Kawio Barat, Gunung Api Bawah Laut Tertingi di Dunia yang Ada di Sangihe Sulut

Kompas.com - 17/07/2021, 11:55 WIB
Gunung berapi bawah laut Banua Wuhu atau dikenal dengan Gunung Mahangetang di Sangihe, Sulawesi Utara. WISATASANGIHEGunung berapi bawah laut Banua Wuhu atau dikenal dengan Gunung Mahangetang di Sangihe, Sulawesi Utara.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kabupaten Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara menyimpan kekayaan berupa gunung api aktif bawah laut.

Salah satunya Kawio Barat, gunung api bawah laut tertinggi di dunia yang berada di sekitar Pulau Kawio, sebuah pulau cantik di Kampung Kawio, Kecamatan Marore, Sangihe.

Indonesia merupakan negara yang berada di lintasan cincin api atau ring of fire karena terdapat banyak gunung api. Cincin api juga dikenal sebagai Sabuk Sirkum-Pasifik atau Cincin Api Pasifik.

Cincin api menjadi tempat sebagian besar gempa bumi terjadi. Cincin api tidak benar-benar berbentuk bulat. Ini hanya sabuk aktivitas seismik berbentuk tapal kuda yang panjangnya di sekitar tepi Samudra Pasifik.

Baca juga: Kata BMKG soal Gempa M 5,3 di Kepulauan Sangihe

Cincin ini membentang hampir sepanjang 25.000 mil yang mencakup lebih dari 450 gunung berapi.

Sabuk ini membentang dari ujung selatan Amerika Selatan, sepanjang pantai Amerika Utara, melintasi Selat Bering, kemudian turun melalui Jepang ke Selandia Baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indonesia berada di titik pertemuan tiga lempeng benua utama, Lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia-dan Lempeng Filipina yang jauh lebih kecil.

Baca juga: Gempa M 5,3 Guncang Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami

Ditemukan secara tak sengaja

Teluk Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihevisit-sangihe.com Teluk Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe
Dikutip dari Indonesia.go.id, salah satu titik pertemuan lempeng tersebut ada di wilayah paling utara Sulawesi, Kepulauan Sangihe, sebuah kabupaten seluas 736,98 kilometer persegi dan terdiri atas 105 pulau.

Tidak hanya di daratan, di Siangihe ada gunung api yang berada di bawah perairan laut kabupaten yang berbatasan dengan Filipina.

Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mencatat, hingga 2010, ditemukan lima perairan di Tanah Air yang memiliki gunung api bawah laut.

Baca juga: Polda Sulut Resmi Hentikan Kasus Kematian Wakil Bupati Sangihe

Kelimanya adalah Gunung Hobal di perairan Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, Gunung Emperor Of China dan Gunung Niuwewerker (perairan Banda, Maluku), serta Gunung Mahangetang (perairan utara Sulawesi Utara).

Titik kelima ditemukan pada 2010 dan berada di perairan utara Sulawesi.

Gunung tersebut ditemukan secara tidak sengaja saat digelarnya kegiatan Indonesia-USA Deep Sea Exploration of the Sangihe Talaud Region (INDEX 2010).

Kegiatan itu merupakan kolaborasi dari 32 peneliti laut dalam Indonesia dan 12 sejawatnya asal Amerika Serikat di kawasan perairan Sangihe sepanjang Juni hingga Agustus 2010.

Baca juga: Warga Sangihe Gugat Menteri ESDM ke PTUN Terkait Izin Tambang

Pemandangan Kecamatan Tahuna, ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe.dok BBC Indonesia Pemandangan Kecamatan Tahuna, ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Ketika itu, Okeanos Explorer, sebuah kapal penelitian laut dalam milik Badan Kelautan Nasional AS (NOAA) dengan fasilitas kendaraan robot bawah laut (ROV) dan Kapal Riset Baruna Jaya IV ikut dilibatkan.

Selain memberikan informasi-informasi terbaru mengenai kehidupan bawah laut perairan Sangihe hingga kedalaman 5.100 meter, para peneliti juga menemukan harta tak ternilai berupa gunung api bawah laut tertinggi di dunia.

