Cerita Mereka yang Terkoneksi Jaringan 4G di Pelosok Nusa Tenggara Timur

Kompas.com - 20/07/2021, 17:40 WIB
Radio Republik Indonesia Ende siaran langsung dengan aplikasi zoom dengan Bapak Siprianus Dua Dawa, seorang difabel dari Kampung Wodong, Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Sabtu, (26/6/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURRadio Republik Indonesia Ende siaran langsung dengan aplikasi zoom dengan Bapak Siprianus Dua Dawa, seorang difabel dari Kampung Wodong, Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Sabtu, (26/6/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

BORONG, KOMPAS.com- Ayam jantan berkokok di kampung Wodong, Desa Goreng Meni Utara, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Waktu menunjukkan pukul 04.00 Wita.

Siprianus Dua Dawa (49) membangunkan istrinya, Martha Amus untuk menyiapkan sarapan pagi serta pakaian batik.

Pria penyandang disabilitas itu pun bergegas menyiapkan diri untuk melakukan wawancara dengan tim Radio Republik Indonesia (RRI) Ende.

Baca juga: Menteri PPPA Minta Anak-anak Pintar dan Bijaksana Gunakan Internet

Adapun, wawancara dilakukan melalui aplikasi Zoom, karena masalah jarak tempuh dan alasan pandemi Covid-19.

Sipri diwawancarai sebagai seorang difabel tuna daksa yang cukup menginspirasi karena memiliki keahlian dalam membangun rumah hingga menjadi kepala tukang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudah 30 rumah dia bangun untuk keluarga dan tetangga di kampungnya.

Namun kini ia beralih keterampilan tangan untuk mengerjakan perabot rumah tangga yang ringan karena fisiknya sudah tidak kuat dan tak bisa lagi naik ke atap rumah untuk memasang balok dan memaku seng.

Baca juga: Jaringan Internet 5G vs 4G, Apa Bedanya?

Berangkat ke Benteng Jawa

Siprianus memutuskan berangkat ke Kota Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lamba Leda.

Untuk diketahui, Kampung Wodong terletak di pelosok Manggarai Timur, 80 kilometer dari Kota Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.

Sementara jarak dari Kota Ende, Kabupaten Ende kurang lebih 300 kilometer.

Biasa berjalan dengan kedua lutut dan ditopang kedua tangannya, Sipri kali ini berangkat ke kota dengan diboncengkan oleh Yuvens Keor, warga Kampung Wodong.

Jarak menuju ke Benteng Jawa ditempuh dalam waktu kurang lebih 5-6 kilometer.

Dengan bermodal ponsel Android pinjaman, Sipri langsung mencari lokasi dengan sinyal terkuat untuk mengikuti wawancara.

Baca juga: Cara Setop Terima Pesan WhatsApp di Android, Tanpa Matikan Internet dan Hapus Aplikasi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Regional
Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

Regional
Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

Regional
Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Regional
Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Regional
Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Regional
73 WN Australia Tinggalkan Bali dengan Pesawat Sewaan, Ini Penjelasan Kemenkumham

73 WN Australia Tinggalkan Bali dengan Pesawat Sewaan, Ini Penjelasan Kemenkumham

Regional
Sempat Kabur Usai Tipu Petani, Oknum Polisi di NTT Akhirnya Tertangkap

Sempat Kabur Usai Tipu Petani, Oknum Polisi di NTT Akhirnya Tertangkap

Regional
Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Buru 4 DPO, Siapa Saja?

Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Buru 4 DPO, Siapa Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.