Kompas.com - 22/07/2021, 13:10 WIB
MENINGGAL-Seorang bidan asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur dikabarkan meninggal setelah berjuang melawan covid-19, Rabu (21/7/2021). Bidan bernama Rusmini yang keseharian bertugas di Puskesmas Mejayan itu meninggal setelah dirawat lima hari di RSUD Caruban Madiun. KOMPAS.COM/Dokumentasi Pemkab MadiunMENINGGAL-Seorang bidan asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur dikabarkan meninggal setelah berjuang melawan covid-19, Rabu (21/7/2021). Bidan bernama Rusmini yang keseharian bertugas di Puskesmas Mejayan itu meninggal setelah dirawat lima hari di RSUD Caruban Madiun.

MADIUN, KOMPAS.com -Seorang bidan asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur dikabarkan meninggal setelah berjuang melawan Covid-19, Rabu (21/7/2021).

Bidan bernama Rusmini yang bertugas di Puskesmas Mejayan itu meninggal setelah dirawat lima hari di RSUD Caruban Madiun.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami menyatakan, bidan itu merupakan nakes pertama yang meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Madiun.

“Almarhumah merupakan nakes pertama di Madiun yang meninggal dunia akibat Covid-19. Semoga almarhumah husnul khotimah," ujar Kaji Mbing sapaan akrab Ahmad Dawami saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (22/7/2021).

Menurut Kaji Mbing, Rusmini dirawat intensif di RSUD Caruban setelah dinyatakan positif Covid-19 pada Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Ketahuan Bawa Kartu Vaksin dan Surat PCR Palsu, Penumpang Pesawat Ini Mengaku Bayar Rp 750.000

Setelah enam hari dirawat, Rusmini meninggal tadi malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum dimakamkan, Kaji Mbing memimpin shalat jenazah diikuti beberapa nakes lainnya.

Terhadap kejadian itu, Kaji Mbing meminta warga bumi kampung pesilat makin ketat menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi, saat ini Kabupaten Madiun masih berada zona merah atau risiko penularan yang tinggi.

“Saya minta seluruh warga untuk tidak meremehkan Covid-19. Mari kita semua disiplin berprotokol kesehatan,” pinta Kaji Mbing.

 

Sebelumnya, Kaji Mbing menyatakan banyaknya masyarakat yang percaya hoaks tentang Covid-19 berujung pada peningkatan jumlah kasus positif di Madiun.

Tak hanya jumlah kasus positif Covid-19, warga Kabupaten Madiun yang meninggal lantaran corona makin banyak bertambah angkanya.

“Hoaks dan pernyataan yang kendorkan prokes sampai hari ini bagitu kuat meskipun korban banyak berjatuhan. Pasalnya ketika masyarakat percaya pada hoaks Covid-19 ujungnya peningkatan terpaparnya covid-19 dan hingga terakhirnya sampai kematian,” kata Kaji Mbing saat memberikan sambutan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-453, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Kewalahan, Pemkot Madiun Buka Rekrutmen Relawan, Berapa Gajinya?

Tingginya jumlah penambahan kasus positif covid-19 di Kabupaten Madiun juga terlihat dari data yang dilansir Pemkab Madiun dalam tiga hari terakhir.

Jumlah penambahan kasus positif covid-19 di bumi kampung pesilat selama tiga hari sebanyak 346 orang.

Sementara total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga kemarin sebanyak 5.588 orang. Dari jumlah itu, 489 pasien aktif, 4.745 dinyatakan sembuh, dan 354 meninggal dunia



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Banyak Kapal Asing Bebas Mondar-mandir di Laut Natuna Utara

Ini Alasan Banyak Kapal Asing Bebas Mondar-mandir di Laut Natuna Utara

Regional
Bebas dari Penjara, WN Rusia yang Terlibat Kasus Narkotika di Bali Dideportasi

Bebas dari Penjara, WN Rusia yang Terlibat Kasus Narkotika di Bali Dideportasi

Regional
Tipu Petani soal Penjualan BBM, Briptu JS Diburu Propam Polres Rote Ndao

Tipu Petani soal Penjualan BBM, Briptu JS Diburu Propam Polres Rote Ndao

Regional
Senyum Pedagang Suvenir Menyambut Kedatangan Pengunjung Makam Bung Karno

Senyum Pedagang Suvenir Menyambut Kedatangan Pengunjung Makam Bung Karno

Regional
Cuaca Buruk, Lima Daerah di Polewali Mandar Rawan Banjir dan Longsor, Masyarakat Diminta Waspada

Cuaca Buruk, Lima Daerah di Polewali Mandar Rawan Banjir dan Longsor, Masyarakat Diminta Waspada

Regional
Ini Cerita TNI Gadungan Berani Bentak Anggota Kodim Saat Ditangkap

Ini Cerita TNI Gadungan Berani Bentak Anggota Kodim Saat Ditangkap

Regional
Diterjang Puting Beliung, 36 Rumah di Banyuwangi Rusak

Diterjang Puting Beliung, 36 Rumah di Banyuwangi Rusak

Regional
Mobil Berisi Satu Keluarga yang Hendak Melayat Tenggelam di Sungai, 3 Orang Hilang

Mobil Berisi Satu Keluarga yang Hendak Melayat Tenggelam di Sungai, 3 Orang Hilang

Regional
Pengemudi Tak Konfirmasi Pelanggaran ETLE, Sebanyak 6.925 STNK Terancam Diblokir

Pengemudi Tak Konfirmasi Pelanggaran ETLE, Sebanyak 6.925 STNK Terancam Diblokir

Regional
Oknum Polisi Menghilang Usai Tipu Petani, Begini Penjelasan Polres Rote Ndao

Oknum Polisi Menghilang Usai Tipu Petani, Begini Penjelasan Polres Rote Ndao

Regional
Hari ini Kendaraan yang Naik ke Puncak Bogor Dihentikan Sementara, One Way Berlaku ke Arah Jakarta

Hari ini Kendaraan yang Naik ke Puncak Bogor Dihentikan Sementara, One Way Berlaku ke Arah Jakarta

Regional
Peziarah Banjiri Makam Bung Karno di Hari Pertama Uji Coba Pembukaan

Peziarah Banjiri Makam Bung Karno di Hari Pertama Uji Coba Pembukaan

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 9 Kendaraan di Agam, 8 Orang Luka-luka

Kronologi Tabrakan Beruntun yang Libatkan 9 Kendaraan di Agam, 8 Orang Luka-luka

Regional
Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang

Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang

Regional
Truk yang Tabrak 8 Kendaraan di Jalan Raya Padang-Bukittinggi Diduga ODOL

Truk yang Tabrak 8 Kendaraan di Jalan Raya Padang-Bukittinggi Diduga ODOL

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.