PPKM Darurat DI Yogyakarta Bikin Mobilitas Warga di Perumahan Naik 19 Persen

Kompas.com - 19/07/2021, 19:16 WIB
Sekda DIY ditemui di Kepatihan, Jumat (21/5/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOSekda DIY ditemui di Kepatihan, Jumat (21/5/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat DI Yogyakarta selama kurang lebih hampir dua minggu berdampak pada penurunan mobilitas warga di pusat keramaian.

Namun, berdasarkan evaluasi Pemerintah DI Yogyakarta, terjadi peningkatan sebanyak 19 persen mobilitas warga di perumahan.

"Dari evaluasi kita yang agak memprihatinkan kita adalah mobilitas penduduk di dalam perumahan. Jadi warga kita ini mobilitas di dalam perumahan ada kenaikan 19 persen," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Jelang Idul Adha, Satgas Covid-19 Yogyakarta Ingatkan Ancaman Varian Delta

Padahal, kata dia, penularan saat ini berada pada lingkup keluarga dan tetangga, sehingga kenaikan mobilitas ini butuh perhatian khusus.

"Sekarang banyak klaster keluarga dan tetangga ini yang harus diperhatikan," imbuh Aji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data tersebut diambil melalui Google Traffic dan Facebook Mobility.

Menurut Aji, meningkatnya mobilitas di perumahan ini belum tentu didasari dengan kepentingan yang mendesak.

Dia meminta Satgas Covid-19 di tingkat RT berperan aktif untuk mengurangi mobilitas warga perumahan.

"Kita aktifkan satgas di RT-RT supaya bisa mengawasi masyarakat di situ untuk tidak saling nangga (bertamu). Kalau ada keperluan harus pakai masker," katanya.

Baca juga: 6 Strategi Sri Sultan Antisipasi Merebaknya Varian Delta di Yogyakarta

Sementara itu, Kepala Satpol PP DI Yogyakarta Noviar Rahmat menambahkan, meningkatnya mobilitas 19 persen disinyalir karena warga yang melakukan work from home (WFH) tidak benar-benar bekerja dari rumah.

"Anak-anak daring banyak berkeliaran," kata dia.

Noviar meminta peran satgas di tingkat kelurahan memantau dan memberi edukasi kepada masyarakat di sekitar perumahan.

"Karena kemarin pemantauan melalui Facebook Mobilty tidak hanya Pemerintah DI Yogyakarta tapi dari pusat memantau. Data 19 persen dari Menko Marves," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukmawati Soekarnoputri Akan Jalani Ritual Pindah Agama Hindu di Buleleng Bali

Sukmawati Soekarnoputri Akan Jalani Ritual Pindah Agama Hindu di Buleleng Bali

Regional
Tak Serap Telur Pada Bansos Non Tunai, Risma: Nanti Kalau Pecah Kami Dimaki-maki Lagi

Tak Serap Telur Pada Bansos Non Tunai, Risma: Nanti Kalau Pecah Kami Dimaki-maki Lagi

Regional
Pemuda di Tuban Ditangkap Polisi atas Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Pemuda di Tuban Ditangkap Polisi atas Dugaan Penipuan Investasi Bodong

Regional
Diterjang Angin Puting Beliung, 221 Rumah Warga di Kabupaten Tegal Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, 221 Rumah Warga di Kabupaten Tegal Rusak

Regional
Gempa Susulan di Salatiga dan Sekitarnya Terus Terjadi, Warga Dirikan Tenda dan Aktifkan Ronda

Gempa Susulan di Salatiga dan Sekitarnya Terus Terjadi, Warga Dirikan Tenda dan Aktifkan Ronda

Regional
Kulon Progo PPKM Level 2, Pantai Glagah Diserbu Ribuan Wisatawan

Kulon Progo PPKM Level 2, Pantai Glagah Diserbu Ribuan Wisatawan

Regional
KPK Geledah Sekretariat IKA Muba di Palembang Terkait OTT Bupati Musi Banyuasin

KPK Geledah Sekretariat IKA Muba di Palembang Terkait OTT Bupati Musi Banyuasin

Regional
Dua Jenazah Ditemukan dalam Satu Rumah, Warga Gempar

Dua Jenazah Ditemukan dalam Satu Rumah, Warga Gempar

Regional
Anggota Polisi Beristri di Trenggalek Hamili Perempuan Lain, Kapolres: Ditindak Propam

Anggota Polisi Beristri di Trenggalek Hamili Perempuan Lain, Kapolres: Ditindak Propam

Regional
17 Rumah Warga Rusak akibat Puting Beliung di Minahasa Utara

17 Rumah Warga Rusak akibat Puting Beliung di Minahasa Utara

Regional
Serahkan 105 iPad untuk Siswa Tak Mampu di Eks Lokalisasi Dolly, Ini Pesan Risma

Serahkan 105 iPad untuk Siswa Tak Mampu di Eks Lokalisasi Dolly, Ini Pesan Risma

Regional
Terjadi 22 Gempa Susulan di Salatiga dan Sekitarnya, 96 Pasien RSUD Ambarawa Dievakuasi

Terjadi 22 Gempa Susulan di Salatiga dan Sekitarnya, 96 Pasien RSUD Ambarawa Dievakuasi

Regional
Nikah 1 Bulan, Rafli Cekik Istrinya hingga Tewas: Saya Lihat Isi Chat Dia dengan Mantannya...

Nikah 1 Bulan, Rafli Cekik Istrinya hingga Tewas: Saya Lihat Isi Chat Dia dengan Mantannya...

Regional
Perampok Satroni Kantor Money Changer di Manado Ditangkap, Mengaku Terlilit Utang

Perampok Satroni Kantor Money Changer di Manado Ditangkap, Mengaku Terlilit Utang

Regional
Duduk Perkara Suami Cekik Istri hingga Tewas, Ketahuan Jual Perhiasan Istri untuk Judi dan Narkoba

Duduk Perkara Suami Cekik Istri hingga Tewas, Ketahuan Jual Perhiasan Istri untuk Judi dan Narkoba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.