sebar Video Korban

Regional
Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Jeritan Peternak Ayam di Kendal: Ibaratnya Ayam Sekarang Makannya BPKB dan Sertifikat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.