Lantik 2 Pasangan Kepala Daerah, Gubernur Sumut: Bupati dan Wakil Biasanya Akur Hanya 3 Bulan

Kompas.com - 22/07/2021, 11:43 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melantik  pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal serta Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Kamis (22/7/2021). KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIGubernur Sumut, Edy Rahmayadi melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal serta Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Kamis (22/7/2021).

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melantik dua pasangan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kamis (22/7/2021).

Mereka yang dilantik itu adalah pasangan Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal serta pasangan Edimin-Ahmad Padly Tanjung sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan.

Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan masuk ke ruangan pelantikan.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Kita Taati, Khususnya Medan

Usai melantik kedua pasangan kepala daerah itu, Edy berpesan agar mereka selalu menjaga kekompakan. Sebab, banyak sekali dia temukan, baik bupati maupun wali kota, yang tidak akur dengan wakilnya.

"Biasanya akurnya hanya tiga bulan," kata Edy dalam sambutannya.

Dia menyebutkan, lepas dari tiga bulan masa kepemimpinan, pasangan kepala daerah mulai menunjukkan tanda-tanda tak akur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan itu yang saya alami, saya lihat," ungkapnya.

Baca juga: Edy Rahmayadi Berencana Lelang Jabatan Kepala Sekolah SMA dan SMK

Edy menyebutkan, bupati dan wakil bupati itu merupakan satu kotak.

Satu kotak itu harus mampu bekerja sama dengan baik, sekaligus memanfaatkan sumber daya dan potensi daerah untuk melayani masyarakat.

 

Kalau tak akur, Tuhan tak memberkati...

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui tingkat ketaatan masyarakat di daerahnya dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah, terutama memakai masker.KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui tingkat ketaatan masyarakat di daerahnya dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah, terutama memakai masker.
Edy mengatakan, sumber konflik antar-pasangan kepala daerah biasanya adalah ego. Masing-masing tak bisa mengendalikan ego mereka.

"Yang satu ego pemimpin, yang satu tak terima itu dipimpin. Kalau diikuti, itu tak akan pernah selesai," ungkapnya.

Namun, kata dia, jika kedua kepala daerah bisa akur, roda pemerintahan akan berjalan maksimal. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin baik.

"Akrablah. Akurlah. Kalau tak akur, Tuhan tak memberkati," pungkas Edy.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kocak, Pencuri Tancap Gas dan Tinggalkan Temannya Saat Mereka Beraksi

Kocak, Pencuri Tancap Gas dan Tinggalkan Temannya Saat Mereka Beraksi

Regional
Padang Panjang Pastikan Tidak Ada Klaster Covid-19 dari PTM di Sekolah

Padang Panjang Pastikan Tidak Ada Klaster Covid-19 dari PTM di Sekolah

Regional
Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Nurul Kaget Serifikat Tanahnya Digandakan Perangkat Desa dan Dijadikan Jaminan Utang, Terbongkar di Persidangan

Regional
Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Kronologi Penangkapan 8 Orang Terkait Kasus Pembunuhan Remaja di Sikka

Regional
Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Seorang Ibu Menolak Turun dari Motor Saat Ditilang, Terpaksa Didorong Polisi

Regional
Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Sirkuit Mandalika Punya Andalan Tikungan 10, Kecepatan Capai 350 Km Per Jam

Regional
Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Video Viral Oknum Dosen Bubarkan Demo Mahasiswa di Kaltim Pakai Sapu Kayu

Regional
Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Mulai Oktober, Masyarakat Sumsel Bebas Denda Pajak Kendaraan

Regional
7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

7 Hal soal Bagi-bagi Telur Gratis di Blitar, Aksi Keprihatinan yang Berakhir Ricuh

Regional
Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Tawa Petugas Vaksinator Dengar Pak Siro Minta Vaksin Berbentuk Pil, Ternyata Belum Pernah Disuntik Selama Hidupnya

Regional
Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat 'Hauling' Batubara

Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat "Hauling" Batubara

Regional
Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Regional
Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.