Letaknya di sekitar Pulau Kawio, sebuah pulau cantik di Kampung Kawio, Kecamatan Marore, Sangihe.

Baca juga: Klaster Supermarket Megaria di Sangihe, Pegawai Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 40 Orang

Oleh para peneliti, temuan mereka itu dinamai Gunung Api Kawio Barat.

Ketinggiannya dari dasar laut Sangihe hingga puncaknya mencapai 3.200 meter. Artinya, titik puncak gunung ini berada di kedalaman 1.900 meter di bawah permukaan laut.

Untuk mencapainya diperlukan sebuah kapal selam khusus.

Dari hasil penelitian yang dilansir di laman situs NOAA dan LIPI terungkap bahwa seperti halnya ekosistem di sekitar gunung api daratan yang subur karena limpahan material vulkanik, penampakan serupa juga terjadi pada lingkungan di gunung api bawah laut Kawio Barat.

Uniknya, jika suhu bawah laut pada umumnya sejuk atau dingin, maka di sekitar Kawio Barat ini suhunya sangat panas, bisa mencapai 200 derajat Celcius.

Baca juga: Fakta Baru Meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Diduga Komplikasi Penyakit, Ajudan Akan Diperiksa

Ini sangat beralasan. Karena kandungan larutan lava mineral dari perut bumi bersuhu sangat tinggi yang keluar dari kepundan berbentuk cerobong langsung mengalami pendinginan mendadak.

Ini lantaran larutan mineral berwarna abu-abu keruh itu bertemu air laut bersuhu antara 2-4 derajat Celcius dari dasar laut.

Kepundan seperti cerobong itu aslinya adalah tumpukan material mineral yang tertahan akibat proses kimia karena pertemuan dua suhu, air laut dan larutan lava.

Untuk diketahui, larutan mineral (hydrothermal) dari cerobong ajaib itu suhunya di atas 500 derajat Celcius.

Baca juga: Munir dan Wabup Sangihe Helmud Hontong, Mereka Meninggal di Udara...

Ditemukan banyak biota laut

Ilustrasi terumbu karang (coral reefs) Ilustrasi terumbu karang (coral reefs)
Uniknya, meski bersuhu panas tetapi sejumlah biota laut merasa nyaman menempel dan mencari makan di sekitar kepundan.

Misalnya, beberapa jenis udang, lobster kecil, bintang laut, dan cumi.

Di dasar laut dekat gunung juga dijumpai timun laut, cacing sendok, dan laba-laba laut. Terumbu karang di sana pun tumbuh sehat.

Nah, kalau ingin menikmati keindahan kepundan dari titik penyelaman dangkal, kita bisa menuju ke Pulau Mahengetang di Desa Mahengetang, Kecamatan Tatoareng.

Baca juga: Hasil Otopsi Jenazah Wabup Sangihe, Polisi: Tidak Ditemukan Adanya Racun

Dari ibu kota kabupaten di Tahuna, dapat ditempuh dengan perjalanan laut selama 1 jam atau 5 jam dari Manado.

Letaknya di barat daya Pulau Mahengetang, kita dapat menjumpai gunung api bawah laut bernama sama dengan pulaunya. Masyarakat setempat menamakannya Banua Wuhu.

Jika diukur dari dasar laut, ketinggian Banua Wuhu ini adalah 400 meter di bawah permukaan laut. Puncaknya berada sekitar 6 meter di bawah permukaan laut.

Menurut catatan NOAA, di sekitar fenomena alam bawah laut ini dulunya sempat terbentuk beberapa pulau sebagai dampak proses letusan Banua Wuhu.

Baca juga: Jenazah Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong Dimakamkan di Tahuna

The Lost City di Kepulauan SangiheDok. VISIT-SANGIHE.com The Lost City di Kepulauan Sangihe
Tetapi kemudian menghilang, termasuk sebuah pulau setinggi 90 meter yang terbentuk pada 1835 dan akhirnya hanya berupa susunan beberapa batuan 13 tahun kemudian.

Letusan pada September 1889 membentuk sebuah pulau baru yang mencapai ketinggian 50 meter pada 1894. Letusan pada April dan Agustus 1904 membentuk lima kawah.

