Sebar Hoaks Demo Tolak PPKM Darurat, 5 Orang Ditangkap, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 19/07/2021, 18:42 WIB
Ilustrasi hoaks ThinkstockIlustrasi hoaks

KOMPAS.com - Warganet di Banyumas dihebohkan dengan kabar demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Banyumas.

Poster aksi bertajuk "Bergerak Menuntut Keadilan Perihal PPKM" beredar di Facebook.

Dalam poster, aksi disebut digelar oleh Aliansi Masyarakat Banyumas bersama Keluarga Besar Pedagang Pasar Banyumas, Jawa Tengah.

Humas PPKM Darurat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas AKP R Manggala menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks.

"Tidak benar adanya atau hoaks," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Beredar Poster Ajakan Demo Protes PPKM di Banyumas, Polisi: Hoaks

5 orang ditangkap

Buntut kabar hoaks itu, lima orang yang diduga menyebarkannya ditangkap polisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka adalah NP (25), warga Desa Kecamatan Kedungbanteng; FS (27), warga Kecamatan Sumbang; CH (46), kecamatan Purwokerto Utara.

Lalu, SDR (34), warga Kecamatan Purwokerto Barat; dan BSW (49), warga Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas Kompol Berry mengatakan, poster demo tolak PPKM Darurat diunggah di Facebook oleh NP.

"Kami melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook pengunggah bernama GPZ yang kemudian ditemukan bahwa pemiliknya adalah NP," ucapnya.

Baca juga: 5 Penyebar Hoaks Demo PPKM di Banyumas Ditangkap, Kesal Tempat Kerjanya Ditutup

 

Kesal dengan PPKM Darurat

Ilustrasi PPKM Darurat.KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Ilustrasi PPKM Darurat.

Pelaku menyebar poster tersebut karena kesal dengan PPKM Darurat.

"NP mengaku kesal dengan adanya PPKM Darurat Jawa Bali. Di mana NP tidak dapat bekerja, karena tempat kerjanya ditutup," jelas Berry.

Kata Berry, kekesalan NP semakin bertambah lantaran mengetahui adanya rencana perpanjangan PPKM Darurat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, NP mengaku memperoleh poster tersebut secara berantai melalui WhatsApp dari pelaku lainnya.

Baca juga: Buntut Gelar Pesta Miras, 28 Anggota Satpol PP Dapat Sanksi Tegas

"Tujuan NP mem-posting adalah mengajak anggota grup Facebook untuk untuk menyuarakan sesuai dengan tulisan yang di-posting," tutur Berry.

Kini, lanjut Berry, polisi masih terus menelusuri motif pelaku lainnya.

Perbuatan para pelaku dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) juncto pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Gelar aksi di Pendapa Bupati

Dalam poster, demo tolak PPKM Darurat disebut digelar di Pendapa Bupati Banyumas, Senin (19/7/2021), mulai pukul 13.00 WIB hingga tuntutan dipenuhi.

Aksi dikatakan diikuti pedagang pasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Baca juga: Cerita PKL, Jualan Sampai Malam, Kaget Saat Didatangi Polisi, Ternyata Dagangannya Diborong

Kepala Pasar Ajibarang Cahyono menuturkan, ada dua kabar hoaks yang beredar beberapa hari terakhir ini.

Dua kabar tersebut yaitu tentang demonstrasi pedagang serta penutupan pasar pada 18 dan 19 Juli 2021.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada

Regional
Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Dinsos Kabupaten Semarang Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Regional
Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Video Viral Bupati Jember Nyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Panggil Ketua Panitia dan Pengelola Gedung

Regional
Kota Padang Berlaku PPKM Level 2, Ini Aturan yang Baru

Kota Padang Berlaku PPKM Level 2, Ini Aturan yang Baru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Dituduh Mencuri, Pria di Bangkalan Tewas Dibakar Massa | Bos Judi Online Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel

[POPULER NUSANTARA] Dituduh Mencuri, Pria di Bangkalan Tewas Dibakar Massa | Bos Judi Online Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel

Regional
Ganteng-ganteng Koruptor: Kisah 'Serigala' dari Kuansing

Ganteng-ganteng Koruptor: Kisah "Serigala" dari Kuansing

Regional
Kota Blitar Bertahan di PPKM Level 1, Wali Kota Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Akhir Tahun

Kota Blitar Bertahan di PPKM Level 1, Wali Kota Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Akhir Tahun

Regional
Kisah Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Petugas Kependudukan Sempat Tak Percaya

Kisah Anak Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Petugas Kependudukan Sempat Tak Percaya

Regional
Bupati Jember Menyanyi di Pesta Pernikahan, Video Viral hingga Minta Maaf

Bupati Jember Menyanyi di Pesta Pernikahan, Video Viral hingga Minta Maaf

Regional
21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

21 Siswa MI di Lombok Tengah Alami Mual hingga Pusing Usai Makan Tempe Goreng

Regional
Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Kemeriahan Warga Madiun Peringati Maulid Nabi, Bagi-bagi Uang Koin hingga Jajanan Anak

Regional
2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

2 Bocah TK Tenggelam di Kolam Wisata Bajak Laut Gresik, 1 Tewas

Regional
Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat ke Babel Cukup Antigen jika Sudah Vaksin 2 Kali

Regional
427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

427 Anak di Kabupaten Tegal Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Kisah Pelajar ABCDEF GHIJK Zuzu, Sang Ayah Siapkan Nama Unik Itu Sejak Sebelum Menikah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.