Pasang Baliho Makian ke Pejabat, Kades Samto Ternyata Sakit Stroke, Bupati Sragen Minta Inspektorat untuk Memeriksa

Kompas.com - 16/07/2021, 12:25 WIB
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. -Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kepala Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa Tengah, Samto yang memasang baliho berisi makian terhadap pejabat pemerintah ternyata sakit stroke.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Ia mengatakan, mobilitas Kades Samto terbatas karena menggunakan kursi roda.

"Perlu diketahui bahwa beliau ini kan sakit stroke dan sampai sekarang mobilitas terbatas sekali dengan memakai kursi roda. Untuk itu saya minta Inspektorat menyelidiki lebih lanjut," ungkap Yuni.

"Apabila diperlukan assessment seorang dokter tentu akan kita lakukan juga," sambung dia.

Yuni menduga pemasangan baliho tersebut adalah bentuk kekesalan Kepala Desa Jenar secara pribadi yang melihat kondisi di tengah pandemi wabah Covid-19.

"Biarlah nanti Inspektorat dulu melakukan assessment," kata Yuni.

Baca juga: Cerita Kades di Sragen Pasang Baliho Berisi Umpatan ke Pejabat, Kesal karena Warganya Dilarang Hajatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baliho diturunkan oleh polisi dan Satpol PP

Diberitakan sebelumnya, Kades Jenar memasang baliho yang brisi umpatan ke pejabat. di lapangan desa setempat pada Rabu (14/7/2021).

Baliho tersebut terpampang foto Kades Jenasr, Samto yang menggunakan pakaian dinas.

Berikut isi umpatan yang ada di baliho.

"IKI JAMAN REVORMASI. ISIH KEPENAK JAMAN ***, AYO PEJABAT MIKIR NASIBE RAKYAT. PEJABAT SENG SENENG NGUBER UBER RAKYAT KUI B*****T. PEGAWAI SENG GOLEKI WONG DUWE GAWE IKU KERE. PEGAWAI SING SIO KARO SENIMAN SENIWATI KUWI BA******N"

(Sekarang zaman reformasi. Masih enak zaman *** Ayo pejabat memikirkan nasib rakyat. Pejabat yang suka mengejar rakyat itu b*****t. Pegawai yang suka mencari orang punya hajat itu miskin. Pegawai yang menyia-nyiakan seniman seniwati itu b*****an)

Baca juga: Heboh Kades Jenar Sragen Pasang Baliho Berisi Umpat Pejabat, Ini Faktanya

Namun di hari yang sama, baliho tersebut diturunkan oleh petugas kepolisian dan Satpol PP pada pukul 15.00 WIB.

Penurunan baliho tersebut dibenarkan Kapolsek Jenar AKP Suparjono. "Sudah diturunkan langsung kemarin sore (saat itu juga)," kata Suparjono.

Hal senada juga disampaikan Camat Jenar, Edi Wibowo.

"Iya benar, langsung kita (Muspika) Jenar tindak lanjuti untuk penurunan," ungkapnya dikutip dari TribunSolo.com.

"Karena sifatnya yang provokatif terhadap pemerintah," tegasnya.

Menurut Edi, penurunan baliho dilakukan tanpa perlawanan dari Kades Samto.

Baca juga: Honda Jazz Terbakar Setelah Tabrak Truk di Tol Sragen-Ngawi, Sopir Tewas

Warganya dilarang gelar hajatan

Ilustrasi pernikahan.PEXELS/DEEPAK KHIRODWALA Ilustrasi pernikahan.
Saat dihubungi Kompas.com, Samto mengaku terpaksa memasang baliho karena kesal warganya dilarang menggelar hajatan dengan alasan pandemi.

"Baliho saya pasang karena banyak warga saya menggelar hajatan selalu dibubarkan dan dilarang," kata Samto dihubungi Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Menurut Samto, pembubaran dan pelarangan kegiatan hajatan bukan solusi yang baik.

Petugas, kata Samto, seharusnya bisa memberikan sikap yang baik sehingga warga tidak kecewa dengan keputusan yang dibuat pemerintah.

