Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Ditangkap Polda Riau, Kukang hingga Kuku Harimau Turut Disita

Kompas.com - 19/07/2021, 21:16 WIB
Seekor kukang dalam kandang besi yang diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Riau dari penjahat yang memperjualbelikan satwa dilindungi, diperlihatkan pada konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/7/2021). KOMPAS.COM/IDONSeekor kukang dalam kandang besi yang diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Riau dari penjahat yang memperjualbelikan satwa dilindungi, diperlihatkan pada konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/7/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menangkap lima orang pelaku perdagangan satwa dilindungi.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti satwa jenis Kukang, paruh enggang atau rangkong kuku Harimau dan sisik Trenggiling.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, lima pelaku ditangkap di waktu dan lokasi yang berbeda.

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 Juli 2021

Pengungkapan kasus pertama, yaitu penjualan sisik trenggiling pada 21 Juni 2021 lalu.

"Kasus pertama petugas menangkap dua pelaku berinisial IR (45) dan ER (31). Penangkapan dilakukan di Jalan Lubuk Telongo Desa Batu Gajah, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau," ujar Sunarto kepada wartawan saat konferensi pers di Polda Riau di Pekanbaru, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Cerita Pembuat Peti Mati, Beralih Pekerjaan karena Terdampak Pandemi hingga Bantu Berdayakan Warga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari tangan pelaku, sebut dia, petugas menyita 15 kilogram sisik trenggiling.

Sisik trenggiling itu didapat pelaku dari pengepul di Kabupaten Indragiri Hulu. Namun, pengepul masih diburu petugas.

Rencananya, sisik trenggiling akan dijual oleh pelaku ke wilayah Provinsi Jambi, dengan harga Rp 2 juta per kilogram.

Namun, aksi kejahatan kedua pelaku berhasil digagalkan polisi.

Kasus kedua, lanjut Sunarto, penangkapan seorang pelaku berinisial AH (28), terkait jual beli paruh enggang dan kuku Harimau.

Penangkapan yang dilakukan pada 2 Juli 2021 lalu, di Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau, petugas menyita lima paruh enggang dan dua kuku harimau.

"Paruh enggang ini berasal dari daerah Kalimantan, yang dibeli pelaku melalui media sosial seharga Rp 1,1 juta. Rencananya akan dijualkan kembali oleh pelaku Rp 15 juta. Saat penangkapan, juga ditemukan dua kuku harimau," kata Sunarto.

Berikutnya kasus ketiga adalah penangkapan dua pelaku yang melakukan jual beli Kukang.

Dua orang pelaku yang berhasil ditangkap, berinisial KIS (55) dan RAF (30).

"Petugas menyita delapan ekor satwa dilindungi jenis kukang yang masih hidup," kata Sunarto.

Kedua pelaku, sambung dia, ditangkap pada Senin (12/7/2021), sekitar pukul 06.30 WIB, di parkiran Rumah Sakit Eka Hospital di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Delapan ekor kukang yang diamankan petugas, dibeli pelaku di daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Rencananya, pelaku menjual kukang Rp 2,5 juta per ekor.

"Semua barang bukti kita serahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Untuk kukang yang masih hidup, dalam waktu dekat akan dilepaskan lagi ke habitatnya," tambah Sunarto.

Sunarto mengatakan, lima pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Mereka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUH Pidana.

"Para tersangka diancam lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta," tutup Sunarto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Jaga Keamanan Usai Bentrokan Simpatisan Perguruan Silat dan Warga, Ini yang Dilakukan Pemkab Lamongan

Regional
Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Antisipasi Bencana di Musim Hujan, Bupati Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Regional
Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Ada Klaster Sekolah di Jateng, Ganjar Minta PTM Dicek Rutin

Regional
Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Menumpang Tinggal di Rumah Tetangga, Bocah Yatim Piatu Ini Malah Diperkosa

Regional
Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, UNS Solo Akan Evaluasi

Regional
Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Kisah Batik Toeli, Karya Penyandang Tuli yang Tembus Pasar AS Berkat Platform Digital

Regional
Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Lantik Pengurus Baznas Kota Surabaya Setelah 7 Tahun Vakum, Ini Pesan Eri Cahyadi...

Regional
Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Nadiem Makarim: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Sebabkan Learning Loss Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Regional
Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Misteri Mayat dalam Plastik di Hutan, Korban Kenal Pelaku di Medsos Setahun Lalu

Regional
Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Anggaran Pembayaran Tenaga Harian Lepas PDAM Kota Madiun

Regional
Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Warga Minta Pemkot Serang Bayar Rp 2,5 Miliar Kompensasi Sampah Tangsel, Wali Kota: Kirimnya Baru 3 Bulan, Diminta Bayar Setahun

Regional
Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Kronologi Pembunuhan Perempuan dalam Plastik di Hutan, Pelaku Hendak Dikenalkan pada Orangtua Korban

Regional
BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

BEM SV UNS Minta Kampus dan Menwa Transparan Soal Meninggalnya Gilang Saat Diklatsar

Regional
Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Pemuda yang Tenggelam di Kali Kunto Kediri Ditemukan Tewas

Regional
Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Calon Kepala Desa Ini Menang Telak, Padahal Meninggal 12 Hari Sebelum Pilkades

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.