2.900 Warga Makassar Isolasi Mandiri, 12 Orang Terinfeksi Varian Delta

Kompas.com - 19/07/2021, 06:43 WIB
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, pihak Pelni, dan Syahbandar meninjau dan menentukan titik kordinat dimana kapal pelni untuk isolasi apung akan berlabuh, Selasa (13/7/2021). Pemkot MakassarWali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, pihak Pelni, dan Syahbandar meninjau dan menentukan titik kordinat dimana kapal pelni untuk isolasi apung akan berlabuh, Selasa (13/7/2021).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengungkapkan, 2.900 warga sedang melakukan isolasi mandiri dan 12 orang terindikasi terkena varian delta.

“Saat ini kita sudah masuk zona merah berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Sulsel. Sedangkan sebanyak 2.900 orang warga sedang melakukan isolasi mandiri dan 12 orang terindikasi terkena varian delta. Jika varian delta, dalam 5 menit bisa langsung menyebar dengan cepat,” kata Danny Pomanto ketika dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021) malam.

Danny Pomanto mengatakan, 2.900 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sedangkan kapal laut milik PT Pelni yang dijadikan tempat isolasi apung masih dalam renovasi.

“Itu kapal laut yang ditambatkan di dekat Pulau Lae-lae itu sedang dalam persiapan dan bisa menampung 900 an orang,” tuturnya.

Baca juga: Posko Satpol PP Makassar Dirusak Orang Tak Dikenal

Adapun persyaratan untuk ikut program isolasi apung, lanjut Danny Pomanto, adalah warga Makassar yang tidak memadai rumahnya dijadikan tempat isolasi mandiri. 

“Persyaratan lainnya harus melampirkan hasil test swab PCR. Semua peserta isolasi apung digratiskan termasuk seluruh fasilitas dan terapi khusus hingga sembuh. Fasilitas yang ada dalam program isolasi apung berupa olahraga yoga, mancing ramai-ramai, pembinaan, berjemur dan lainnya,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Danny Pomanto membeberkan, dengan meningkat drastisnya angka Covid-19 membuat Kota Makassar masuk zona merah. Dengan begitu, shalat Idul Adha ditiadakan di mesjid dan di lapangan.

“Tadi kami bersama Forkopimda membahas bahwa saat ini kita sudah masuk zona merah, untuk itu kita mengikuti Surat edaran No 16 Kemenag tentang ditiadakannya shalat Idul Adha tahun ini di mesjid dan di lapangan. Saya pertimbangkan jangan sampai ada ledakan Covid-19, kita yang disalahkan. Makanya saya tidak mau tanda tangani surat edaran kalau tidak ada pertimbangan dan kesepakatan dari ormas Islam,” tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa Serang 12 Petugas Balai Besar TNGL yang Tangkap Pelaku Illegal Logging

Massa Serang 12 Petugas Balai Besar TNGL yang Tangkap Pelaku Illegal Logging

Regional
Gunakan Bom Saat Tangkap Ikan di Perairan Pulau Komodo, 6 Nelayan NTB Ditangkap

Gunakan Bom Saat Tangkap Ikan di Perairan Pulau Komodo, 6 Nelayan NTB Ditangkap

Regional
Buntut Masalah Pinjol, Pria Ini Bakar Kakak Ipar hingga Lukai Anaknya

Buntut Masalah Pinjol, Pria Ini Bakar Kakak Ipar hingga Lukai Anaknya

Regional
Pendaki Remaja Hilang 6 Hari di Gunung Guntur, Ditemukan Tak Jauh dari Lokasinya Berkemah

Pendaki Remaja Hilang 6 Hari di Gunung Guntur, Ditemukan Tak Jauh dari Lokasinya Berkemah

Regional
Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang di Minahasa Tenggara Ditutup

Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang di Minahasa Tenggara Ditutup

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 September 2021

Regional
Polisi Ciduk Guru Agama di Nganjuk yang Cabuli Murid-muridnya Sendiri

Polisi Ciduk Guru Agama di Nganjuk yang Cabuli Murid-muridnya Sendiri

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 September 2021

Regional
Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Terancam 15 Tahun Penjara

Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Remaja Yatim Piatu Diperkosa lalu Ditinggal di Kebun Sawit Tanpa Busana

Remaja Yatim Piatu Diperkosa lalu Ditinggal di Kebun Sawit Tanpa Busana

Regional
Ekspor Pinang ke Arab Saudi, Petani Hasilkan Rp 84 Juta Setiap Bulan

Ekspor Pinang ke Arab Saudi, Petani Hasilkan Rp 84 Juta Setiap Bulan

Regional
Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Donasi Pembaca Kompas Ringankan Beban Buruh Gendong di Yogyakarta

Regional
Derita Warga Sikka, Harus Naik Turun Bukit Sejauh 4 Kilometer demi Air Bersih

Derita Warga Sikka, Harus Naik Turun Bukit Sejauh 4 Kilometer demi Air Bersih

Regional
Truk Terguling di Kawasan Tambang, Marjuki Tertimbun Pasir Batu yang Diangkutnya Sendiri, Ini Kronologinya

Truk Terguling di Kawasan Tambang, Marjuki Tertimbun Pasir Batu yang Diangkutnya Sendiri, Ini Kronologinya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 September 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.