Kronologi Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Kupang, Keluarga Sempat Sampaikan Permintaan Ini...

Kompas.com - 21/07/2021, 16:58 WIB
Foto warga gotong jenazah pasien Covid-19 Tangkapan layarFoto warga gotong jenazah pasien Covid-19

KUPANG, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 dari Rumah Sakit Umum Siloam Kupang pada Rabu (21/7/2021).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan, jenazah tersebut berinisial LHH (27), warga Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

"Meninggalnya di Rumah Sakit Siloam Kupang tadi pagi. Dia terkonfirmasi positif Covid-19," kata Krisna, kepada Kompas.com, Rabu.

Krisna menjelaskan, almarhum masuk rumah sakit pada Rabu dini hari untuk menjalani operasi kanker prostat.

Setelah operasi, LHH dinyatakan meninggal pada pukul 07.57 Wita.

Tim medis dari RS Siloam Kupang lalu melakukan tes cepat antigen dan hasilnya positif Covid-19.

Baca juga: Anggota Dewan Bernyanyi dan Berjoget di Kantor, Ketua DPRD Malaka: Saya Mohon Maaf...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, pada pukul 08.30 Wita, pihak rumah sakit mendapat informasi, kalau keluarga menolak almarhum dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Keluarga juga hendak membawa pulang jenazah ke rumah. Rumah sakit lalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian dari Polsek Oebobo.

Sekitar pukul 09.00 Wita, Kapolsek Oebobo bersama anggotanya memberikan penjelasan dan pengertian kepada keluarga almarhum.

"Anggota kita menjelaskan, kalau almarhum meninggal terkonfirmasi Covid-19, sehingga sesuai protokol kesehatan, harus dimakamkan oleh tim Satgas Covid-19," kata Krisna.

Keluarga pun sempat menerima penjelasan dari polisi. Namun, keluarga meminta jenazah singgah sementara di rumah duka.

Keluarga beralasan almarhum bukan pasien Covid-19 karena sudah lama menderita penyakit kanker prostat.

 

Permintaan keluarga itu ditolak petugas rumah sakit dan tim gugus tugas Covid-19 karena saat yang bersamaan ada dua orang yang meninggal akibat Covid-19.

"Mendengar penyampaian dari tim gugus, pihak keluarga menolak untuk dimakamkan secara protokol kesehatan," kata dia.

Saat jenazah tiba di depan kamar mayat rumah sakit, anggota keluarga yang menunggu langsung merampas jenazah dari keranda. Jenazah itu dibawa menggunakan mobil pikap dari rumah duka.

Aparat Polsek Alak, kemudian mendatangi rumah duka untuk berkoordinasi dengan keluarga.

Keluarga pun menerima penjelasan polisi dan jenazah akhirnya dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di tempat pemakaman umum Kelurahan Fatukoa.

Baca juga: Video Viral Warga Rampas Jenazah Pasien Covid-19 dari RS, Digotong Menuju Mobil Pikap

"Tadi di rumah duka, hanya dilakukan doa selama tiga menit," kata Krisna.

Jenazah dimakamkan dengan pengawalan aparat kepolisian sekitar pukul 14.15 Wita.

Sebelumnya, sebuah video jenazah Covid-19 dirampas dan digotong warga dari Rumah Sakit Umum Siloam Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial.

Dari empat potongan video berdurasi masing-masing 30 detik itu, terlihat puluhan warga merampas jenazah pasien Covid-19 yang digotong sejumlah petugas rumah sakit berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Setelah itu, warga menggotong jenazah itu menuju sebuah mobil pikap yang parkir di jalan raya depan RSU Siloam Kupang. Mereka meletakkan jenazah itu di dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Proyek 'Malioboro' Tegal,  PKL Hingga Sopir Angkot Geruduk DPRD

Tolak Proyek "Malioboro" Tegal, PKL Hingga Sopir Angkot Geruduk DPRD

Regional
Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Regional
Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Regional
Ini Isi 'Chat' WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Ini Isi "Chat" WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Regional
Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Regional
4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kades Nyentrik Sulap Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata | Perumahan Angling Dharma yang Dikira Kerajaan

[POPULER NUSANTARA] Kades Nyentrik Sulap Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata | Perumahan Angling Dharma yang Dikira Kerajaan

Regional
Pekan Depan, Wabup Lombok Utara Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Pekan Depan, Wabup Lombok Utara Diperiksa sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan IGD dan ICU RSUD KLU

Regional
'Kalau KKP Tak Bisa Bantu Nelayan, Minimal Jangan Mempersulit'

"Kalau KKP Tak Bisa Bantu Nelayan, Minimal Jangan Mempersulit"

Regional
Sempat Berkilah, Ibu yang Jambak Anaknya Langsung Pucat Saat Polisi Datang dan Perlihatkan Video yang Viral

Sempat Berkilah, Ibu yang Jambak Anaknya Langsung Pucat Saat Polisi Datang dan Perlihatkan Video yang Viral

Regional
Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, Wabup: Isinya Fitnah, Menyerang Pribadi dan Keluarga Saya

Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, Wabup: Isinya Fitnah, Menyerang Pribadi dan Keluarga Saya

Regional
KAI Daop 4 Kembali Operasikan 2 KA Lokal, Penumpang Wajib Vaksin Dosis Pertama

KAI Daop 4 Kembali Operasikan 2 KA Lokal, Penumpang Wajib Vaksin Dosis Pertama

Regional
Senangnya Warga Cilacap Dapat Kaus dari Jokowi

Senangnya Warga Cilacap Dapat Kaus dari Jokowi

Regional
Kasus Perusakan Batu Nisan di Pemakaman Muslim Sukoharjo Berakhir Damai

Kasus Perusakan Batu Nisan di Pemakaman Muslim Sukoharjo Berakhir Damai

Regional
Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Disdik Blora Terapkan Kebijakan Tes Antigen Acak kepada Siswa dan Guru

Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Disdik Blora Terapkan Kebijakan Tes Antigen Acak kepada Siswa dan Guru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.