Pulau baru lainnya terbentuk Juli 1918 hingga Desember 1919, dan menghilang sepenuhnya pada 1935. Letusan kembali terjadi April 1919. Batu-batu besar dan abu melanda Pulau Mahengetang sehingga menimbulkan kerusakan di mana banyak rumah warga terbakar.

Saat mulai menyelam, kita akan langsung berjumpa dengan gelembung-gelembung udara keluar dari celah bebatuan.

Baca juga: Anggota Komisi VII DPR Minta Menteri ESDM Evaluasi Izin Tambang Emas di Pulau Sangihe

Inilah gas yang menyembur dari perut Banua Wuhu dan suhu di sekitarnya cukup hangat, sekitar 38-39 derajat Celcius. Seperti juga di Kawio Barat, biota laut di sini masih cukup sehat, terutama pada kedalaman hingga 20 meter.

Dan satu hal yang perlu diingat, jangan coba-coba menyentuh bebatuan bergelembung udara karena suhunya sangat panas dan membuat tangan kita bisa melepuh saat memegangnya.

Sesungguhnya, batu-batu itu adalah kepundan.

Jika ingin menyelam di perairan dekat Banua Wuhu ini sebaiknya dilakukan menjelang siang hari karena jika penyelaman dilakukan sore atau malam hari sangat berisiko terseret arus deras bawah laut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Lupa Matikan Api di Tungku, Sebuah Rumah di Ponorogo Terbakar, 1 Orang Terluka

Gara-gara Lupa Matikan Api di Tungku, Sebuah Rumah di Ponorogo Terbakar, 1 Orang Terluka

Regional
Kapolsek Parigi Diduga Cabuli Anak Tersangka, Keluarga Korban: Tak Ada Damai...

Kapolsek Parigi Diduga Cabuli Anak Tersangka, Keluarga Korban: Tak Ada Damai...

Regional
Yogyakarta Masuk PPKM Level 2, Satgas Covid-19: Tugas Kita Makin Berat

Yogyakarta Masuk PPKM Level 2, Satgas Covid-19: Tugas Kita Makin Berat

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Durasi Belajar Ditambah Jadi 4 Jam

Pembelajaran Tatap Muka di Pekanbaru, Durasi Belajar Ditambah Jadi 4 Jam

Regional
2 Orang Tewas akibat Kecelakaan Maut di Sumba Tengah, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas akibat Kecelakaan Maut di Sumba Tengah, Begini Kronologinya...

Regional
Viral, Video Bupati Jember Bernyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Viral, Video Bupati Jember Bernyanyi di Pesta Pernikahan, Satgas Covid-19 Turun Tangan

Regional
20 Sekolah di Gunungkidul Kemalingan dalam 5 Bulan, Ini Imbauan Dinas Pendidikan

20 Sekolah di Gunungkidul Kemalingan dalam 5 Bulan, Ini Imbauan Dinas Pendidikan

Regional
Terungkap, Bos Situs Judi Online Asal Jakarta Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel, Ini Kata Polisi

Terungkap, Bos Situs Judi Online Asal Jakarta Diduga Punya 5.000 Nomor Ponsel, Ini Kata Polisi

Regional
Pemkab Klaten Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di 5 Tempat Wisata, Mana Saja?

Pemkab Klaten Bakal Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di 5 Tempat Wisata, Mana Saja?

Regional
Melihat Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, Upaya Melestarikan Ribuan Burung Air

Melihat Ekowisata Kampung Blekok Situbondo, Upaya Melestarikan Ribuan Burung Air

Regional
Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Banyak Warga Termakan Isu Hoaks, Realisasi Vaksinasi Sumbar Baru 27 Persen

Regional
Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Cerita Basarnas Evakuasi Pria Mabuk yang Panjat Tower SUTET: Salah Sedikit, Nyawa Taruhannya

Regional
Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Ibu 3 Anak yang Diduga Diperkosa Dilaporkan Balik, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi dan Korban

Regional
Kronologi Pria Tewas Dibakar Massa Usai Dituduh Mencuri Motor di Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Orang

Kronologi Pria Tewas Dibakar Massa Usai Dituduh Mencuri Motor di Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Orang

Regional
2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.