"Makan Sepiring Berdua Saja Alhamdulillah, Tidak Memikirkan Lauknya apa. Ketemu Nasi Saja Sudah Bersyukur"

Kompas.com - 21/07/2021, 19:25 WIB
Sejumlah pedagang kaki lima di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka protes PPKM Darurat diperpanjang, Rabu (21/7/2021) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINSejumlah pedagang kaki lima di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka protes PPKM Darurat diperpanjang, Rabu (21/7/2021)

LEBAK, KOMPAS.com - Salah satu pedagang kaki lima (PKL) di Rangkasbitung, Lebak, Banten, bernama Eni, menceritakan kesulitan yang dialami keluarganya untuk berjualan selama diberlakukannya PPKM.

Ia dan pedagang lain turut memasang bendera putih sebagai bentuk protes karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang.

Ia pun berharap dengan dipasang bendera putih, pemerintah akan peduli jika pedang kecil seperti dirinya sangat terdampak namun minim dapat bantuan.

Baca juga: Curhat PKL Saat PPKM Darurat: Kalau Tidak Mencari Uang Hari Ini, Kita Tidak Makan

"Sangat parah dampaknya, biasanya dalam sehari saya bisa menjual 100 cup minuman, tapi sekarang 20 saja Alhamdulillah," ungkap Eni.

Ia menceritakan akibat PPKM, Eni harus pintar-pintar mengelola keuangan dari hasil penjualan yang dilakukannya. Caranya dengan mengurangi jatah makanan bagi dirinya dan keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jeritan PKL Cikapundung, Kibarkan Bendera Putih Tak Bisa Jualan Selama PPKM Darurat

"Sekarang mah makan sepiring berdua saja sudah Alhamdulillah, tidak memikirkan lauknya apa, ketemu nasi saja sudah bersyukur," ungkapnya.

Tak hanya dirinya yang merasakan langsung dampaknya, suaminya yang berprofesi sebagai tukang ojek pun juga demikian.

Baca juga: Ucap Syukur Penerima Bansos: Suami Nganggur Sejak Pandemi, Dapat 10 Kg Beras Lumayan Banget...

Menurutnya, sejak PPKM, suaminya memilih berjualan dengannya karena sepi penumpang.

"Apalagi ada kebijakan jalan ditutup, di atas jam 7 malam nggak bisa kemana-mana karena banyak jalan yang ditutup, penumpang tidak ada," kata dia.

Pedagang lainnya, bernama Jefri, Ia berharap mendapat bantuan dari pemerintah. Menurutnya, sejak PPKM dirinya belum pernah mendapat bantuan sama sekali baik beras maupun uang.

Baca juga: Cerita Ima, Kena Covid gara-gara Abai Prokes, Saat Isoman Tak Ada Bantuan, Baru Kerja Pun Langsung Diberhentikan

Jefri mengatakan, pedagang lain pernah mendapat bantuan beras dari petugas yang berkeliling memberi bantuan, namun dirinya tidak dapat lantaran gerobaknya sudah tutup lebih dulu.

"Besoknya saya tanyakan ke petugas, katanya harus divaksin dulu kalau mau dapat, sementara saya belum divaksin, dulu enggak kebagian karena antri," ungkap Jefri. 

Dorong masyarakat segera vaksinasi

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Lebak, Alkadri, bantuan untuk PKL hingga saat ini sudah disalurkan sejak PPKM digulirkan awal Juli lalu.

Bantuan itu sebanyak 4,5 ton beras hingga kini sudah disalurkan.

"Sudah kita salurkan langsung, paket sembako terdiri dari beras lima kilogram hingga minyak goreng, melalui Satpol-PP turun langsung langsung untuk para PKL di Rangkasbitung," ungkap Alkadri kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (21/7/2021).

Selain disalurkan langsung, bantuan juga diberikan pada para pedagang di pasar dan PKL yang berminat melakukan vaksinasi.

