Viral, Video Ratusan Driver Ojol Konvoi Penuhi Jalanan Kota Bandung Sambil Teriak "Buka Buka"

Kompas.com - 21/07/2021, 14:59 WIB
Viral di media sosial video ratusan driver ojek online (online) melakukan konvoi di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/7/2021). Tangkapan layar InstagramViral di media sosial video ratusan driver ojek online (online) melakukan konvoi di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/7/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Viral di media sosial video ratusan driver ojek online (ojol) melakukan konvoi di jalanan Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/7/2021).

Dari video yang diunggah akun Instagram @bandungnet, massa dari driver ojol mengendarai motor dan melakukan konvoi sambil teriak "buka, buka" ke arah toko yang berada di sepanjang jalan tersebut.

Baca juga: Jika PPKM Darurat Diperpanjang, Saya Akan Serahkan Seluruh Karyawan ke Negara agar Diberi Makan

Dari penelusuran, konvoi para driver ojol merupakan bagian dari massa yang hendak demo di  Pintu Gerbang Balai Kota Bandung, di Jalan Wastukencana, Kota Bandung.

Baca juga: Ridwan Kamil Akui PPKM Darurat Tidak Menyenangkan, tetapi...

Di depan Balai Kota Bandung telah dipenuhi oleh massa pengunjuk rasa dari berbagai kelompok.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Kita Taati, Khususnya Medan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain kelompok ojol, kelompok lainnya yang kebanyakan masih remaja berasal dari berbagai identitas seperti mahasiswa, pedagang kaki lima, dan masyarakat umum.

Alif Nugraha, koordinator massa ojol kepada Kompas.com mengatakan, dalam aksi tersebut, driver ojol hanya mengawal kesepakatan yang telah dibuat antara perwakilan ojol dan Pemerintah Kota Bandung, serta pihak kepolisian terkait relaksasi ekonomi dan kemudahan akses kepada pengemudi ojol beberapa waktu lalu.

"Aspirasi kita kemarin sudah diterima wali kota, gubernur, dan kapolrestabes. Selama PPKM rumah makan boleh buka sampai pukul 21.00 malam. Take away boleh sampai jam berapa pun. Dan untuk penyekatan terutama untuk ojol minta izin Satpol PP, dishub, dan aparat yang ada di penyekatan," tutur Alif. 

Demo sempat berlangsung ricuh pukul 13.00 WIB antara pihak kepolisian dan massa berbaju hitam.

Namun, kericuhan hanya berlangsung sekitar lima menit.

Pintu Gerbang Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (21/7/2021), dipenuhi oleh aksi demonstrasi dari sejumlah orang dari berbagai kelompokKOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA Pintu Gerbang Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (21/7/2021), dipenuhi oleh aksi demonstrasi dari sejumlah orang dari berbagai kelompok

Massa berbaju hitam kemudian duduk berjejalan tanpa menerapkan protokol kesehatan. Hanya beberapa orang yang memakai masker.

Sekitar pukul 13.30 WIB, massa dari kelompok ojol terlihat mundur, tergeser oleh aksi demonstrasi massa berbaju hitam.

Massa dari kelompok ojol mengikuti arahan dari pihak kepolisian untuk membubarkan diri.

"Saya minta ojol yang demo jangan terprovokasi oleh aksi mahasiswa dan kelompok lainnya karena aspirasi beda kami dari mereka," kata Alif.

Kelompok baju hitam

Sementara itu, pedagang Bandung Elektronik Center (BEC) Putra perwakilan massa kelompok berbaju hitam dalam orasinya mengatakan, sejak PPKM Darurat, mereka menjadi tidak memiliki penghasilan.

Hal ini karena tempat yang menjadi ruang usahanya ditutup karena tidak masuk dalam sektor esensial dan dan kritis yang diizinkan buka.

"Saya Mewakili pedagang BEC, menyatakan PPKM tidak efektif dan merugikan," ujarnya.

Kerugian yang dialami selama PPKM Darurat dua pekan membuatnya rugi besar.

Putra meminta kepada pemerintah memberikan solusi terhadap nasib mereka.

"Kami sangat dirugikan sebagai pedagang, kontrakan masih harus tetap dibayar," ujar Putra.

"Ada aturan ada solusi, anak istri harus makan," kata Putra menambahkan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, setelah massa ojol membubarkan diri, disusul kemudian massa berbaju hitam yang bergerak menuju Gedung Sate, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Blora Lakukan Penyelamatan Fosil di Tepi Sungai Kapuan, Ini Temuannya

Warga Blora Lakukan Penyelamatan Fosil di Tepi Sungai Kapuan, Ini Temuannya

Regional
Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Regional
Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Regional
Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Regional
Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Regional
Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Regional
Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Regional
Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Regional
Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

Regional
Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 dan Capaian Vaksinasi di Kepri

Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 dan Capaian Vaksinasi di Kepri

Regional
Tanggapan Ganjar soal Deklarasi Dukungan Capres dan Istilah 'Kader Celeng'

Tanggapan Ganjar soal Deklarasi Dukungan Capres dan Istilah "Kader Celeng"

Regional
Peternak Ayam Histeris Tak Bisa Temui Risma, Pejabat Kota Blitar: Tolong Hormati Makam Bung Karno!

Peternak Ayam Histeris Tak Bisa Temui Risma, Pejabat Kota Blitar: Tolong Hormati Makam Bung Karno!

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.