Kisah Tragis Mbah Painah, Korban Laka Lantas yang Meninggal Setelah Sulit Mengakses 7 RS

Kompas.com - 20/07/2021, 18:28 WIB
Relawan PMI Kulon Progo membantu mencarikan RS bagi seorang korban kecelakaan lalu lintas di Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Korban adalah perempuan lansia usia 68 tahun yang mengendara sepeda onthel. DOKUMENTASI PMI KPRelawan PMI Kulon Progo membantu mencarikan RS bagi seorang korban kecelakaan lalu lintas di Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Korban adalah perempuan lansia usia 68 tahun yang mengendara sepeda onthel.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Mbah Painah (68), seorang warga lanjut usia korban tabrakan meninggal dunia setelah sulit mengakses sejumlah rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa RS sempat menolak dengan alasan telah penuh.

Baca juga: Pria yang Sempat Digendong oleh Polisi di Riau Ternyata Positif Covid-19

Cedera berat di kepala

Mbah Painah adalah warga Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Painah menderita cedera kepala berat akibat tertabrak motor. Ia juga mengalami pendarahan pada hidung dan robek pada bagian lengan dan tangan.

Karena mengalami luka berat, dia pun segera dilarikan ke RSUD Wates. Sesampainya di sana, Mbah Painah ditolak karena RS sedang penuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“RSUD Wates tidak bisa karena penuh. Lanjut ke RSUD Nyi Ageng Serang (RS NAS) di Sentolo juga full (penuh). RS Rizky Amalia di Lendah juga tidak bisa,” kata Humas PMI Kulon Progo, Wisnu Rangga via telepon, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Saya Yakin Waktu Diangkat ke Bed, Istri Saya Sudah Meninggal

 

Ilustrasi ambulansShutterstock Ilustrasi ambulans
Dibantu relawan

Menurut Rangga, tidak mudah mendapat akses perawatan rumah sakit semasa pandemi Covid-19.

PMI Kulon Progo, public safety center (PSC) Dinas Kesehatan Kulon Progo dan PSC Bantul saling berkoordinasi untuk memastikan Painah bisa segera tertangani.

PSC memandu ambulans membawa ke RS terdekat. 

“Sedangkan tindakan dalam ambulans itu terus diasisteni oleh seorang perawat senior RS lewat HT,” kata Rangga.

Baca juga: Pontang-panting Cari Rumah Sakit, Nurul Lita Dianasari dan Bayinya Meninggal

Dinyatakan meninggal

PMI lantas juga melarikan korban ke RS UII, tapi ditolak.

Kondisi Painah memburuk, PMI mengarahkan ke RS dr Sardjito. Dalam perjalanan ke Sardjito ini, mereka sempat singgah ke RS Khusus Bedah di Sewon, Bantul.

Di sana, korban ditangani baik hingga dipinjami oksigen. Namun, karena tak memiliki ruangan, Mbah Painah dirujuk ke RS Sarjito.

“Dalam perjalanan kondisi semakin memburuk dan diarahkan ke RS Akademik UGM. Korban mendapat perawat intensif di sana dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga,” kata Rangga.

Baca juga: Cerita Polisi di Riau Nekat Gendong Pria Suspek Covid-19 ke RS Saat Warga Lain Tak Berani

 

Ilustrasi rumah sakit.(healthcareitnews.com)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi rumah sakit.(healthcareitnews.com)
Situasi tragis yang menimpa Mbah Painah ini disebut terjadi karena sulitnya mengakses rumah sakit di masa pandemi.

Rangga mengungkapkan, jenazah bertahan di RSA dua jam sampai terbit surat keterangan kematian. Lantas, jasad Mbah Painah dikembalikan ke rumah duka.

“Dengan kondisi relawan PMI belum sempat sarapan hingga dompet tertinggal. Kami terpaksa minta tolong bantuan relawan PMI setempat nasi bungkus dan kopi untuk relawan kami,” kata Rangga.

Baca juga: Pasien Covid-19 RSUD Jayapura Melonjak, Krisis Oksigen, Banyak Nakes Terpapar

Painah merupakan korban tabrakan di Jalan Sentolo – Sermo, tak jauh dari kantor Kapanewon Pengasih, sekitar pukul 09.15 WIB.

Painah sedang mengendarai sepeda saat motor Honda Vario AB 3135 LLR yang berjalan searah, menabrak dirinya.

“Semula Honda Vario berjalan dari arah timur ke barat. Sampai TKP menabrak sepeda yang berjalan searah di depannya,” kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Kulon Progo, Iptu Agus Kusnendar lewat pesan singkat.

Pengendara motor adalah seorang perempuan bernama Sudar (54) asal Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates.

Tidak seberat Painah, Sudar mengalami luka lecet pada tangan kanan dan kiri dan segera dilarikan ke klinik terdekat.

Karena kondisi Mbah Painah cukup parah, ia segera dilarikan ke rumah sakit. “Iya, (dibawa dengan ambulans) PMI,” kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, 29 Orang Jadi Korban

3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, 29 Orang Jadi Korban

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Hujan Deras dan Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Regional
Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Regional
Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Regional
Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Regional
Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Regional
Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Regional
Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Terluka

Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 Orang Terluka

Regional
Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Regional
Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Regional
Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Regional
Jerat Pinjol, 'Racun' di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Jerat Pinjol, "Racun" di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Regional
8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.