Baca juga: Pasang Bendera Putih di Gerobak, Pedagang: Biar Pemerintah Tahu, Kita Sudah Babak Belur

Alkadri menambahkan, secara berkala Pemkab Lebak mengadakan vaksinasi massal untuk pedagang dan PKL, setelahnya mereka akan mendapat paket sembako.

"Iya pengen dorong harus vaksin dulu, mereka supaya vaksin dulu, mereka tinggal datang ke tempat vaksin nanti dapat paket sembako," kata dia.

Menurutnya, vaksinasi massal akan digelar khusus untuk pedagang dan PKL di Rangkasbitung.

Ada pun bagi PKL yang belum divaksinasi dan belum dapat bantuan dia sarankan untuk datang.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah PKL di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka.

Bendera putih itu dipasang sebagai bentuk protes lantaran PPKM diperpanjang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Rabu (21/7/2021) di Jalan Iko Jatmiko, sebanyak belasan gerobak diketahui memasang bendera putih itu.

Mereka terdiri dari penjual gorengan hingga penjual bubur ayam.

(Penulis Kontributor Banten, Acep Nazmudin | Editor I Kadek Wira Aditya)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Pria Pamer Kelamin dari Atas Motor di Bali, Polisi Turun Tangan

Video Viral Pria Pamer Kelamin dari Atas Motor di Bali, Polisi Turun Tangan

Regional
Bupati Pesisir Selatan Akui Warganya Enggan Divaksin karena Termakan Hoaks

Bupati Pesisir Selatan Akui Warganya Enggan Divaksin karena Termakan Hoaks

Regional
Speedboat Berisi 13 Penumpang Terbakar, Berawal dari Percikan Api di Bagian Mesin

Speedboat Berisi 13 Penumpang Terbakar, Berawal dari Percikan Api di Bagian Mesin

Regional
Tiba di Batam Saat Hujan, Jokowi 'Basah-basahan' Tanam Mangrove Bersama Warga

Tiba di Batam Saat Hujan, Jokowi 'Basah-basahan' Tanam Mangrove Bersama Warga

Regional
'SK-nya Saya Gadaikan ke Bank, Tiap Bulan Kepotong, Sisa Rp 800.000 untuk Hidup'

"SK-nya Saya Gadaikan ke Bank, Tiap Bulan Kepotong, Sisa Rp 800.000 untuk Hidup"

Regional
Gibran Bakal Datangi Rumah Warganya yang Menolak Divaksin Covid-19

Gibran Bakal Datangi Rumah Warganya yang Menolak Divaksin Covid-19

Regional
DKI Jakarta Tambah 1 Medali Emas dari Cabor Sepatu Roda di PON Papua

DKI Jakarta Tambah 1 Medali Emas dari Cabor Sepatu Roda di PON Papua

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2021

Regional
Teriak 'I Love You Pak Jokowi', Guru Ini Diajak Foto Bareng Presiden dan Diberi Hadiah

Teriak "I Love You Pak Jokowi", Guru Ini Diajak Foto Bareng Presiden dan Diberi Hadiah

Regional
Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Petugas Lari Selamatkan Diri, Seratusan Vaksin Rusak

Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Petugas Lari Selamatkan Diri, Seratusan Vaksin Rusak

Regional
Sumbang Pakan untuk Satwa di Mazoola, WSL: Hewan Juga Butuh Makan

Sumbang Pakan untuk Satwa di Mazoola, WSL: Hewan Juga Butuh Makan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 28 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 28 September 2021

Regional
Populasi Bekantan di Lanskap Kubu Terancam Perburuan

Populasi Bekantan di Lanskap Kubu Terancam Perburuan

Regional
Cerita Napi Teroris Eks JAD di Lampung Kembali Setia ke NKRI, Luluh untuk Lepas Baiat demi Keluarga

Cerita Napi Teroris Eks JAD di Lampung Kembali Setia ke NKRI, Luluh untuk Lepas Baiat demi Keluarga

Regional
Takut Perselingkuhannya Terbongkar, Perempuan Bikin Laporan Palsu Nyaris Diperkosa Ojol

Takut Perselingkuhannya Terbongkar, Perempuan Bikin Laporan Palsu Nyaris Diperkosa Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.