Baca juga: 13 Guru MI di Sragen Terpapar Covid-19, Diduga Berawal Saat Selfie Tanpa Pakai Masker

"Jadi, saya kecewa berat. Ada warga menggelar hajatan tinggal dua hari dibatalkan. Kan kasihan," ungkap dia.

Samto ingin ada solusi yang baik dari pemerintah agar masyarakat bisa menggelar hajatan tanpa melanggar protokol kesehatan (prokes

"Saya pasang baliho untuk membela rakyat kecil. Tidak ada yang lain," tutur Samto.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Labib Zamani | Editor : Dony Aprian)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Tindakan Edy Rahmayadi untuk Mengantisipasi Varian Omicron

Ini Tindakan Edy Rahmayadi untuk Mengantisipasi Varian Omicron

Regional
Truk Hanyut Terseret Arus Banjir Merapi, 1 Sopir Masih Dicari

Truk Hanyut Terseret Arus Banjir Merapi, 1 Sopir Masih Dicari

Regional
Bencana Longsor Renggut Nyawa Siswi SMP di Toraja Utara, Warga: Kami Berusaha Menolong, tetapi...

Bencana Longsor Renggut Nyawa Siswi SMP di Toraja Utara, Warga: Kami Berusaha Menolong, tetapi...

Regional
Kuli Bangunan Lecehkan Payudara Ibu Rumah Tangga untuk Cari Kepuasan, Sudah Beraksi 10 Kali

Kuli Bangunan Lecehkan Payudara Ibu Rumah Tangga untuk Cari Kepuasan, Sudah Beraksi 10 Kali

Regional
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar Turun Signifikan Selama Pandemi Covid-19

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blitar Turun Signifikan Selama Pandemi Covid-19

Regional
7 Tempat Hiburan Malam di JLS Serang Akhirnya Dibongkar

7 Tempat Hiburan Malam di JLS Serang Akhirnya Dibongkar

Regional
Video Lapak Pedagang di Dalam Pintu Pelintasan Kereta, Ternyata di Karawang

Video Lapak Pedagang di Dalam Pintu Pelintasan Kereta, Ternyata di Karawang

Regional
Gubernur Bali Kecam Pelecehan Kesenian Joged Bumbung, Minta Aparat dan Pemda Bertindak Tegas

Gubernur Bali Kecam Pelecehan Kesenian Joged Bumbung, Minta Aparat dan Pemda Bertindak Tegas

Regional
PT Pupuk Indonesia Optimalisasi Sisa Alokasi Pupuk Subsidi di Akhir Tahun

PT Pupuk Indonesia Optimalisasi Sisa Alokasi Pupuk Subsidi di Akhir Tahun

Regional
Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara Capai 2.305.490, Ini Rinciannya

Vaksinasi Covid-19 di Sulawesi Utara Capai 2.305.490, Ini Rinciannya

Regional
Longsor di Toraja Utara, Siswi SMP Meninggal, 5 Orang Terluka dan 3 Rumah Rusak

Longsor di Toraja Utara, Siswi SMP Meninggal, 5 Orang Terluka dan 3 Rumah Rusak

Regional
Bukan Prediksi, Ini Klarifikasi BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon

Bukan Prediksi, Ini Klarifikasi BMKG soal Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon

Regional
Viral soal Bayi Ditinggal di Toilet Terminal Rajabasa, Ini Cerita Sebenarnya

Viral soal Bayi Ditinggal di Toilet Terminal Rajabasa, Ini Cerita Sebenarnya

Regional
Diduga Terlilit Utang hingga Rp 1 M, Pria di Gowa Tewas Gantung Diri, Polisi: Masih Diselidiki...

Diduga Terlilit Utang hingga Rp 1 M, Pria di Gowa Tewas Gantung Diri, Polisi: Masih Diselidiki...

Regional
Pakar Imunologi Unair Ungkap Cara Hadapi Varian Omicron

Pakar Imunologi Unair Ungkap Cara Hadapi Varian Omicron

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.