Kronologi Perampokan Bank di Pagaralam, Pelaku Mantan Satpam

Kompas.com - 19/07/2021, 21:56 WIB
HK (35) yang merupakan pelaku tunggal perampokan bank di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. DOK. POLRES PAGARALAMHK (35) yang merupakan pelaku tunggal perampokan bank di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aksi perampokan bank terjadi di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Jumat (16/7/2021).

Pelaku diketahui berinisial HK (35) yang tak lain adalah mantan satpam di bank tersebut.

Dari keterangan polisi, pelaku melancarkan aksinya pada Jumat siang saat kondisi sedang lengang.

Setelah melakukan pengamatan, pelaku kemudian menuju teller dan menodongkan parang kepada korban.

Baca juga: Mantan Satpam Bank Merampok Rp 48 Juta, Teller Ditodong Parang

Karena takut dengan ancaman pelaku, petugas teller tersebut langsung menyerahkan uang sebesar Rp 48,5 juta hasil dari transaksi di hari tersebut.

"Pelaku beraksi sendirian. Setelah beraksi ia langsung kabur menggunakan sepeda motor," kata Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, Senin (19/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terekam CCTV

ilustrasi CCTVdigitaltrends.com ilustrasi CCTV

Mendapat laporan itu, pihaknya langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV di lokasi kejadian, pelaku berhasil diketahui identitasnya.

"Kami mengetahui identitas pelaku setelah melihat rekaman CCTV bank, setelah itu tim dibagi menjadi dua. Satu mengejar, satu lagi melakukan pendekatan ke keluarga. Ketika pendekatan keluarga, akhirnya didapatkan lokasi pelaku, sehingga langsung kami jemput kemarin," kata Dolly.

Dari pemeriksaan itu, pelaku mengakui perbuatannya.

Baca juga: PPKM Darurat Dianggap Gagal dan Sengsarakan Rakyat, Presiden Jokowi Diminta Mundur

Adapun motifnya, karena sedang terlilit utang dan kecanduan judi online.

"Pelaku mengambil uang di teller bank sebesar Rp 48,5 juta. Namun ketika diamankan hanya tersisa di rekening pelaku Rp 10 juta," ujar Dolly.

Atas perbuatannya, HK dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, serta Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 20 tahun penjara.

"Rekening pelaku sudah kita bekukan," kata Dolly.

Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Abba Gabrillin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.