Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jeritan PKL Cikapundung, Kibarkan Bendera Putih Tak Bisa Jualan Selama PPKM Darurat

Kompas.com - 19/07/2021, 16:22 WIB
Putra Prima Perdana,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 104 Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Cikapundung Barat, Kota Bandung, melakukan aksi pasang bendera putih di beberapa kios.

Menurut Nandang Mulyana, salah satu pengurus Paguyuban PKL Cikapundung Barat, bendera putih tersebut merupakan pertanda bahwa para PKL Cikapundung Barat telah menyerah dengan pandemi Covid-19 yang merusak kondisi perekonomian mereka.

Baca juga: Memilih Dipenjara 3 Hari Setelah Didenda PPKM Rp 5 Juta, Pemilik Kedai Kopi: Kaget, Saya Ditahannya di Lapas

"Bendera putih sudah dipasang sejak seminggu kemarin. Maksud dari bendera putih itu bahwa PKL Cikapundung sudah benar-benar terpuruk. Kita sudah pasrah, menyerah, karena kita sudah berusaha, tapi nggak boleh jualan," kata Nandang saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/7/2021).

Selama PPKM Darurat diberlakukan, PKL Cikapundung yang terdiri dari pedagang kuliner, pedagang stempel, dan pedagang buku sudah tidak berjualan, baik siang mau pun malam.

Baca juga: Cerita Pembuat Peti Mati, Beralih Pekerjaan karena Terdampak Pandemi hingga Bantu Berdayakan Warga

Mereka pun tidak memiliki pendapatan selama itu.

"Apalagi kita semua di sini pedagang mencari (uang) hari ini, dimakan hari ini. Kalau besok kita tidak mencari, ya kita tidak makan," ujarnya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Regional
Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Regional
Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Regional
Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Regional
Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Regional
La Nina Ancam Indonesia, 33 Desa Rawan Bencana di Babel Waspada

La Nina Ancam Indonesia, 33 Desa Rawan Bencana di Babel Waspada

Regional
Pemkab Blora Sediakan Total Hadiah Rp 100 Juta untuk Konsumen yang Rajin Bayar Pajak Restoran

Pemkab Blora Sediakan Total Hadiah Rp 100 Juta untuk Konsumen yang Rajin Bayar Pajak Restoran

Regional
Oknum Dosen Unram yang Lecehkan Mahasiswi Diusulkan Diberhentikan

Oknum Dosen Unram yang Lecehkan Mahasiswi Diusulkan Diberhentikan

Regional
Selingkuh hingga Punya Anak, 2 Guru ASN di NTT Diperiksa

Selingkuh hingga Punya Anak, 2 Guru ASN di NTT Diperiksa

Regional
Lawang Sewu Semarang Adakan Tur Malam 2024, Berikut Paketnya

Lawang Sewu Semarang Adakan Tur Malam 2024, Berikut Paketnya

Regional
Panik Terlilit Utang, Tenaga Honorer di Lombok Timur Bunuh Istri

Panik Terlilit Utang, Tenaga Honorer di Lombok Timur Bunuh Istri

Regional
Polemik Lahan Adat untuk Tambang di Papua, Kuasa Hukum BLN: Klien Kami adalah Investor

Polemik Lahan Adat untuk Tambang di Papua, Kuasa Hukum BLN: Klien Kami adalah Investor

Regional
Potret Festival Tas Nusantara di Solo, Pertama di Indonesia, Libatkan 42 Kreator, dan Diikuti Delegasi India

Potret Festival Tas Nusantara di Solo, Pertama di Indonesia, Libatkan 42 Kreator, dan Diikuti Delegasi India

Regional
9 Fakta Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen Jawa Tengah

9 Fakta Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen Jawa Tengah

Regional
Kronologi 2 Selebgram di Lampung 'Endorse' Situs Judi 'Online'

Kronologi 2 Selebgram di Lampung "Endorse" Situs Judi "Online"

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com