Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi Ditangkap Polda Riau, Kukang hingga Kuku Harimau Turut Disita

Kompas.com - 19/07/2021, 21:16 WIB
Seekor kukang dalam kandang besi yang diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Riau dari penjahat yang memperjualbelikan satwa dilindungi, diperlihatkan pada konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/7/2021). KOMPAS.COM/IDONSeekor kukang dalam kandang besi yang diamankan petugas Ditreskrimsus Polda Riau dari penjahat yang memperjualbelikan satwa dilindungi, diperlihatkan pada konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (19/7/2021).

Kasus kedua, lanjut Sunarto, penangkapan seorang pelaku berinisial AH (28), terkait jual beli paruh enggang dan kuku Harimau.

Penangkapan yang dilakukan pada 2 Juli 2021 lalu, di Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau, petugas menyita lima paruh enggang dan dua kuku harimau.

"Paruh enggang ini berasal dari daerah Kalimantan, yang dibeli pelaku melalui media sosial seharga Rp 1,1 juta. Rencananya akan dijualkan kembali oleh pelaku Rp 15 juta. Saat penangkapan, juga ditemukan dua kuku harimau," kata Sunarto.

Berikutnya kasus ketiga adalah penangkapan dua pelaku yang melakukan jual beli Kukang.

Dua orang pelaku yang berhasil ditangkap, berinisial KIS (55) dan RAF (30).

"Petugas menyita delapan ekor satwa dilindungi jenis kukang yang masih hidup," kata Sunarto.

Kedua pelaku, sambung dia, ditangkap pada Senin (12/7/2021), sekitar pukul 06.30 WIB, di parkiran Rumah Sakit Eka Hospital di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Delapan ekor kukang yang diamankan petugas, dibeli pelaku di daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Rencananya, pelaku menjual kukang Rp 2,5 juta per ekor.

"Semua barang bukti kita serahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Untuk kukang yang masih hidup, dalam waktu dekat akan dilepaskan lagi ke habitatnya," tambah Sunarto.

Sunarto mengatakan, lima pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Mereka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUH Pidana.

"Para tersangka diancam lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta," tutup Sunarto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Jombang Ditargetkan Rampung Desember

Vaksinasi Covid-19 di Jombang Ditargetkan Rampung Desember

Regional
Cerita Lengkap TM Korban Pinjol, Utang Rp 2,6 Juta Cair 50 Persen, Telat Sehari Sudah Diteror 'Debt Collector', Akhirnya Depresi

Cerita Lengkap TM Korban Pinjol, Utang Rp 2,6 Juta Cair 50 Persen, Telat Sehari Sudah Diteror "Debt Collector", Akhirnya Depresi

Regional
Seekor Anak Jerapah Lahir, Satwa Penghuni Mazoola Lamongan Bertambah

Seekor Anak Jerapah Lahir, Satwa Penghuni Mazoola Lamongan Bertambah

Regional
Buntut Bentrok Simpatisan Silat dan Warga di Lamongan, Polisi dan TNI Gelar Patroli

Buntut Bentrok Simpatisan Silat dan Warga di Lamongan, Polisi dan TNI Gelar Patroli

Regional
Pasang Pelat Motor 'Aku Masih Sayang Kamu', Pengendara Ini Santai Berkeliaran di Jalan Raya

Pasang Pelat Motor "Aku Masih Sayang Kamu", Pengendara Ini Santai Berkeliaran di Jalan Raya

Regional
Seekor Monyet Masuk Auditorium Kampus Unej, Petugas Kesulitan Mengevakuasi

Seekor Monyet Masuk Auditorium Kampus Unej, Petugas Kesulitan Mengevakuasi

Regional
Jadi Tersangka, 2 Karyawan Pinjol di Pontianak Bertugas Memaki Nasabah yang Menunggak

Jadi Tersangka, 2 Karyawan Pinjol di Pontianak Bertugas Memaki Nasabah yang Menunggak

Regional
Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Polda Jatim Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Regional
Mahasiswi di Yogyakarta Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos, Sempat Keluhkan Stres Banyak Tugas Kuliah

Mahasiswi di Yogyakarta Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos, Sempat Keluhkan Stres Banyak Tugas Kuliah

Regional
'Blok Santri' Lapas Kelas II A Karawang Diresmikan Jadi Pesantren di Hari Santri Nasional

"Blok Santri" Lapas Kelas II A Karawang Diresmikan Jadi Pesantren di Hari Santri Nasional

Regional
Ditangkap Bawa Barang Senilai Rp 15,3 Miliar, 2 Sopir Travel Ini Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Ditangkap Bawa Barang Senilai Rp 15,3 Miliar, 2 Sopir Travel Ini Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Regional
Anak Usia di Bawah 12 Tahun kembali Diperbolehkan Naik Kereta Api di Madiun, Begini Syarat-Syaratnya.  

Anak Usia di Bawah 12 Tahun kembali Diperbolehkan Naik Kereta Api di Madiun, Begini Syarat-Syaratnya.  

Regional
Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Kagum dengan Perjuangannya Mengusir Belanda

Mensos Risma Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien, Kagum dengan Perjuangannya Mengusir Belanda

Regional
BPBD Kabupaten Malang Sebut Belum Ada Kerusakan akibat Gempa

BPBD Kabupaten Malang Sebut Belum Ada Kerusakan akibat Gempa

Regional
Harapan Gubernur Riau di Hari Santri Nasional, Ponpes Lahirkan Santripreneur

Harapan Gubernur Riau di Hari Santri Nasional, Ponpes Lahirkan Santripreneur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.