Jangkar Putus, Kapal Tongkang Karam, Tumpahan Biji Nikel Cemari Laut

Kompas.com - 23/07/2021, 05:50 WIB
Kapal tongkang muat biji nikel karam alami miring di perairan laut Batu Gong kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akibatnya muatan tumpahan dan membuat air laut jadi merah. (Foto Istimewa) KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIKapal tongkang muat biji nikel karam alami miring di perairan laut Batu Gong kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akibatnya muatan tumpahan dan membuat air laut jadi merah. (Foto Istimewa)

KENDARI, KOMPAS.com - Kapal tongkang bermuatan biji nikel karam di perairan Pantai Wisata Batu Gong, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kapal Tongkang bernama Putra Mahdar tengah antre berlabuh di Pelabuhan Jeti kawasan industri pertambangan PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, namun jangkar kapal terputus akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Akibatnya, tongkang miring sehingga biji nikel jatuh dan membuat air laut merah serta mencemari air laut tempat para nelayan menangkap ikan.

Baca juga: Ada Dugaan Jembatan di Pelabuhan Kijing Putus karena Tertabrak Tongkang

Kapolsek Lalonggasumeeto Iptu Kartini Suryaningsih mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar kapal tongkang segera dipindahkan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak agar kapal tongkang tidak berada di perairan Batu Gong dan alhamdulillah berhasil kordinasi," terangnya.

Salah satu dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari Nur Arafah menyatakan, jika lokasi karamnya kapal tongkang yang memuat ore nikel terdapat tumpahan minyak maka akan ada 3 bahaya atau dampak, yakni bagi manusia, biota dan lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau bagi manusia akan terjadi iritasi dan gangguan pernafasan karena minyak muncul di permukaan. Bagi biota laut akan rusak terutama terumbu karang yang ada di perairan tersebut dan aktivitas nelayan juga terganggu," ungkapnya.

Dijelaskan,  yang dikhawatirkan jika ada tumpahan minyak, seperti solar dan oli, kalau bensin tidak terlalu berbahaya karena dia mudah menguap.

"Dan jelas ini akan mencemari lingkungan dan biota laut. Apalagi lokasi terdamparnya tongkang itu berada di kawasan wisata laut yang ramai dikunjungi warga, jelas akan berbahaya," kata Nur Arafah.

Ia menambahkan, jika tidak ada tumpahan minyak hanya muat ore yang terjadi adalah air laut akan keruh, tetapi material ore nikel tongkang itu jatuh di perairan maka akan terjadi pencemaran lingkungan terutama biota laut.

Baca juga: Seorang TKA China di Konawe Tewas, Dibunuh Mantan Karyawannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Papua Perketat Akses Penumpang Laut dan Bandara, Ini Aturannya

Pemprov Papua Perketat Akses Penumpang Laut dan Bandara, Ini Aturannya

Regional
Ganjar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak di Solo: Pelajar Pikirannya Kapan Bisa Sekolah Tatap Muka

Ganjar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak di Solo: Pelajar Pikirannya Kapan Bisa Sekolah Tatap Muka

Regional
Istri Dalangi Pembegalan Taksi Online, Suami: Salah Saya Tidak Ada Uang

Istri Dalangi Pembegalan Taksi Online, Suami: Salah Saya Tidak Ada Uang

Regional
Sesak Napas, Anak Akidi Tio Menjalani Tes PCR di Rumah

Sesak Napas, Anak Akidi Tio Menjalani Tes PCR di Rumah

Regional
Tunjangan 75 ASN Pemkot Tegal Dipotong karena Telat 'Ngantor'

Tunjangan 75 ASN Pemkot Tegal Dipotong karena Telat "Ngantor"

Regional
BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

BNN Maluku Tangkap 14 Tersangka Narkoba Selama 6 Bulan, Barang Bukti Dibakar dan Diblender

Regional
Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Regional
Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Regional
Penemuan Mayat Pria, Diduga Tewas Saat BAB di Pinggir Pantai Selatan

Penemuan Mayat Pria, Diduga Tewas Saat BAB di Pinggir Pantai Selatan

Regional
Qatar, Salah Satu Pemimpin MIT, Dipastikan Tewas Dalam Kontak Senjata di Parigi Moutong

Qatar, Salah Satu Pemimpin MIT, Dipastikan Tewas Dalam Kontak Senjata di Parigi Moutong

Regional
Kubu Raya Zona Merah, 10 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sepekan

Kubu Raya Zona Merah, 10 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sepekan

Regional
PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

Regional
Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Regional
294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

Regional
Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X